
Itu, itu adalah iblis penganggu jiwa.
Para murid yang hanya menonton saja sudah bisa merasakan jantung mereka ditenggelamkan ke dalam api yang membara-bara.
Jin Huang berlari seraya mulut yang terus mengeluarkan teriakan ketakutan dan permintaan pertolongan. Berlari ke utara tidak ada orang, selatan, timur, barat juga ti--- ada! Barat ada orang!
Namun, melihat dari penampilannya saja orang itu tidak meyakinkan, membuat Jin Huang mendengus dan lanjut berlari. Bukan berlari ke arah lain, melainkan mendekat. Bukan untuk meminta pertolongan tapi melakukan hal lain.
Saat sudah di sampingnya, Jin Huang mendorong lengan orang itu kebelakang berharap orang itulah yang akan menjadi tempat bersarang iblis perenggut jiwa, bukan dirinya. Namun, suara teriakan manusia tak kunjung terdengar, membuat Jin Huang menoleh.
Jin Huang menoleh, dan membulatkan mata terkejut, sama halnya dengan para penonton. Pemuda yang tampak biasa itu sedang mencengkram bola ilusi itu, sedetik setelahnya suara tulang patah dan erangan memekakan telinga.
Tudung yang dikenakannya terangkat, menampilkan separuh wajah yang tampan, warna putih yang baru menutupi rambut bagian atas terekspos, membuat identitas orang itu juga terekspos.
Jin Huang berseru, Yang Mulia pangeran per---"
__ADS_1
Itu benar Lin Qingxuan jika dilihat dari satu sisi wajahnya. Namun, satu sisi wajahnya membuat Jin Huang menjulingkan mata.
Kulit seolah telah di tarik paksa, menampilkam daging merah yang teroksidasi sehingga warna hitam sedikit mendominasi. Satu sisi dia bagai dewa, satu sisi dia bagai hantu.
Jin Huang memekik kembali saat Lin Qingxuanperlahan mendekatinya.
Lin Qingxuan berkata, "Ini aku." Meski rasanya datarnya sama saja, tapi kali ini nada datar yang digunakan lebih mengerikan.
jin Huang mundur perlahan dan lanjut berlari, mulutnya kembali meneriakan rasa takut selaligus mencari pertolongan.
Penantian Jin Huang akhirnya mendapat akhir bahagia. Sosok di depan sana baru Lin Qingxuan, tak perlu menatap muka, dari belakang saja dia sudah tahu itu Lin Qingxuan. Dia berteriak, "Yang mulia tolong aku!"
Lin Qingxuanbelum menoleh. Jin Huang melingkarkan tangan di sepanjang pinggang Lin Qingxuanmencoba membuat kepala itu berputar mengahadapnya. Hal yang menyegarkan hati Jin Huang dari ini adalah, Lin Qingxuan tidak melepaskan pelukannya.
Hal berikutnya bahkan lebih mengejutkan. Lin Qingxuan bertanya, "Kau kenapa?"
__ADS_1
Gugup mendera, Jin Huang menjawab sebisanya. "I-itu! Itu ada hantu yang mencoba menirumu!"
"Benarkah?"
Jin Huang mengangguk sembari terus mengusapkan kepalanya pada punggung Lin Qingxuan.
Lin Qingxuan yang dia katai hantu, berkata datar. Namun, meski datar angin membawanya ke telinganya dengan lancar dan jernih. "Kau bodoh. Aku yang asli."
Bodoh? Nice Lin Qingxuan! Wahahahah.
"Wahh inilah definisi keindahan, hahahahahaha!" Hanya Lu wei yang berani tertawa, semua murid yang menyaksikan hanya bisa menampung tawa di mulut. Ada yang berakhir mengeluarkan kentut.
Jin Huang memberang. "Kau yang bodoh! Dasar hantu laknat! Berani-beraninya meniru wajah calon suamiku! Aku mengerti dia! Dia tidak mungkin berkata kasar dan buruk rupa sepertimu!"
Namun, hadiah yang didapat dari perkataanya itu sungguh tidak lucu. Bukan, bukan Lin Qingxuan di belakang yang menjawab, melainkan Lin Qingxuan yang ia peluk. Lin Qingxuan yang ia peluk berkata, "Kau yang tolol."
__ADS_1
Jin Huang sontak melepaskan tangan, dia baru menyadari tangannya menyentuh sesuatu.