
Penggambaran pertarungan kali ini layaknya game. Pohon Cinta sebagai turet raja, sedangkan para hantu berperan menjadi hero. Dan para Penagih Harta berperan sebagai lawan, sayangnya mereka tidak ada turet untuk dijaga.
Senyuman miring tercetak membuat para murid yang melihat itu berpikir keras menebak apa yang terjadi.
Lu wei bergumam, "Sempurna."
Li na sudah lelah dengan semua hal yang membuatnya tidak betah ini. Dia menjawab, Lu wei, Kali ini apa?
Sejurus kemudian dia merasakan tubuh Lu weu bergerak, Li na masih belum mendapatkan pencerahan dari ini.
Mata tanpa manik Lu wei membuat semua murid yang melihat langkah Lu wei memundurkan kaki. Hanya beberapa orang seperti Xing'er, Lin Qili, dan Lin Qingxuan yang tidak goyah.
"Aku butuh bantuan, kemarilah."
Persis! Itu persis seperti perkataan hantu yang hendak mencari mangsa! Para murid menjawab itu dengan gelengan dan kata pengusiran.
__ADS_1
Lu wei akhirnya menggapai suatu sosok. Dia menepuk pundak seseorang itu dan berkata, "Dari bahumu, kau laki-laki. Baiklah, kau harus bersiap-siap."
Lu wei mendekatkan tubuh, hingga hanya tersisa ruang sekitar satu telapak tangan antara dua kulit. Lu wei tidak melihatnya, makanya dia terus mendekat dan mendekat. Hal itu membuat Jin Huang membulatkan mata.
Tak menampik, semua murid menunjukan keterkejutannya dengan bebas.
Lin qili dia tidak tahu harus bersyukur atau tertawa miris. Sedangkan Xing'er tengah menutup mulutnya sekuat hati.
Namun, sama seperti hakim harta yang tadi, cahaya membuat pemandangan itu lenyap lagi, lubang cahaya terbentuk kembali. Lu wei berteriak mengintrupsi, "Ah! Kalian tidak usah ikut!"
Mata lu wei kembali mendapatkan manik, belum sempat lu wei bernafas lega ususnya tiba-tiba mengejang.
Dia hampir berteriak jika saja dia tidak pintar. Dia hanya bisa memekik tertahan. "Betapa buruknya takdir! Aku ingin mengutuk takdir! Bagaimana bisa itu kau?!"
Yang terpampang saat ini adalah raut tanpa emosi milik seseorang yang membuat Lu wei erosi---emosi!
__ADS_1
Lin Qingxuan.
Tangan yang masih bertengger di pundak Lin Qingxuan semakin membuat Lu wei bergidik, dia sontak melepaskan itu.
Dia tidak khawatir akan resiko terlihat para hantu karna dia menggunakan sihir cangkang transparan. Namun yang membuat Lu wei heran adalah Lin qingxuan juga masih diselimuti sihir transparan, seharusnya dia sudah kasat mata. Lu wei baru sadar akibat belitan pada pinggangnya. Dia melotot seolah rohnya kejang.
Tangannya menabok tangan lancang itu. Lun Qingxuan mengerti dan melepaskan itu. Lu wei berdecak sebal saat menyadari sesuatu lagi. Dia akhirnya berbaik hati dengan menggenggam sedikit kerah hanfu Lin Qingxuan.
Lu wei memalingkan wajah, berusaha tenang kembali tapi matanya dipaksa melotot lagi. Dia memekik pelan. "Kenapa dia harus ikut???!!"
Jin Huang sedang berdiri dan mengatur lututnya supaya tetap tegak, matanya bertabrakan dengan netra Lu wei yang melotot dan dia membalasnya dengan pelototan juga.
Lu wei terbang, otomatis Lin Qingxuan juga terbawa, dia menukik turun seraya menjulurkan tangan pada Jin Huang. "Pegang tanganku!"
Wajah Jin Huang seolah mengatakan 'Aku tidak sudi!' Lu wei meraup wajahnya seraya mengerang frustasi.
__ADS_1
Tangannya menggerakkan tangan Lin Qingxuan, membuatnya menggapai pergelangan tangan Jin Huang. Ide bagus