
Wanita tadi---bukan yang memeluknya tadi--- berteriak keras mengintrupsi wanita yang memeluknya. "Kau! Dasar wanita bodoh, kemari!"
Tentu saja, tanpa kata, wanita yang memeluk Li na tadi beringsut mundur dan menjadi bagian barisan.
Hening sesaat, yang terdapat hanya Li na yang tersenyum yang manisnya berbahan dasar gula palsu.
Wanita tadi berkata, "Sekarang apa?"
"Aku, aku hanya ingin bertanya .... "
Dia menatap linangan darah yang sudah menjangkahi telapak tangan. Terkekeh pendek dan melanjutkan, "Apa 'Rumah Hangat' kalian, di dalamnya sedang ada masalah?"
Wanita tadi mewakili semua kepala. "Rumah kami dipenuhi kebahagian dan kehangatan, siapa yang tidak bahagia di sana?"
__ADS_1
"Bisa saja, kehangatan rumah kalian justru membakar seseorang."
Satu alis wanita tadi menaik, menimbukan kesan bahwa dia mulai kesal? Atau, tidak sabar menunggu? Atau juga karna waktunya terganggu? "Apa maksudmu? Aku sudah lelah berputar-putar."
"Baik." Lu na berjalan mengitari kerumunan dengan perlahan. Jarinya menunjuk satu persatu badan disertai mulut yang melanjutkan perkataan. "Pasar beberapa dupa yang lalu adalah pasar, tapi sekitar kurang dari satu jam yang lalu pasar ini bukan pasar. Ingat, kurang dari satu jam lalu. Seolah berusaha tepat waktu. Jam-jam ini adalah waktu yang sangat-sangat pas untuk masalah muncul. Pasar beberapa dupa yang lalu adalah pasar, tapi sekitar kurang dari satu jam yang lalu pasar ini bukan pasar. Ingat, kurang dari satu jam lalu. Seolah berusaha tepat waktu. Jam-jam ini adalah waktu yang sangat-sangat pas untuk masalah muncul ... Jam-jam ini adalah waktu yang sangat-sangat pas untuk masalah muncul"
"Dari sekian rumah, sekian jengkal tanah, yang tidak terdistorsi hanya rumah kalian, aku tahu itu pasti karna kalian terlalu nyaman dalam kehangatan dan memasang jimat di mana-mana, tapi ... "
Dia sampai di sisi array lagi. Menatap Lin qingxuan sejenak dan melanjutkan kembali. "Seharusnya, jika para hantu yang menghancurkan tabir itu, mereka pasti akan langsung meluluhlantahkan pasar tanpa pikir panjang dikali tinggi, dikali lebar."
Biasanya, pisau adalah sesuatu yang akan memotong sesuatu, tapi kali ini pisau tidak berguna. Karna teriakan yang menggantikan pisau.
Lengkingan suara itu seolah ingin memecahkan gendang telinga.
__ADS_1
Tabir telah hancur.
Semua orang mengeluarkan lengkingan ketakutan dengan tubuh yang mulai bergetar. Hendak berpencar, tapi Li na lebih dulu memberi aba-aba.
Sayang sekali, Li na kalah cepat.
Tubuh-tubuh pucat datang lagi.
Bergerak menangkap dan menghasilkan teriakan yang lebih dahsyat, dikarenakan sekarang jumlah mulut bertambah, ya, orang-orang di Rumah Hangat itu juga berteriak dan melakukan hal yang sama, berlarian mencari tempat aman.
Menghasilkan Li na yang mengumpat sekaligus bersyukur. "Sialan! Syukurlah!Terimakasih otakku, aku mencintaimu. Orang itu benar-benar mudah mendengarkan perkataan."
Pedang berayun lagi, kali ini dua. Karna Lin qingxuan sudah terbebas dari kurungan kandang emas, maka burung itu bergerak liar tapi tepat. Menebas, dan menusuk.
__ADS_1
Otak haruslah lebih kuat dari otot. Daripada membuang energi dengan menyedekahkannya untuk melawan para musuh, lebih baik gunakan otak. Karna selain itu gratis, kau juga dapat bonus. Otakmu diruncingkan.
Li na menyerang, membuat gerakan yang mendesak para hantu untuk mendekati api dewa yang masih menyala hebat.