
Kaki menyentil tanah terlebih dahulu sebelum memijaknya, Lu wei merasa tubuhnya bertambah ringan saat ini. Noda darah seketika mengotori tangannya yang tanpa sadar mengelus area bibir, dia terkesiap karna hampir saja ceroboh hendak membersihkan jarinya dengan pakaiannya. Dia melompat menggapai selembar daun. Dorongan untuk menjadi bersih membuatnya menghilangkan noda darah itu. Tak lupa, baju yang ia kenakan juga harus dipisahkan dengan debu.
Lu wei masih menunduk saat puluhan suara menyerangnya. Deru napas tak teratur, kaki yang gemetar, bahkan hampir pingsan, semua tubuh itu berusaha untuk tetap membuka mata demi mengetahui apa yang terjadi.
Suara xing'er menyapa semua telinga.
"Apa yang kau lakukan? Apa yang terjadi?"
Lu wei belum mengangkat wajah, niatnya ia ingin menjawab itu setelah kain bagian lengan kiri bersih tapi Xing'er mendesaknya. Dia akhirnya menjawab, "Aku tidak melakukan hal jahat."
"Bohong! Phei! Dasar maling! Kembalikan! Kembalikan! Pencuri! Bangsat kau!"
Beberapa murid menjengit saat menangkap suara itu, mungkin mereka akan phobia suara ibu-ibu setelah ini. Membuat kaki saling mendekatkan diri.
Lu wei menjawab santai. "Pencuri apanya? Aku hanya membantumu makan."
__ADS_1
Pohon Cinta memberang dan berakhir mengumpat lagi. Kenapa dia tidak mengeluarkan serangan? Dia mungkin lupa atau tak berdaya.
Jika ditanya bagaimana keadaan Pohon cinta saat ini, Orang tua ini akan menjawab, dia adalah gambaran orang yang sudah melakukan sedot lemak. Oke, maaf jika kurang tepat.
Tubuhnya menyusut seolah vampir sudah mengenyedot semua darah, daging, lemak---vampir tidak menghisap daging juga lemak, heii!!!--- ya, begitulah. Intinya dia mengecil. Uh, Orang tua ini iri akan betapa cepatnya dia kurus.
"Hey, kau bilang tadi kau sudah makan, mana sisanya? Ayo, berbagilah senior."
Lu wei hampir saja melotot mendengar menuturan itu. Dia tersedak pendek sebelum menjawab, "Bukan makananmu, tidak cocok untukmu dan lambungmu. Maaf."
Bukankah hantu-hantu itu masih adaaa??? Orang tua ini belum berkata pertempurannya berakhir!
Benar saja, terjangan puluhan hantu hampir saja menerobos semua tubuh dengan otak ceroboh. Namun, karna Lu wei memiliki budi yang luhur, tanpa diketahui array telah terbentuk detik pertama saat semua tubuh itu menghadapnya.
Murid-murid yang awalnya terkesiap saat mendapati angin yang janggal, berubah bernafas lega karena jantungnya aman.
__ADS_1
Murid yang menginginkan makanan tadi melanjutkan pembicaraan. "Aku bahkan bisa makan angin, berikan apa saja. Perutku ha---"
Sebuah lesatan angin memenuhi mulut berlanjut tenggorokan berakhir di lambung. Murid itu tersedak dan memprotes, "Sialan, aku mau muntah."
"Kau tadi bilang bisa makan angin. Bagaimana apa kau kenyang?"
Jawaban itu ya ... tidak salah juga, tapi juga tidak benar! Jawaban ini akan membuat si pihak pengeluar pertanyaan mendengus atau mengumpat atau menelan kembali jawaban berikutnya. Begitulah yang terjadi dengan murid itu, mulutnya akhirnya ia solatip.
Hening sesaat membuat Lu wei menghela nafas berakhir duduk, tak di sangka yang matanya menangkap itu sontak ikut duduk. Lu wei tidak peduli akan itu.
Murid-murid yang berdiri adalah orang yang memiliki nurani. Mereka menguatkan array.
Xing'er menatap lurus, sangat fokus, hampir melamun. Beberapa kata keluar dari bibirnya. "Kapan ini berakhir."
"Tergantung."
__ADS_1
Ohooo! Siapa itu? Bukan, bukan si orang-orangan sawah! Ini adalah sebaliknya, A-Li! Ya, ampun maafkan orang tua ini karna sudah mencampakanmu.