Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
123


__ADS_3

Detik itu juga, air muka Jin Huang bagaikan seolah dia mendapatkan berkah dari dewa.


Lu wei berdecih akan itu. Namun berganti tersenyum miris saat hal berikutnya menyapa mata.


Lun Qingxuan melepaskan genggaman berakhir melakukan hal sama seperti dirinya. Menyangking kerah Hanfu Jin Huang seolah menyangking sampah.


Jin Huang memekik karna takut jatuh, kemudian dia berkata sesopan mungkin. "Yang Mulia Pangeran, Anda seharusnya tidak usah malu. Pegang saja tanganku, aku tidak keberatan."


Lu weu hampir tersedak tawa dan hampir saja membanting semua beban di bawahnya itu. Namun, dia harus tetap berbaik hati.


Itu, uhhh anu, hey! Jangan membuat jiwa jomblo milik kami bergejolak! Kenapa kalian harus seperti itu, heh?!


Dua penagih Harta itu saling mendekatkan kepala, sudah jelas apa yang akan menyapa mata setelah ini. Para murid sontak melotot, sedangkan Lu wei malah bersemangat matanya terbuka sempurna sekarang.

__ADS_1


Semakin dekat, dekat, dan sekarang tidak ada sekat. N-namun sebuah cahaya membuat sekat dan berakhir membuat pemandangan itu lenyap!


Lubang cahaya bagaikan lubang hitam diangkasa. Entah kenapa orang tua ini memberikan deskripsi itu. Padahal namanya saja bertentangan, huftt.


Yang pasti semua penagih harta melesat berdesakan. Lu wei bersicepat melakukan sesuatu.


Array lenyap disusul teriakan murid. Bukan, bukan karna array tapi karna Lu wei. "Apa yang kau lakukan???! Itu menakutkan bodoh!"


Bagaimana tidak? Lu wwu terlihat seperti hantu saat ini. Bola mata Lu wei hanya menampilkan warna putih! Para murid yang terpancing untuk melihat seketika terkesiap.


"Tetap saja itu menakutkan!"


Bukan lu wei jika tidak semakin Menjengkelkan. Lu wei terkikik seraya terus menonjolkan matanya melahirkan pekikan dari murid perempuan. Tangannya terangkat dan mulai melompat beberapa kali, angin yang meniup rambutnya juga membuatnya seolah hantu yang baru bangkit dari kuburan!

__ADS_1


Awalnya Lu wei ingin melanjutkan aksinya itu, tapi sesuatu yang terlihat lingkaran hitam matanya membuatnya mengakhiri perilakunya.


128


Dia membatin, Kira-kira mataku ini adan ditempatkan di apa?


Saat mendapati apa yang menjadi sarang matanya kali ini Lu wei melotot lagi membuat para murid perempuan terpekik lagi. Lu wei tak peduli dia sibuk menggerutu dalam batin lagi. Betapa adilnya, aku mencuri hatinya dan aku membayarnya dengan mataku, aku tidak sedang menukar barang astagaa.


Wah indah sekali takdir. Pertanyaanya adalah bagaimana bisa dia tahu? Lu wwi mendapati salah satu hantu dan bercermin dalam mata hantu itu. Kepala dengan organ-organ yang mengikutinya kecuali hati. Dia merasa dia tidak tahu apa nama rasa ini.


Posisi hantu itu cukup tinggi, tapi beberapa detik kemudian dia menukik turun dikarenakan panggilan dari Pohon Cinta. Para hantu itu membentuk barisan sesuai bentuk badan.


Para penagih Harta membuat barisan di seberang. Salah satu penagih Harta maju dan dia memulai pembicaraan. "Sebelumnya, aku hanya ingin menegaskan bahwa kami tidak berniat buruk. Beberapa klien kami ada yang tersangkut di sini, kata temannya. Kami hanya ingin mengambil mereka kembali."

__ADS_1


Suasana biasa saja dihancurkan oleh tawa sinis Pohon Cinta. Suaranya menggelegar membuat telinga tidak nyaman. "Kembalikan? Apanya yang dikembalikan? Bukankah ini sudah adil?" Bersamaan dengan itu, dahan pohon juga apel bertransformasi menjadi anak manusia.


Lu wei tanpa sadar berkata, "Ya ampun aku kagum dengan tulang leher junior Lao! Bagaimana bisa itu tidak patah?"


__ADS_2