Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
173


__ADS_3

Masih di udara, itu belum sepenuhnya aman. Dia mendorong mundur, dan memutar tangan Bu Sha, membuatnya terbekap antara punggung Bi Sha dan dinding kedai.


Dengan lidah yang semakin terbelit dan tangan yang malah menyakari dirinya sendiri, Bi Sha benar-benar bisa memuntahkan bola matanya.


"Kau tidak mau santai, jadi kubuat santai saja, kurasa itu sopan. Begini, aku selalu penasaran, kenapa para hantu, iblis selalu berpenampilan menyeramkan? Tidakkah mereka tahu ini 'Keadilan bagi seluruh rakyat berparas indah' atau 'Jika kau cantik atau tampan, dunia bisa dalam genggaman' tidak pernah dengar?"


Raut yang terpasang memang murni raut bertanya. Tampang yang minta ditendang.


Masih geraman yang menjadi jawaban, Lu na tidak puas dan kembali berkecoh. "Dengar, aku ingin memberi saran, ada baiknya kalian merubah penampilan kalian agar lebih dihargai. Oh, atau dampak baik lainnya bagi kalian adalah, jika manusia-manusia melihat kalian dalam wujud bagus mereka pasti akan tidak takut, dan kalian bisa mengganti wujud kalian saat kalian mau untuk memunculkan energi yin dengan dosis tinggi dan dalam jangka waktu yang singkat sekaligus! Membuat mereka terkejut sampai memuntahkan lambung! Bukankah aku ini baik?"


Ya, ya, ya, lu na sangat baik! Lihatlah itu! Dia memperlakukan lidah bi Sha dengan membelitnya lebih erat dan menariknya ke belakang! Itu sungguh baik!


Darah menetes perlahan, bercampur air liur membuat warna merahnya sedikit tidak kuat. Seperti jus strawberry yang ada di es serut.


"Ayo, jawablah!"

__ADS_1


Akhirnya, tindakan baiknya dibalas juga.


"Bodoh, itu adalah strategi paling dasar kami. Jika ingin memberi saran, buatlah saran yang setidaknya enak didengar!"


Meski tidak jelas--- Lj na tetap menghargainya. Dia terkekeh, "Aku memang bodoh, kok. Tidak apa-apa. Jadi, siapa yang menjawab tadi? Nona Bandar?"


Suara yang dikeluarkan Bi Sja tadi jelas bukan miliknya, kali ini lebih jernih dan sedikit kekanak-kanakkan. Jelas bukan suara semanis madu yang sememabukkan arak milik Bi Sha.


"Nona, nona, kepalamu! Aku belum dewasa sampai dipanggil nona!"


"Ahhh, kau sangat menjengkelkan sekali! Menggemaskan!"


"Ummm kau juga menggemaskan!"


Jika saja situasi memberkati, kata-kata itu akan terkesan menggemaskan dan enak untuk dinikmati.

__ADS_1


Itu jika situasi memberkati.


Dua makluk itu kembali beradu. Satu berusaha menyerang dan satu hanya tinggal mengeraskan belitan untuk menyerang sekaligus bertahan.


Jika ditanya apakah ini termasuk pemborosan waktu? Tentu iya.


Sebenarnya, mungkin lebih baik dibunuh saja. Toh, yang dilawannya sudah bukan Bi Sha lagi. Bi Sha sudah terdepak dari tubuhnya, sendiri sejak dia mematung dan pori-porinya diisi belatung.


Namun, memikirkan hal baik yang didapat dari menyimpan boneka ini,


membuat Li na tidak berat hati untuk berbasa-basi.


Hanya saja, tampaknya pihak seberanglah yang tidak sabar.


Atap-atap dijebol oleh segerombolan makhluk budiman. Li na yang terbang tidak tinggi ditarik dengan paksa oleh selusin lengan.

__ADS_1


Itu seperti bayangan layangan yang digapai oleh anak-anak yang mengejarnya. Di tekan ke bawah sehingga tubuhnya tidak bisa melawan gravitasi, sedikit diagonal, merasakan angin yang menembus pori-pori dan sedikit menggelitik tulang. Itu terjadi cepat, tetapo jika di deskripsikan itu terasa tidak busa dibilang cepat. Parahnya, anak-anak yang mengejar layangan itu bukanlah anak-anak tetapi hantu!


__ADS_2