
68
Sebuah kekehan menyela ringan di antara kebingungan. An chi menjawab, "Benar, hal yang paling ditakuti adalah ini. Sejujurnya godaan
Duyung hitam bisa kalian atasi jika pikiran kalian fokus. Hal yang membuatku juga mereka khawatirkan adalah ini. Kalian sudah mendengar tentang sumber energi murni, tapi kalian tidak tahu dimana sumber energi murni ada. Mungkin dari namanya, tempat yang seharusnya disinggahi sumber energi termurni adalah surga dunia. Dengan energi Yang di mana mana. Alangkah baiknya jangan terlalu banyak menyimpulkan di awal, karna kekecewaan kebanyakan menanti untuk dialami. Soal bagaimana bisa itu tumbuh, ada banyak spekulasi yang tersebar, saat ini belum ada yang benar-benar terbukti benar."
Sontak ******* kesal juga gumaman rasa kecewa tersiar menggelitik benak Lu wei. Alisnya berdekatan hampir bertaut.
Namun, rupanya beberapa kata tertinggal dalam tenggorokan. An chi melanjutkan, "Namun jika menurut pemikiranku, 'sumber energi termurni' memiliki sesuatu yang berbeda. Ada kemungkinan dia mendaur ulang aura yang ada di sekitarnya, benar atau tidak aku belum tahu, ini hanya sekedar dugaanku saja. Mengingat banyaknya rumor yang mengatakan bahwasanya 'sumber energi termurni' akan sangat berlimpah kekuatannya saat ada kejadian yang ditandai buruk oleh setiap orang. Sekali lagi ini hanya dugaan dan patokannya saja dari rumor. Kuharap kalian bisa lebih bijak."
Semburan kata 'baik' juga anggukan tertoreh setelahnya.
__ADS_1
Oke, oke. Bagian yang lebih seru akan dimulai. Siap-siap, oke!
Instruksi untuk mulai menyusuri akhirnya terlontarkan. Kain lengan yang longgar mengombak pelan juga anggun, jika diberi efek slow motion mungkin akan lebih menakjubkan. Namun, apa yang tersembunyi di dalamnya berapa kemungkinan tebakan kita akan benar? Ha!
Beberapa ranting kayu yang patah terdengar hampir jernih di tengah keheningan ini. Cukup untuk membuat bulu kuduk berdiri.
Tekanan bertambah, meningkat, juga pekat seiring kaki menapak. Semakin jauh, kegelapan ini semakin melahap.
"Boleh, tapi lewat mata. Jangan pakai jimat."
Sejurus kemudian, dua lingkaran kecil terlihat jauh lebih terang dari sekitarnya. Membuat sebagian kecil ruang di depannya terpapar. Bola mata itu benar-benar mengeluarkan cahayaaa??? Hebat sekali! Itu multifungsi?! Omoo, ahahahaha bisa-bisanya! Jika dilihat-lihat ini cukup lucu.
__ADS_1
"Maaf melunjak, tapi ini terlalu kecil untuk menangani ketakutanku."
Sontak, seluruh langkah kaki terhenti. Puluhan bola mata tertarik untuk menyimak lebih lanjut apa yang akan terjadi selanjutnya. Baiklah, mari kita lihat siapa yang menjadi beban kali ini. Oh, astaga maafkan orang tua ni yang terlalu kasar. Maaf, maaf.
Itu dia! Xing'er! Sungguh? Bukankah dia salah satu jelmaan kucing garong?
Salah saru murid terkekeh dengan manis, tapi bagi orang tertentu itu terdengar sinis. "Ya ampun kau kenapa? Takut gelap, huh? Ini belum seberapa jika kau menyelam dan pergi ke perbatasan daerah laut. Kegelapan laut hitam jauh lebih mengerikan daripada ini. Lihatlah nona muda klan kami. Dia masih anggun dan menyenangkan untuk dipandang meski kegelapan hampir melahapnya."
Ya ampun! Aku ingin belajar denganmu! Aku iri dengan kemampuan menjilatmu! Abaikan dia, derajat asimetris pada otaknya bertambah. Jadinya, ya, seperti itu.
Xing'er menorehkan anggapan berupa putaran---mari percantik sedikit, rotasi---bola mata. Dia mengeluarkan pisau berwujud perkataan.
__ADS_1