
Lu shi melotot mendapat maksud dari sepertinya menarik. "Kamu jangan melakukan itu." Intonasinya bertambah lemah saat mendekati akhir.
Ya, maksud dari 'sepertinya menarik' yang paham pasti paham. Tentu saja ikut bermain. Membalas dan membalikkan posisi.
"Beritahu aku jika kau melakukan itu. Xing'er akan dengan senang hati membantu."
"Tentu."
Satu suara menembus gendang telinga dengan ringan, hampir transparan. Mengakibatkan Lu shi batal mengeluarkan kata. Dia beralih menghela nafas. Berpikir bagus juga, suara itu mengalihkan pembicaraan, mungkin.
"Semua murid baik murid baru maupun murid lama, diharapkan untuk segera berkumpul di lapangan utama."
"Baiklah, ayo pergi. Dan, jangan bahas lagi."
Hal itu dihadiahi decihan. Keduanya melakukan itu, memang satu kubu.
Untuk memanjakan diri, lebih tepatnya kaki, mereka menaiki pedang. Melayang perlahan semakin rendah hingga akhirnya tiba di lapangan tersebut.
__ADS_1
Gemuruh suara membangkitkan rasa gatal tersendiri bagi Lu wei. Berisik, satu kata untuk ini.
Suara Gong terdengar lagi, disusul dengan pengumuman.
Pengumuman itu berisi pembagian kelas, juga beberapa penghargaan. Kelas terbagi menjadi tiga faksi.
Giok, Emas, Perak. Siswa yang menempati kelas tersebut akan di berikan identitas sesuai kelasnya. Sebuah sabuk.
Lu wei? Tentu saja dia masuk ke kelas Giok. Dan, yeah. Dia mendapatkan sabuk berbandul giok. Warnanya cukup cantik, biru gelap hampir hitam. Sinar matahari tampak tak bisa menembus kegelapan yang mendera hanya bisa terserap tanpa bisa terpantulkan. Begini saja, kenapa perlu panjang-panjang? Aesthetic!
Li na berpendapat, Warnanya sangat kelam. Sekelam kenangan mantan, eh tidak tidak. Lebih tepatnya, sekelam kenanganku di mata para mantan. Setelahnya tawa dengan bebas terlepas. Untung saja dia gaib untuk saat ini, jika tidak orang-orang pasti sudah terganggu karna frekuensi tawanya itu.
Oke, oke! Orang tua ini tahu, kalian mungkin lelah memikirkan ini. Sebenarnya ada apa? Apa yang membuat Lu wei sebegitunya ingin berada di dekat kakaknya? Apa karna dia terlalu manja? Bukan seperti itu konsepnya, Kawan.
Mari kita kupas, jangan pikir ini acara ghibah di televisi oke! Ini fakta!
Hal yang seringkali mendominasi alasan murid menjadi stres selain buku-buku apa? Kalian pasti tahu.
__ADS_1
Ya! Perundungan! Bullying.
Buka matamu lebar-lebar aku akan memperjelasnya!
BULLYING.
Ha! Suatu tindakan yang menyenangkan untuk satu pihak.
Sebagai keturunan bangsawan sudah sepatutnya memiliki derajat setidaknya satu senti lebih tinggi dari keturunan rakyat biasa. Namun, Lu shi agak berbeda.
Selain dirinya tidak terlalu mengkilap---maksudku menonjol!--- di antara keturunan bangsawan lainnya, tingkat kultivasinya juga cukup rendah jika dibandingkan dengan orang seumurannya.
Hanya itu? Ya, hanya itu. Beberapa perbedaan bisa membuatmu dikucilkan. Cih.
Ah, maaf lupa bilang. Bukan hanya karna dirinya seperti 'itu' tapi juga ada faktor lainnya. Faktor inilah yang membuat DNA lu wei mengalir dengan tulisan, 'Aku benci lin qingxuan sialan'.
Sudah mengerti? Aku tahu ini kurang jelas.
__ADS_1
Sebuah deklarasi berisi berita baik (Phei!) membuat dua insan secara langsung terikat. Pertunangan, ya.