
67
Serentak suara hentakan yang dihasilkan kaki-kaki itu membuat para gagak tersentak, suara khas miliknya bergemuruh ditemani kepakan sayap.
Kesan horor tak lagi li na tolak keberadaannya.
"Ini adalah ...."
"Hutan abu-abu ! Astaga aku benar-benar menginjakan kaki di sini! Betapa keren aura yang mengelilinginya!"
Sorakan kagum, beberapa ngeri tak luput terdengar. Lu wei sendiri masih sekokoh pohon-pohon tinggi itu. Karna dia akrab dengan aura ini. Cih.
Bukan sombong atau bagaimana pemirsa, hanya saja ini kenyataan.
__ADS_1
Orang terdepan tentu saja yang berhak hanya senior. An chi berbalik menatap yang di belakang.
Suaranya tertangkap jernih karna keheningan yang menyeramkan ini. "Tidak perlu kuperjelas lagi tempat apa ini. Legenda pasti sudah lebih dulu memberi tahu kalian. Ya, ini hutan abu-abu."
Tapi aku belum tahu, bibi. Huh! Penulis bodoh itu benar-benar kurang akhlak. Seharusnya dalam novelnya jangan hanya terlalu berfokus pada kisah cintanya! Hah! Aku tahu memang novel dengan bumbu gula akan lebih menarik daripada hal-hal yang seru seperti ini. Perlu kau ketahui, kau termasuk kaum pecinta cerita seperti itu. Ekhem.
"Aku dengar dari ibuku ini adalah hutan tempat bertemunya yang 'diramalkan menjadi iblis' juga calon dewi."
"Itu benar! Waktu kecil aku pernah mendengar ayahku yang sedang berbincang dengan para tetangga membahas tentang itu. Dewi yang baik hati dihianati 'yang diramalkan calon iblis berhati bengis'."
"Astaga ...."
Bla bla bla. Begitu banyak kata yang bertindihan dengan kata yang lainnya, cukup sulit untuk menemukan satu kalimat yang lengkap. Li na menangkap kesimpulan bahwasanya tempat di depan bukanlah sesuatu yang tidak berkesan.
__ADS_1
Melihat dari wujud, merasakan auranya juga mendengar namanya membuat jiwa keponya bergejolak.
Hutan kabut, aku tidak tahu apakah ini di ambil dari banyaknya kabut yang mengelilingi atau hal yang lain. Tapi jika boleh protes aku ingin protes, tidak bisakah menambah unsur aesthetic pada namanya? Untuk mempercantik legenda. Tidak bisakah diganti 'Hutan saksi bisu bertemunya Yin dan Yang? Atau ini saja ...
Hey, kau bukan pakar hal-hal yang begitu. Bukan bertambah aesthetic malah akan membuat orang bergidik karna namanya. Sangat epic---alay maksudku. Sudah seperti judul cerita romantis saja. Dasar kaum bucin.
Ini hanya dari sudut pandang orang tua ini saja, jangan tersinggung.
"Perlu diketahui, ada banyak rumor yang tidak valid mengenai hutan ini. Ada yang mengatakan ini ada yang mengatakan itu, tidak tahu mana yang benar. Tapi sesuatu yang mutlak dari hutan ini adalah, energi Yin yang melimpah."
Konsepnya bagaimana??! Bukannya 'sumber energi termurni' yang dikatakan tumbuh di dalam sana, l-lalu jika ini adalah sumbernya energi Yin lalu bagaimana bisa energi Yang menyelip di sana? Apakah ada kekosongan tempat atau ada array yang membuat perisai untuk melindungi itu? Atau apa lagi?? Aduh, otakku kejang.
"Ibu, A-li bingung. Bagaimana bisa energi termurni tumbuh di dalamnya? Dan, kupikir hal yang membuat kalian khawatir hanya lautan api beserta godaan para ikan hitam tapi ternyata lebih dari itu. Jadi ini yang kalian maksud?"
__ADS_1
Uhhh, A-li aku sayang kamuu!! Apakah dia belajar menjadi juru bicara akhir-akhir ini?