Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
Perjodohan 2


__ADS_3

Memuji, bersikap manis. Cih, dasar penjilat!


Beginilah jika seseorang mengaca, dan kaca yang digunakannya itu buram.


Bukankah itu definisi li na saat ini?


"Ah, i-itu... Aku jadi malu... Tuan muda, jangan mengungkitnya lagi."


Tuan Muda itu tertawa lagi.


Tertawalah, tertawalah wahai pria kurang tamparan. Karna kau akan berubah menyemburkan air mata saat aku meninggalkanmu nanti. F*ck girl melawan f*ck boy. Kita lihat siapa yang bisa mematahkan hati siapa nanti.


Setelah satu tarikan nafas, pemuda itu akhirnya mengakhiri tawanya. Dia berjalan mendekat, meraih bahu Li na  kemudian menyeretnya untuk pergi. Sembari berjalan dia berucap, "Ah, tidak. Jika boleh jujur yang dikatakan nona cantik ini memang benar."


Bertingkah imut, bertingkah imit, umut amut ... Imut! Ya, hanya ini yang bisa dilakukannya saat ini. Apakah dia tidak mual? Tunggu--- apa pertanyaan itu masih bisa dipertanyakan?


Lalu apakah hasrat membanting tubuh miliknya tidak terbangun? Sebenarnya iya ... Tapi, karna rasa sabar menekannya, hasrat itu akhirnya teredam dan lumayan bisa dikontrol.


Tuan muda ini masih tergolong sopan bagi li na jauh dibelakang dari mantan-mantan di dunianya. Dia malah sering melakukan hal yang sama pada teman laki-lakinya.

__ADS_1


Manis sekali. Persis seperti pasangan suami istri yang baru menikah kemarin. Saling melempar senyum manis, dan tatapan penuh rasa cinta mendalam.


Yang palsu.


Mereka berjalan mengabaikan udara, bisikan-bisikan gaib dari makhluk berakal yang rata-rata penjilat, mengabaikan tatapan, mengabaikan----


Seseorang berdehem, memecahkan pemandangan pemicu muntah itu.


Li na mendongak, untuk sesaat dia membeku. Dirinya tercermin dalam netra secerah kaca pandora.


Seseorang itu menatapnya dengan tatapan sama seperti biasanya, tapi entah kenapa benaknya menolak kalau tatapan itu masih biasa-biasa saja. Seperti ada sesuatu yang menggelora di dalam sana.


Ada tiga orang. Tapi kenapa dirinya seolah dipaku oleh satu orang?


Kenapa giok terbaik abad ini bisa seperti ini? Apa dia dirasuki? Tapi dirasuki apa?


Kebekuan akhirnya tercairkan oleh sebuah cengiran. Masih setia dengan posisi tadi Shena tertawa. Terdengar garing. "Eh--- kalian datang ...."


"Kau, kemari."

__ADS_1


Sebentar ... Hanya dua kata, tapi kenapa terlalu berasa? Hawa itu ... hawa mengancamnya sangat terasa! Bagaimana bisa! Apa dia baru saja melakukan hal bersoda--- ah! Berdosa!


Permisi, ada yang membuka jasa memperbaiki otak?


Jangan pedulikan yang di atas! Fokus! Fokus fokus trullala!


"Ah, nanti saja aku mau berjalan-jalan dengan teman baru." Li na mengalihkan tatapan, memasang senyum manis sebelum menaikan satu alis.


Tuan muda itu menanggapi dengan senang hati. Senyum miring dengan samar terpasang di wajahnya.


Peka akan situasi yang---Makhluk hidup ini tidak bisa mengatakannya---tuan peka, lin qili menengahi. Menerangi dengan segenap kehati-hatian. "Xia'er, kemari. Aku menemukan sesuatu yang membuatmu tidak bisa menolaknya."


Terpancing akan umpan, lu na melepaskan tanganya yang sedari tadi merengkuh lengan tuan muda di sisinya. "Benarkah? Apa itu?"


"Dendeng rusa."


Ngeenggg!


Gas! Sepenuhnya di gas!

__ADS_1


Apa harga dirinya serendah itu? Hanya karna makanan? Oh, lupakan.


Tanpa penundaan lebih lanjut li ba berlari, melompat, kemudian tanganya meraih kepala lin qili. Membuat lin qili sedikit oleng ke samping.


__ADS_2