Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
165


__ADS_3

Saat dua pasang mata terbuka, itu artinya Penggabungan dimulai.


Dua pedang dengan ekor berbeda meliuk bersama dan bergantian, membentuk per yang seolah bisa memantul untuk memanjat bulan karna tinggi per tersebut. Jalinan energi terbentuk, biru tua dan putih tidak menyatu hanya saja berdampingan dan saling menempel.


"Menyelamatkan dengan penggabungan!"


Bibir berbeda bentuk dan selisih kelembutan warna bergerak dan menutup bersamaan. Alis kedua orang itu sedikit bertaut, mata terpejam dengan keseriusan yang sarat. Dan punggung mereka saling menempel satu sama lain.


Segera setelah mantra itu terucap, pedang yang tadinya berputar membentuk per, kini beralih berputar membentuk kincir angin---atau sesuatu yang membawa kandang di pasar malam, aduh lupa apa namanya. Ahhh! Bianglala! Eh, atau malah mirip komedi putar? Tapi jika menurut deskripsi, itu seharusnya adalah Bianglala.


Sejurus kemudian, pedang itu saling menabrakan diri. Jika berpikir realistis, pedang Lu na pasti akan hancur, tapi nyatanya pedang itu membelah diri.


Membiarkan pedang Lin qingxuan menusuknya. Pedang lin Qingxuan juga turut membelah diri. Tidak membelah secara horizontal, tetapi vertikal.


Dua pedang itu telah menjadi satu, keduanya mulai berputar lagi. Dan sesuatu seperti api tapi berwarna emas menyelimuti bilah-bilah itu.


Menyadari itu, dua orang yang menjadi komando seketika melesat.

__ADS_1


Telapak tangan bertemu telapak tangan, sedikit menekan dengan mata yang kembali terpejam. Sedangkan tangan yang tidak bersama tangan, menekan pangkal pedang yang beputar layaknya gasing.


Dua orang itu bertarung kekuatan tangan, Li Na na menekan ke belakang dan Lin qingxuan menekan ke depan, keduanya berlawanan. Seketika, tentu saja pedang itu terpisah dengan paksa.


Namun, memang itulah yang seharusnya terjadi.


Dua pedang terpental ke arah yang berbeda bersamaan, tak lama kemudian berputar-putar mengelilingi pasar. Sesuatu berwarna emas selalu mengikuti gerakan.


Dua pedang itu semakin memperkecil lingkaran, hingga pada puncaknya warna emas membentuk pusaran angin beliung dengan dua pedang yang kembali bersatu.


Ke sana ke sini, pusaran itu semakin kecil. Namun, jangan meremehkan. Meski kecil, itu berisi.


Pusaran itu penuh dengan teriakan, erangan, lolongan, dan umpatan yang merupakan kata terakhir para hantu.


Seolah ular sawah yang membelit mangsanya, pusaran itu bergerak menyusut dan menghasilkan hujan ujaran kesakitan lagi.


Li na dan Lin qingxuan melayang turun perlahan. Bersamaan dengan itu detik demi detik, teriakkan-teriakan itu semakin melirih dan semakin sedikit. Hingga akhirnya, pusaran itu senyap.

__ADS_1


Li na bergumam, "Ahhh tidak!"


Mungkin ini adalah bayangan kentut saat menyapa udara. Boom!!!


Pusaran itu meledak membawa debu-debu berwarna hitam, mengedarkan dengan liar, membiarkan angin berbuat sesukanya.


Huh! Ini benar-benar seperti kentut!


Ditambah dengan bau busuk debu-debu Hitam itu, ini benar-benar layak diberi nama 'Sihir Wajah Kentut' bukan 'Pusaran kehancuran'.


Kenapa harus Sihir Wajah Kentut?


Bukan, bukan hanya karna ini menggambarkan kentut, tapi, juga karna akibat dari gambaran kentut ini. Jika diberi nama Wajah Kentut, itu akan membuat derajat kentut tidak terlalu rendah lagi. Sesuai namanya, Wajah Kentut, artinya menberi kentut wajah.


Kenapa hal seperti ini dibahas? Aih.


Li na tidak ingin paru-parunya ternodai, jadilah dia menutup hidung dengan telapak tangannya.

__ADS_1


__ADS_2