Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
110


__ADS_3

Cair dan berwarna merah, dan secuil sesuatu seperti kulit atau daging. Dia memekik saat melihat apa sumbernya.


Lin Qingxuan didepannya membalik badan. Dan memperlihatkan wujud aslinya. Jika Lin Qingxuan yang dibelakangnya adalah hantu maka yang didepannya adalah iblis!


Jika Lin Qingxuan dibelakangnya hanya wajah yang hancur lain halnya dengan lin Qingxuan di depannya. Bukan hanya wajah, tapi separuh tubuhnya seolah dicabik-cabik! Bahkan sudah membusuk! Bagian depan semuanya sudah membusuk!


Pemandangan dipenuhi warna merah gelap itu membuat jin Huang terjengkang. Dia tidak bisa berteriak lagi, karna kegelapan lebih dulu menyerangnya. Dia pingsan.


Gambar membeku dan berakhir, tapi pengujian ini belum berakhir sepenuhnya. Video lain terputarkan.


Tempat itu sangat aneh. Seperti bangunan kastil keluarga Lin Qingxuan tapi seperti tidak. Pasalnya warna putih itu sudah tidak ada, digantikan dengan asap hitam dan api yang membara.


jin Huang mencuat dari kepulan asap di susul para pekerja istana, tamu-tamu dan anggota keluarga Lin Qingxuan.


113


Jin Huang terbatuk, dan lanjut berlari meninggalkan semua orang dibelakangnya yang masih menatap bangunan hancur itu. Suara Lin Qili membuatnya berhenti sesaat.


"Kakak ipar kau mau kemana?!"

__ADS_1


Kakak ipar, benar sih. Pasalnya dilihat dari pakaian yang digunakan Lin Qingxuan juga Jin Huang menggambarkan mereka telah menjadi pasangan seutuhnya. Warna merah di setiap sudut, itu pakaian pernikahan.


Jin Huang menjawab tanpa ragu. "Aku mau pulang! Dan kutekankan! Pernikahan ini tidak ada! Aku masih lajang! Aku tidak mau menjadi istri mantan pangeran!"


Gambar itu membeku menyisakan raut Jin Huang yang lucu di sertai rambut yang terangkat seolah tersetrum. Itu membuat Lu wei kembali tergelak.


"Pengujian ketiga telah selesai, hasilnya tidak mencerminkan ketulusan. Wajah, kedudukan, sifat. Itu adalah tolak ukur utama anda dalam memilih pasangan. Anda terlalu mudah berpaling, anda terlalu menyoroti kesalahan."


Meski jarak menjadi sekat, Lu wei bisa melihat bahwa jari tangan Jin Huang bergetar hebat. Lu wei tersenyum puas akan itu. Murid-murid yang ada dipihak Lu wei tidak bisa menahan senyum senyum yang sama dengan Lu wei


"Pengujian keempat akan diperlihatkan, mohon untuk menyaksikan dengan sepenuhnya."


Lu wei menjawab lewat gumaman. "Tentu saja, tidak usah khawatir."


Sejurus kemudian Pohon itu memberang, "Betapa sopannya! Dari sekian manusia belum ada yang menjawab penuh semua pengujian! Semuanya laknat! Laknat!"


Para murid yang merasa, balas berkata:


"Kau yang laknat!"

__ADS_1


"Siapa juga yang mau menjawab pengujian memalukan itu!"


"Kau perlu kaca Pohon Laknat?! Aku membawanya! Cepatlah sadar diri!"


Pohon itu meludah tapi seperti bukan meludah, karna yang keluar adalah tanah! Seketika semburan tanah hampir menyerang para murid juga Lu wei yang tengah menonton dengan estetik. Untung saja tidak sampai. Lu wei semakin bingung, bagaimana bisa makhluk tanpa mulut meludah, dia juga bingung ini sebenarnya meludah atau mendengus, tapi karna 'Phei!' ada, dia menyimpulkan itu meludah.


Pohon Cinta itu memberang lagi. "Memalukankan apanya! Jika kalian tulus itu tidak akan memalukan! Ha! Makan itu! Makan aibmu! Hahahahhahaha."


Semua dorongan itu membuat Lu wei semakin penasaran akan seberapa menakutkan juga memalukan pengujian tersebut. Aduh, sayang sekali dia tidak ikut. Omong-omong jika dia ikut kira-kira siapa yang akan tercermin dalam apel? Apakah satu orang? Ataukah semua lelakinya? Bah, jika semua, itu akan menjulingkan mata.


Umpatan tak lagi bisa ditahan, tapi harus ditekan kembali demi menjaga sopan santun---cih, menjaga mukamu kali.


"Mari kita saksikan, nomor urut 1."


Satu badan jatuh, hal yang berbeda antara tubuh itu dengan tubuh-tubuh lainnya adalah, bagaimana dia bisa tetap elegan? Lin Qingxuan, si emas diperairan.


Meski sesi kocokan tetap diterapkan padanya, tapi cara dia mendarat seperti ballerina! Astaga, Li na kagum dengan jempol kaki Lin Qingxuan.


Tubuhnya terangkat seolah gambaran seseorang yang terbang mencapai puncak kehidupan dan menjadi Imortal.

__ADS_1


"Mari kita saksikan, tengtengtengteeeenggg." Oke, jangan hiraukan wujud 'terlalu senang' milik Lu wei. Jangan tanya kenapa dia begitu. Haha, ini momen terbatas sebuah berkah dia mendapat sesuatu seperti ini. Aib Lin Qingxuan. Bah! Otaknya akan menyimpan dengan sangat baik hal tersebut.


Eh, tapi tunggu! Ada yang terlewat!


__ADS_2