Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
163


__ADS_3

Jika dia tidak berhasil, dia akan bertukar posisi dengan teman yang ditembak tapi tidak pas. Ha, sudah ditebak dia murid jenis apa.


Hal yang dilakukan Li na di atas atap-atap kurang lebih hampir sama.


Hantu di tangannya yang sedari tadi bergeliyat mencoba lepas, baik itu dari gerakan fisik atau serangan energi, dilempar sejauh mungkin untuk memastikan sesuatu.


Aduh, seharusnya tadi kuambil yang belum sepenuhnya menjadi abu di api dewa saja. Hantu itu belum terbakar dan tidak gosong jadinya bekasnya tidak hitam. Tidak mirip seperti penghapus spidol.


Hal yang akan dijadikan pembicaraan dari permainan "Aku lempar dan kau berlari" adalah bekas hitam dari penghapus spidol yang menempel di dititik yang ditentukan. Setelahnya, yang paling banyak terkena harus mentraktir.


Tubuh hantu itu melesat membelah angin malam. Li na menghitung, "Satu tidak kena, dua, tiga,--- kena! Astaga! Banyak juga!"


Dia bersegera menyampaikan pada Lin qingxuan Berbisik tepat di telinga, memunculkan rasa hangat yang menggelitik. "Sudah sampai daerah!"


Untuk sedetik wajah Lin qingxuan seolah goyah. Dia menghela nafas dan mengangguk, "Lepaskan sinyal."

__ADS_1


Segera setelahnya, api memercik ke langit seperti cipratan air. Membentuk lingkaran dengan pola khusus, orang-orang yang tidak mengerti akan menganggap itu adalah kembang api.


Sayang sekali, arti dari itu tidak semanis itu.


Hantu yang tadi di lempar Shena terpental setelah hitungan ke empat, itu artinya, artinya ... Keparat! Banyak tabir yang sudah rusak, itu berarti semakin banyak hantu yang bisa mendekat!


Orang yang menjadi dalang sungguh sangat mengagumkan.


Biasanya pikiran yang tidak-tidak, adalah benar.


Layaknya debu yang tersapu, tubuh pucat dan pakaian berwarna gelap melesat mendekat. Tubuh-tubuh pucat itu menghasilkan muka Lin qingxuan yang semakin pucat.


Lihatlah itu, orang itu bahkan memunculkan alis yang bertaut. Munginkah ada kandidat lain yang melanggar aturan?


Rasanya jika mendesak semua hantu untuk menjadi ikan panggang yang gosong tidaklah segar lagi, sudah basi dan tidak estetik lagi.

__ADS_1


Daritadi, Li na hanya bergantung pada otak, dan otot menjadi pemeran pembantu. Sekarang, jadikan keduanya pemeran utama!


Daritadi hanya membuat array dan memilih menghancurkan dengan praktis, bisakah dia menunjukan kerja keras?


Hey! Dia pasti tidak terima jika mengetahui ini.


Sekitar setengah lusin tubuh pucat sudah mengelilinginya, membuat urat persegi seketika muncul. Tangan-tangan yang bahkan belum menyenyuh ujung bajunya terhempas seketika karna pedang yang menari di antara jarinya.


Li na berbalik, berputar membuat lingkaran yang ditulis dengan besi dengan udara yang menjadi kanvas, dan di warnai warna merah di setiap tubuh pucat yang mengelilinginya.


Tangan satunya yang menganggur ia manfaatkan untuk memanfaatkan otak. Sebuah bola energi lebih tepatnya bola api dewa, terbentuk dengan aliran listrik yang menjengit beberapa kali. Dia menggandakan, menggandakan lagi, hingga mencapai delapan. Itu melesat dan akan lenyap jika berhasil melenyapkan.


Ya, itu memiki konsep yang sama dengan magnet.


Jalan di depan sudah rata, dia melihat Lin qingxuan yang di mana, lehernya hampir tersayat tapi rautnya masih elegan. Betapa indahnya.

__ADS_1


Satu tusukan menyerang punggung hantu itu, tatas, dan hancur menjadi asap hitam.


Lim qingxuan tidak berkata apa-apa, hanya mengangguk, tapi untungnya li na tidak sedang berotak tumpul. Li na turut mengangguk. Keduanya tenggelam dalam keseriusan.


__ADS_2