Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
89


__ADS_3

Bukan, bukan secara langsung, tapi lewat komunikasi pribadi.


I-ini Shidi yang tadi, benar. Tapi dia di mana? Sayang sekali tidak ada stetoskop---astaga teleskop!


[Shidi, kau di mana hah? Bersembunyi di ketek lalat?]


Suara decakan terdengar. Si Shidi menjawab dengan sinis. [Aku heran di mana kau belajar beromong kosong, sampai-sampai sehebat ini. Aku, aku ada di atas pohon.]


[Pohon yang mana?]


[Menolehlah ke belakang, pohon yang kududuki sekitar duapuluh lima langkah


dari arahmu. Err ... kalau tingginya aku tidak tahu berapa.]


Mendapati instruksi tersebut, Lu wei tak ada alasan untuk menolak. Benar saja, sebuah kaki tertangkap mata. Menjelajah ke atas, sebuah badan tertangkap lengkap dengan muka yang seperti menahan pengap.

__ADS_1


[Kenapa wajahmu menggambarkan kau seperti sedang dihimpit hantu kelebihan berat badan?]


[Sesuatu yang menghimpitku lebih dari itu! Cepat kemari dan bantu aku!]


[Aiya ... Baik-baik.]


Wushhh ....


Secepat kedipan mata Lu wei sudah tercermin di netra. Si Shidi awalnya berniat pura-pura terkejut tapi urung saat menyadari ini bukan saat yang tepat untuk berdrama-drama ria.


"Tidak semudah itu ...."


... Ferguso. Aduh, maafkan orang tua ini.


Satu alis terangkat mengambarkan kebingungan. Lu Wei berdecak lebih dulu sebelum menjawab, "Apanya yang tidak mudah, aku kuat jika harus menggendongmu keliling hutan ini."

__ADS_1


Namun, Lu wei agaknya harus menelan kembali perkataanya. Tenaga sudah dikerahkan sebisanya tapi tubuh Shidi itu tak bergerak seinci pun! Lu wei benar-benar bingung.


Hal berikutnya entah menjawab perkataannya atau malah membuatnya semakin bingung. Dahan berubah menjadi tangan, tangan itu melingkari pinggang Shidi. Dahan pohon yang tampak seperti dahan pohon biasa, tak ada yang bisa menaruh curiga saat melihatnya.


Sejurus kemudian dahan yang terlihat kokoh itu berubah drastis. Teksturnya terlihat jauh jauh sangat jauh lebih lembut, tentu saja bukan ilusi karna itu adalah tubuh perempuan! Astaga! Adegan yang antimainstream. Baiklah untuk menyopankan kata, ada baiknya ini disebut usluk-usluk.


What the hell! Jika bisa! Jika bisa Li na ingin menutup mata saja! Hal di depan sana sungguh menodai mata!


Sudut mulut Lu wei bergetar, di susul kekehan yang masih sama dibumbui gemetar. Peluh imajiner menggantung di pelipis Lu wei. Astaga menodai pandangannya saja. "S-shidi ..., " Lu wei berdehem, "j-jika kau butuh kain atau semacamnya aku a-aku bisa menyediakannya, atau kau butuh saran di mana tempat yang lebih cocok untuk k---"


"Hentikan omong kosong itu! Cepat tarik aku! Tolong aku, aku masih suci! Cepat tarik!" Tak menampik rasa takut, bulir bening dengan mulus dan cepat menyusuri pipi Shidi itu.


Sebuah ekspresi yang jarang ia tampilkan sekarang terpapar tanpa penghalang. Tampang antara ingin menangis atau  tertawa. Sungguh, Lu wei tidak tahu. "B-baiklah aku akan berusaha lebih keras."


Muka memerah peluh mulai menjajah, Lu wei benar-benar terlihat kacau. Oh tidak, kita melupakan sesuatu.

__ADS_1


Lu wei mulai merasakan adanya tarikan gravitasi. Astaga array itu mulai robek! Para cicak dadakan itu benar-benar mendalami peran sebagai cicak! Bagaimana bisa mereka memanjat pohon secepat itu dan semudah itu?! Banyaknya lubang array hadiah cicak dadakan itu membuat Lu wei semakin ketar-ketir. Oh bukan hanya itu saja.


__ADS_2