
Mulut-mulut yang masih menganga seketika terkatup di susul raut dungu yang terpampang menjengkelkan. Dengan dungu yang masih menyelimuti mereka tetap mengikuti instrupsi Lu wei.
Fu Cheng menyela, "Ahh! Tunggu! Tunggu! Kenapa hanya padaku?! Ada dua naga di sini."
Memang ada dua naga, tapi para murid menganggapnya tak kasat mata. Bukan karna benci atau apa, tapi karna rasa hormat.
Lin Qingxuan dan Jin Huang sedari tadi menonton dengan elit. Jin Huang dengan raut biasa saja dan Lin Qingxuan dengan raut datarnya. Menunggangi naga dengan anggun tanpa oleng sedikitpun. Namun, meski terlihat tidak ada apa-apa, para murid yang berbudi luhur sudah berpikiran jauh. Bagaimana jika mereka mengganggu dua orang emas itu?
"Apa yang kalian pedulikan dari raut-raut menjengkelkan itu?! Cepat naiki saja! Toh naganya tidak keberatan!"
__ADS_1
Fu Cheng sama saja dengan nonanya. Sama-sama berkata tanpa otak, dan sayangnya benar.
Lin Qingxuan dengan apatis menanggapi. "Tidak apa-apa."
Luas jarak antara tubuh lin Qingxuan dan jin Huang semakin menipis membuat Jin Huang tersenyum manis. Kini jaraknya hanya sekitar panjang pergelangan tangan ke siku. Dia semakin mendamba terputusnya jarak. Namun hal berikutnya membuatnya ingin menangis saja.
Lin Qingxuan melompat dan berakhir menaiki pedangnya. Matanya melirik ke arah kiri bawah, dia mendapati sesuatu. Ketenangan masih menyelimuti wajahnya tapi serangan yang diluncurkan sangat kontras dengan kata tenang.
Lu wei membalik badan dan mulai menyerang balik. Namun rasa malas mendorongnya enggan melakukan banyak gerakan untuk menangkal semua lawan. Bukan, kali ini bukan array. Dia akan menunjukan yang lain.
__ADS_1
Rantai diselimuti api biru terjulur dari telapak tangan Lu wei Tergenggam erat, meliuk tepat, menghancurkan seluruh benda yang mendekat. Sabetannya cukup fatal, para hantu terpecah dan menghasilkan hujan darah dan sedikit potongan tubuh, sedangkan hakim harta harus merasakan perihnya luka yang menganga.
Para murid yang masih sadar membalik badan tak bisa untuk tidak terkejut. Ada yang bertepuk tangan dengan riang, menganga, dan bahkan hampir oleng. Lu wei tidak tahu dan tidak ingin tahu apa yang terjadi di belakang dia malah kesal. "Apa yang kalian lihat?! Cepat bantu, Bodoh!"
Sungguh Lu wei sudah lelah dan sudah merasa sangat baik hati dari tadi. Energi spiritualnya sudah berkurang berapa persen omong-omong? Membuat array berulang kali, membuat cangkang baik transparan atau tidak, mengeluarkan binatang spiritual, mengeluarkan senjata spiritual. Jika kakaknya tahu, dia pasti akan membuat perayaan.
Beberapa sosok mendekat ditandai dengan serangan yang lebih dulu datang. Lu wei ingin mengehempas peluh di dahinya tapi tidak bisa, dia hanya bisa mendengus dan lanjut menggerakkan tangannya. Satu tangan menyangking rantai satu tangan lagi menyangking pedang. Lu wei bodoh karna menganggurkan tangan satunya yang memegang pedang.
Sebuah kipas menggantikan pedang, pedang beralih menopang kaki. Kipasnya terlihat sederhana sama seperti sesuatu yang keluar dari itu. Ya, sederhana. Sekali menancap tubuh lenyap.
__ADS_1
Liukan membawa kehancuran, bunyi kertas yang dihasilkan membuat para murid dari Klan Lu terkesiap.