
Gumamannya tidak jelas akibat terperangkap telapak tangan. "Ini menjijikan."
Dia menyadari sesuatu. Bukankah seharusnya sekarang tubuhnya dibedaki debu hitam? Apakah angin mencintainya sehingga mengusir debu-debu itu?
Namun, dia salah duga.
Kain sutra putih terbentang di atas kepalanya, sedikit mengenai dahinya. Lin qingxuan berdiri di sampingnya dengan wajah biasa saja yang sudah tentu tidak hangat. Li na bertanya yang masih kurang jelas. "Apa yang Anda lakukan?"
"Aku tahu kau tidak suka hal menjijikan dan kotor."
Berkedip cepat adalah wujud ketidakpercayaan Li na. Dia tersedak tawa. "Tapi, Hanfu Anda yang akan kotor."
Masih dengan raut biasanya. "Tidak apa-apa, ini tahan air dan debu sulit untuk menempel."
Aku lupa, bagaimana bisa pakaian Yang Mulia Pangeran Pertama klan terbesar di benua ini berbahan tidak luar biasa? Aku salah sudah mengkhawatirkannya. Li na hanya bisa tersenyum setengah.
Lain halnya dengan Lin qingxuan yang baru saja menghasilkan gula, orang-orang yang seolah tak dianggap oleh dunia di belakangnya masing-masing mengeluarkan umpatan dan keluhan tersendiri.
"Bau ini! Huh! Bau kotoranku bahkan lebih baik!"
__ADS_1
"Perasetan dengan bau! Sekarang tubuh mulusku butuh perawatan intens!"
"Astaga, lambungku bergetar aaahhh tidak kuat!" Orang ini langsung muntah.
Oh, rupanya muntah sekarang menular, ya? Orang-orang di samping, belakang, dan depan, pokoknya semuanya memuntahkan isi perut. Mata mereka seketika seperti leci, berair dan terlihat enak. Bagi para hantu tentu saja.
Li na yang prihatin hanya akan bertanya. "Apa kalian baik-baik saja?"
"Ya! Kami tentu saja baik-baik saja!"
Ucapan sarkas itu hanya mendapat kekehan manis. Li na berjalan mendekati orang-orang, meninggalkan Lin qingxuan yang masih menepuk hanfu putih polosnya. Terlalu rajin memang.
Salah seorang sontak meludah. "Tenang hanya berlaku untuk yang mempunyai pegangan, kami hanya rakyat jelata yang tidak punya setidaknya pedang bagaimana bisa kita tenang?"
"Dengan keyakinan kamu menang, dengan keputusasaan di awal kamu kalah.
Orang itu hanya memutar mata sebagai jawaban.
Baiklah, kali ini haruslah mengungkap siapa dalang yang menunjukan pentasnya kali ini.
__ADS_1
"Baiklah, kembali ke waktu tadi. Aku ingin bertanya, apakah salah satu dari kalian dalam hari ini atau minggu ini keluar dengan alasan pribadi?"
Seseorang wajahnya teroksidasi.
Wanita yang waktu itu--- baiklah, beri dia julukan agar bisa dikenal, wanita ketua, ya. Wanita ketua itu menjawab, "Aku tidak ingat, mereka keluar biasanya karna ada pesanan yang minta dilayani di kandang ... Tapi sepertinya ada beberapa."
"Bisa kau tolong beritahu aku?"
"Ling wei, Qiang Zhi, Bi Sha, kemari!"
Tiga sosok wanita mendekat dengan wajah sedikit terbebani. Ada salah satu yang familiar.
"Aku tahu ini tidak sopan, tapi bisakah kalian membantuku?" Hanya perlu ramah untuk membujuk. Li na, kau memang rajanya bertingkah seperti api.
Tiga wanita itu menjawab, "Tentu."
"Aku pergi sekitar hampir siang untuk memberi beberapa kosmetik."
"Aku pergi dari pagi hingga pertengahan siang untuk berbelanja juga, bukan hanya kosmetik, tapi ada juga beras, pakaian, hiasan, wewangian, beberapa teh, dan obat kuat untuk ... Uhuk, Nona pemimpin, ini adalah kegiatan rutin setiap satu bulan sekali, ini adalah giliranku."
__ADS_1
Lalu yang terakhir, sepertinya dia juga yang terakhir disebut. Bi Sha.