Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
51


__ADS_3

49


Nada tegas sulit digoyahkan menyelimuti perkataan Lu wei. "Hanya satu bulan. Dia bilang padaku dia ingin liburan. Bisakah?"


Sunyi hanya bertahan hitungan detik. Setelah perkataan itu sepunuhnya terhisap oleh telinga, semua orang mulai mengeluarkan kemampuan mulutnya. Ya, apa lagi? Ghibah tentu saja.


Tidak ada tanggapan dari yang lebih tinggi. Seolah perkataan tadi hanya angin lalu, kaisar mengalihkan pandangan. Dia bertanya, "Apa keinginan mu."


"Tidak ada yang boleh pergi."


Pupil Lu wei menyusut kemudian memicing. Sebuah emosi bergumul di hatinya, Anak manja itu memang meresahkan. Setidaknya jika tidak ingin ada yang berharap jangan membuat harapan. Kau melakukan ini, kakakku akan semakin tersiksa. Dewa, timbun aku dalam rasa sabar.


Apa perlu aku transfer? Baiklah, kalau begitu melalui apa?


Jangan hiraukan manusia dengan otak yang sedikit tidak simetris itu, Kawan. Barangkali dia habis bersemedi dan otaknya masih suci, sehingga banyak kata-kata yang keluar dari mulutnya sama sekali tidak sinkron dengan hal-hal duniawi.


Badai amarah menyelimuti hati Lu wei Sebisa mungkin dia mengendalikan diri, salah satu cara yang ia lakukan ialah menghela nafas. "Jadi bagaimana? Apakah pengajuanku disetujui?"

__ADS_1


"Tidak."


Hey, giok terbaik abad ini mempunyai masalah hidup apakah? Kenapa dia menjadi sepeduli itu? Terlalu ikut campur!


Kaisar berjalan ditemani kekehan yang cenderung tawar. Beberapa dayang mengerti apa yang harus mereka lakukan. Menyiapkan tempat minum teh sudah pasti itu.


Bongkahan batu itu memang pipih cocok dan tidak menyiksa 'bagian belakangmu' jika duduk. Suara yang dilahirkan benturan air dan cangkir itu menenangkan sanubari. Seusai menyesap beberapa kali, kaisar akhirnya mengeluarkan kata. "Tidak bisakah permintaan kalian diganti?"


Sudah dikatakan, mereka memang cocok. "Tidak." Kompak, lagi.


"Ti---"


"Jika kalian kompak lagi, aku tidak akan keberatan membuat kalian menjadi teman kelas."


Alhasil, sedikit udara terperangkap dan membuat pipih lu wei sedikit lebih bervolume. Sama halnya dengan kata yang hampir saja terucap. Huh, untung saja! Hampir saja!


Membayangkan wajah menyebalkan itu menjadi penyapa disetiap harinya benar-benar membuat lambung Lu wei bergejolak.

__ADS_1


"Tidak."


Dasar sinting!


Benar, lin qingxuan seharusnya tidak seperti ini. Apa dia kerasukan hantu penunggu hutan?! Aduh, sayang sekali aku tidak bisa membantu. Siapapun di dalam! Keluar kau s**l*n!


Memang sedikit tidak sesuai jalur. Baik dari cerita asli, atau dari kesan saat dia pertama kali hidup di waktu ini, li na menyimpulkan kalau lin qingxuan adalah tipikal karakter yang kata-katanya seharga berlian. Bukan karakter menyebalkan seperti ini!


Hembusan nafas tak lagi bisa ia tahan, pijatan pada kening juga tampaknya tidak membantu. Dengan nada lelah kaisar berkata, "Kutarik lagi kata-kataku, tidak ada hadiah. Semua kembali!"


"A-apa tidak! Bukankah tidak enak memakan kata-kata sendiri. Yang mulia! Saya hanya meminta hadiah kecil sebelum bencana lembaran buku menimbun saya! Tolong beri izin!"


Tidak! Tidak bisa! Dia harus bisa!


"Aaa tunggu tunggu!" An chi menyengir.


Dia berjalan mulai ke tengah, senyuman turut terpasang di wajah menawannya. Setelah jeda beberapa kali orang bernafas, dia akhirnya melanjutkan, "Begini, Nona Lu meminta liburan maaf saja tapi waktunya sedikit kurang memungkinkan.

__ADS_1


__ADS_2