Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
181


__ADS_3

"Nona, anda sangat pintar! Dengan adanya Warga yang menerapkan tata krama, energi Yin akan tertutupi atau dihapus energi Yang yang berasal dari ketenangan hati itu. Dan para hantu otomatis akan kehilangan minat."


"Namun, seharusnya, jika memang dua pihak, Warga yang menerapkan tata krama itu seharusnya bertahan lama. Sayangnya, itu hanya bertahan sebentar. Itu lenyap sebelum aku dan Yang Mulia pergi."


Serentak semuanya: "Bhahahaha! Kalian dijadikan boneka teater?!"


Tangan li na sudah gatal untuk menabok orang-orang itu satu persatu, sungguh. Dia hanya bisa terkekeh miris dan meneguk minuman dengan sewot. "Mirisnya, iya."


Pemuda yang tadi bersuara. "Ibu hamil tidak boleh terpapar hal-hal buruk. Nona Bi Sha ini rasanya bisa lulus ujian kekaisaran, ahahaha! Dia benar-benar pintar!


"Tigabulan adalah masa di mana janin diberi roh pintu, sudah pasti tidak boleh terpapar hal-hal buruk. Nona Bi Sha ini begitu pintar memanfaatkan suasana. Selagi dia menghancurkan pasar untuk membersihkan energi Yin karna Hantu-hantu akan memakannya tentu saja. Dia juga membuat sapunya di bersihkan. Dan kalian adalah sapu yang membersihkan sapu! Ahahhaha!" Nona ini, kenapa menjengkelkan juga? Aduh, tawanya manis tapi disituasi saat ini dia begitu terlihat sembrono.

__ADS_1


"Aku harus mengakuinya walau ini memalukan. Ya, aku dan Yang Mulia adalah sapu terakhirnya."


Pemuda tadi kembali berkata. "Membersihkan pasar, benar-benar penyopanan kata!"


Karna bagaimanapun, membersihkan energi Yin harus dari sumbernya. Dan itu sama saja membunuh orang-orang di pasar.


Dengan tidak adanya sumber energi Yin, para hantu akan berakhir pergi dan mencari sumber yang lain. Sumber energi Yin pergi, para hantu pergi, dan semuanya bersih.


Li na merasa dia baru saja dicium angin segar. Dia merasa berbunga-bunga, dan dengan bangga berkata, "Ini semua berkat cacing-cacing perut yang sangat sungguh budiman milikku. Andai aku tidak meminta nanas, mungkin Bi Sha akan lebih beruntung."


Nona tadi memasang senyum yang sulit diartikan. "Cacingmu pasti bangga karna kau membanggakannya."

__ADS_1


Li na tidak terlalu mengerti, jadinya dia memilih melanjutkan. "Kalian tahu, ini adalah bagian yang dicintai pecinta keributan. Ya, setelah gorden teater tersingkap,Bi Sha terungkap. Dia mendapatkan jambakan dan tambahan tamparan. Oh, bukan hanya itu! Tambahan memberi hadiah berupa benturan yang mengakibatkan kulit di pelipisnya sobek. Nona pemimpin yang melakukannya."


Beberapa orang bereaksi.


"Ah, dia pantas mendapatkannya."


"Kurasa tidak pantas, karna itu kurang."


"Aku rasa, jika mengambil sudut pandang dari Bi Sha, aku akan berubah pikiran. Aku tidak menjamin aku berada di pihak seberangnya."


"Sebenarnya siapa yang salah di sini? Bi Sha , aiyaa, kenapa dia tidak mengundurkan diri baik-baik? Aku tahu itu mustahil, tapi kurasa mendengar ceritanya dia belum mencobanya."

__ADS_1


Li na menaikkan sudut bibir. Mengunyah cemilan yang ada kemudian tertawa singkat. Jedanya tidak lama


__ADS_2