
Sebentar lagi akan ada ulangan, agaknya kakakmu mungkin juga akan menolak. Dia tentu saja tidak ingin nilainya tidak bagus di kemudian hari, bukan?"
"Benarkah?"
"Apakah aku kurang teliti atau bagaimana? Di papan pengumuman kurasa tidak ada ulangan beberapa waktu kedepan."
"Astaga aku belum belajar."
"Jantungku ahh."
Senyum An chi untuk sejenak membeku. Berdehem pun sama sekali tidak bisa mengalahkan es yang membekukan suasana. "Kalian! Apakah kalian belajar hanya jika ada ulangan? Ha! Kalian ketahuan! Bersiap-siaplah, pening akan meneror otak kalian dalam jangka waktu yang lama."
Sejurus kemudian, susana dibanjiri kata 'tidak' juga ******* lelah, mengemis rasa iba.
"Oh, begitu?" Lu wei terkekeh, bukan manis melainkan sinis. "Tampaknya memang tidak ada kesempatan? Baiklah."
Sebuah hasrat yang sangat sulit diredam, akhirnya berhasil ia padamkan. Tahu apa itu? Tebak.
__ADS_1
Hasrat untuk melukai seseorang, sebagai sandra. Siapa? Tentu saja lin qingxuam . Sebuah penolakan atas permintaannya tentu saja tidak akan dia dapatkan jika ia melakukan hal itu. Namun, banyak hal menjeratnya untuk melakukan itu. Sayang sekali, padahal beberapa orang suka kerusuhan.
Kau pikir Lu wei itu pandai menyembunyikan hasrat seperti lin qingxuan? Tidak, kawan. Lihatlah wajahnya, mata meredup tapi ketajaman tatapan masih ia jaga. Tidak bisakah dia memfilter sepersen saja? Ini terlalu menerawang.
"Baiklah, saya lapar. Permisi." Detik terakhir dia melengkapkan perkataan, tubuhnya berubah transparan.
An chi spontan mencegah. "H-hey t---"
Telinganya memang bolong, tapi otaknya menepis untuk menanggapi. Dia pergi dengan meninggalkan kesan berbeda spesies dibenak orang-orang.
An chi menghela nafas, dia mengalihkan mata. Bertanya pada sosok di sampingnya. "Apa aku membuatnya kesal?"
"Jangan dimasukan ke hati." Begitu saja, tapi efeknya luar biasa. Kaisar memang begitu perhatian.
Lihatlah betapa sangat banyak bahan gosip hari ini. Tidak hanya tentang murid baru yang mengguncang hati guru, ada juga rumor yang sebenarnya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Kisah cinta segitiga yang bersembunyi di balik dinding dingin istana. Kandidatnya tentu saja kaisar, ratu, juga selir. Ya, siapa lagi?
Betapa subjektifnya kalimat di atas! Siapa yang tahu? Ini hanya sekedar camilan saat berkumpul bersama teman.
__ADS_1
Mari beralih sisi.
••••
Pancaran sinar Biru gelap tampak indah dari kejauhan. Debu-debu bertebaran, dihasilkan dari ledakan yang membombardir. Menghancurkan ekosistem yang terjalin di sepetak tanah penuh pepohonan itu.
Jika saja pepohonan atau tanah bisa berteriak, hutan ini sudah tentu dipenuhi bunyi nyaring yang melengking. Apa daya, mereka hanya bisa diam sambil menunggu giliran untuk hancur.
Satu pohon sudah hampir tamat kehidupannya, jika saja tidak ada serangan yang menyerang pihak yang melemparkan serangan kepadanya.
Dua energi saling bertubrukan, menciptakan sebongkah sesuatu yang manis seperti permen kapas. Namun, tentu saja itu hanya delusi.
"Hentikan, dasar gila! Benar! Kau semakin gila karna tamu bulananmu!"
Pigmen merah tampak menyala bagai api di netra 'si gila' itu. Dengan dingin dia menyergah, "Menyingkirlah!"
Tampaknya yang tertangkap oleh telinga, juga otak pihak seberang adalah anonimnya. Bukanya menjauh, dia malah mendekatkan diri.
__ADS_1
Gemetar menjalari tiap inci tubuhnya. Lu wei tahu, ini salah. Tapi sulit untuk menekan apalagi menghindari kejadian ini. "Menyingkirlah!"