Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
199


__ADS_3

"Mungkinkah tidak dicampur air? Melainkan langsung ditaruh di awan?"


Hening sesaat, Lin qili mengisinya untuk berfikir, sama dengan tiga orang lainnya. Sedangkan paman itu mengelus janggutnya. Setelah puas, barulah dia menjawab, "Perlu diperiksa."


Meski banyak pertanyaan yang memaksa dikeluarkan, Li na hanya akan mengeluarkan satu. "Lalu ... Err bubuk cinta, bubuk cinta itu siapa yang menciptakan?"


Lin qili tertawa.


Li na dengan raut bertanyanya menoleh dengan paksa dan mengeluarkan. "Hmm?"


Tawa bercampur dalam jawaban. "Hahaha, aduh, haha, begini ...." Paman itu meneguk air terlebih dahulu. "... Mengingat maraknya perjodohan paksa---perjodohan memang memaksa ya ampun, ah lupakan. Kami, selaku uhh klan besar juga inti, berunding untuk menyelesaikan masalah ini. Banyaknya perceraian, anak ditelantarkan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Kami memutuskan membuat sesuatu yang bisa menyelamatkan itu."

__ADS_1


Bibir yang berkedut menjadi bukti bahwa li na benar-benar tidak menduga. "J-jadi---"


"Ah! Tapi kami bukan yang menciptakan bubuk cinta yang ini!" Paman itu menurunkan pandangannya, dia berkata lagi dengan intonasi berbeda dengan tadi. "Bukan kami."


Jin Huang dan lin qili sudah lebih dulu memunculkan semu merah. Sedangkan Tuan Jin memilih memasukkan asam ke wajahnya.


Li na tertawa hampa, demi meyakinkan kalau dia benar-benar tertawa dia membuat bahunya bergetar. "Ahahaha, lalu?"


Helaan nafas tampaknya membuat paman itu lebih tenang, terbukti dari nada bicaranya. "Bubuk yang kami ciptakan hanya berfungsi sebagai, penahanan. Begini, orang yang terkena akan berpikiran begini 'Ah, aku baru mengenalnya, mungkin ini sisi buruknya, siapa tahu ada lebih banyak sisi baiknya, aku akan bertahan' begitu. Kami tidak, tidak berani me ...," Tersedak, tidak hanya menyakiti tenggorokan tapi juga membuat dia menunduk lagi. Dia berdehem. "Itu sama saja kami memaksa, kami hanya menuntun mereka, tidak mendorong mereka untuk melakukan interaksi mendalam."


JinHuang: "Ini benar-benar mencuri muka."

__ADS_1


Lin qili tersenyum setengah, dan peluh semu menggerayangi pelipisnya. "Ini sedikit membuat terpojok."


Disertai alis yang menaik, li na bertanya dengan benar. Namun, mulutnya yang mengeluarkan pftt singkat, benar-benar menghancurkan gelar bertanya dengan baik. "Ahh, ada seseorang yang menyelewengkan?" Tidak bisa, dia akhirnya tertawa. Ingatkan dia untuk menjulurkan lidah dan menggoyangkan ekor nanti, oke?!


Tawa lirih li na harus terusir karna tatapan tajam Tuan Jin.


Tuan Jin: "Berani-beraninya kau tertawa."


Nasib, kini bibirnya harus tergigit demi menjaga kepalanya. Li na berakhir menunduk.


"Waktu itu kami begitu percaya dengan kemampuan kami, kami sudah mengumumkan perencanaan kami sebelum membuat bubuknya. Dan, dan ... Itu malah." Tawa dengan paksa dikeluarkan. "Haha, seseorang tidak percaya dengan kami, sehingga meracik itu sendiri, dan menyebarkan dengan nama kami. Kami bahkan baru menyelesaikan setengah proses waktu itu, tapi dia sudah memasarkan. Para warga tentu saja antusias, terutama orangtua yang berniat menjodohkan anaknya. Mereka terlihat sangat senang, tapi dihari kemudian mereka memasang wajah setengah ramah saat berterimakasih pada kami."

__ADS_1


Demi menjaga kepalanya, dia mengapit wajahnya di perpotongan lengan dan membelokkan niat, tadinya ingin tertawa sekarang menjadi batuk. Batinnya benar-benar terguncang. Orang-orang pasti berpikiran bahwa orang-orang di atas mereka sungguh sesat. "Jadi, apakah 'orang yang meracik sendiri' sudah ditemukan?"


THE END


__ADS_2