Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
Pria Es


__ADS_3

22


Sosok dengan kilau dingin di matanya masih setia mendengarkan. Ya, tentu si manusia es itu, lin qingxuan.


Nada tragis menyelimuti jawaban lin qili. "Tapi jika batu-batu itu berkumpul kemudian bersatu, membuat kubu dan berakhir mendirikan bendungan... Itu akan menjadi 'menghentikan' meski hanya sesaat."


"Hanya sesaat, jika kita mengontrolnya ... Kecil kemungkinan ikan-ikan akan tertangkap banyak."


Tak tahan dengan situasi yang membuat otaknya kehabisan baterai, lin qili akhirnya terduduk lemas menyandar pada pohon di belakangnya. Telapak tanganya menangkup dan kemudian mengusap kasar wajahnya. Erangan kesal dengan jengkel dia keluarkan.


"Shijie!"


Bulu kuduk ming mei meremang mendengar panggilan dari seseorang yang minta ditendang.


Li Na memasuki area mereka. Nafasnya memburu dihiasi bulir-bulir keringat di pelipisnya.


Untuk sejenak, beberapa orang itu seolah menegang, seperti ada sesuatu yang terkekang dan ditahan untuk tidak keluar.


"Kalian ternyata disini! Aku mencari kalian seperti mencari seseorang yang tulus!"

__ADS_1


Eh, kenapa dia tiba-tiba menjadi seperti gadis butuh cinta? Jangan katakan dia mmenjad....


"Mungkin matamu sudah mulai buram."


Tak menyalak, dan tak mengelak atas jawaban pedas dari Shijie tersayangnya itu, li na malah memasang senyum jahil. "Kamu benar! Mataku memburam karna suasana membosankan itu! Jadi ... Bisakah kita keluar untuk menjernihkan mata?"


Ming mei mengerti, dia merotasikan bola matanya dengan hati menahan gatal untuk melakukan hal kriminal pada seseorang di sampingnya. "Maksudmu adalah mencari kaki baru untuk dipeluk, benar bukan?"


Li na tercekat. Apa kepalanya  menerawang kah? Atau ming mwi adalah titisan orang Indihome--- indigo? Yang bisa mengetahui hal-hal yang tak terjangkau oleh mata? Enn, kamu sepertinya terlalu cepat mengamati.


Ninuninuninuuu! Rencana berikutnya!


Jika li na mempunyai banyak pacar, atau setidaknya satu orang pacar yang berkedudukan tinggi dengan kata lain kuat, jika suatu saat nanti dia akan kehilangan kepalanya ... Setidaknya ada seseorang yang mengulur waktu dan setitik kemungkinan bisa menyelamatkannya. Juga ... Dia tetap ingin ada seseorang yang merasa kehilangan atas dirinya!


Ohohoho!


"T-tidak... Shijie, kenapa kamu selalu berpikiran buruk padaku? Hatiku sakit." Dia menangis.


Ini memang tidak sehebat Gokuyu no jutsu---penulisannya benar begitu, kan?--- dalam menghanguskan orang, tapi setidaknya air asin itu bisa menghujani hati seseorang dengan rasa bersalah dan kasihan.

__ADS_1


Lin Qili melotot, berkebalikan dengan ming mei yang masih tak tersentuh sepercikpun air mata buaya betina itu.


Lin qingxuan


Jangan ditanya!


Dia bahkan hampir meruntuhkan ekspresi tanpa jiwa miliknya! Beberapa kata hampir lolos keluar dari bibirnya.


"Baiklah! Ayo, A wei kita keluar! Jangan menangis lagi, baik?"


Apa? Jangan menyangka dan  berharap itu adalah manusia tanpa otot wajah, si anu itu?


Bangunlah! Bangun! Kenyataan akan mengguyur wajahmu dengan seember air es!


Lin qingxuan menelan kembali beberapa kata saat menyadari itu hanya imitasi.


Tentu saja yang berkata tadi adalah ling qili tersayang kita!


Seolah dia sedang membujuk kekasihnya yang sedang dikelilingi awan hitam akibat menstruasi, lin qiki mengeluarkan elusan di kepala li na dan berkata penuh kelembutan.

__ADS_1


"Jangan menangis, kita pergi sek----"


Tolong dia cepat tolong Lin Qili itu!


__ADS_2