Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
182


__ADS_3

"Apa kalian suka digantung? Ya, sudahlah."


"Ah, tidak! Tidak! Lanjutkan!"


"Ya, ya, ya! Lanjutkan!"


"Nona pemimpin marah besar. Matanya memerah dan menatap Bi Sha dengan nyalang. Tapi entah kenapa, aku melihat setitik 'kasihan' dari perkataannya, maaf jika memang tidak ada. Aku sedang mengunyah nanas waktu itu." Li na menghempaskan nafas sejenak. "Temannya Bi Sha yang melihat itu langsung melindunginya. Memohon belas kasih, tapi Nona pemimpin tidak memperdulikan itu. Beberapa potong nanas sudah tertelan, detik diisi berisik yang bagi beberapa orang enak didengar.  Tamparan, jambakan, teriakan, pekikan, geraman, yang memekik tentu saja yang menonton, yang menonton mana mungkin membantu."


Aih?


Li na benar-benar---


Dia melanjutkan, "Rasa manis segar nanas harus berpamitan pada lidah. Teriakan yang tadinya tidak terlalu menyakiti telinga berubah menjadi seolah ingin menghancurkan telinga. Bi Sha bukan lagi Bi Sha"

__ADS_1


Li na mengangkat wajah, menatap serius sekumpulan tubuh dengan leher yang menjulur ke arahnya. "Belatung mencuat dari pori-porinya, wajahnya didandani darah, bibirnya menghasilkan cekikikan menakutkan."


Mundur dengan bibir berkedut, mengeluarkan ******* singkat, dan ada yang bibirnya tergigit karna terkejut.


"Dia naik, naik dan naik. Darah menelusuri betis indahnya, jatuh dan membasahi lantai kedai."


Nona yang tadi kembali bersuara. Wajahnya tetap sama. "Bandarnya tidak puas, ya?"


"Tidak.Tidak salah. Bi Sha berakhir menjadi boneka teater."


Orang-orang tidak bisa menahan Pftt untuk keluar. Salah satu di antaranya menimpali, "Lalu, lalu, dia memiliki peran apa? Apa kali ini dia menjadi tong sampah?!"


Kali ini gelak tawa benar-benar ada. Li na juga terkekeh sedikit.

__ADS_1


"Aku saat itu tidak tahu harus tertawa atau menjatuhkan ginjalku. Orang-orang yang berlari memutari kedai, Bi Sha yang menjadi boneka, benar-benar meresahkan."


"Memutari kedai?! Buahahhahahah aku rasa jika aku ada di sana, aku akan membanting mereka satu persatu!" Kali ini pemuda tadi. Isi mulutnya tidak terlalu berbeda dengan Nona itu.


"Sayangnya, aku memiliki nurani, aku membiarkan mereka berlari keluar. Baiklah, setelahnya aku bertarung lagi. Awalnya hanya aku dan dia, berbasa-basi busuk sebentar. Sayangnya, rupanya pihak seberang tidak menikmati basa basiku. Para hantu datang lagi."


Sesuatu melintas di otak di antara tegukan. "Ahh, aku lupa memberi tahu kalian tentang hal itu. Sebelum bi sha berubah saat pertarungan kedua, sebelum aku makan nanas, aku memastikan seberapa besar kerusuhan ini. Melempar hantu sejauh mungkin, satu, dua, tiga, tabir yang rusak sampai tiga. Daerah, sampai daerah. Dan karna itulah, aku mau berbasa-basi dengan bi sha. Seorang bandar yang hanya bandar tidak akan terlalu semerepotkan ini. Sepertinya yang mengkhianati juga dihianati. Bi Sha dari awal memang boneka teater, bukan dalang."


"Ahh, jadi ini ...."


Melempar hantu sejauh mungkin, satu, dua, tiga, tabir yang rusak sampai tiga. Daerah, sampai daerah. Dan karna itulah, aku mau berbasa-basi dengan bi sha. Seorang bandar yang hanya bandar tidak akan terlalu semerepotkan ini. Sepertinya yang mengkhianati juga dihianati. Bi Sha dari awal memang boneka teater, bukan dalang"


Apakah kalian mengerti? Apakah susah dimengerti, baiklah itu akan kalian pahami lagi.

__ADS_1


"Seorang bandar yang hanya bandar tidak akan terlalu semerepotkan ini. Sepertinya yang mengkhianati juga dihianati. Bi Sha dari awal memang boneka teater, bukan dalang"


__ADS_2