
Sesuatu yang dihasilkan dari itu membuat darah Lu Wei mendidih.
Kenapa harus si sialan lagi? Sudah berapa banyak debu yang menempel dipinggangnya? Sungguh, i-ini Lin qingxuan ingin membunuhnya lewat area samping? Menusukkan sesuatu di pinggangnya? Jika iya kenapa tidak dari tadi? Apa karna terlalu sedikit detiknya? Perlu diperpanjang agar semuanya jelas?
Lu wei bukan Lu wei jika tidak membalas balik. Tentu saja balasannya lebih bagus. Sebuah sikutan ia layangkan pada pinggang Lin qingxuan.
Dia beringsut dan memilih berakhir di sisi Xing'er. Semua yang matanya tersapa tidak mampu memalingkan kepala. Bisik-bisik kian menganak, hanya saja kurang keras atau bahkan hampir semu. Sangat tidak elit.
"Sebuah prestasi yang patut dijadikan prasasti. Kalian bisa sampai sejauh ini?! Kaisar ini akan membuat perayaan atau meniadakan ulangan untuk tahun ini bagaimana?"
Terhenyak, oleng, melongo, melotot, hampir kayang, reaksi yang terlalu banyak dan terkesan kegirangan membuat darah Lu wei semakin mendidih.
Berani sekali mereka memasang senyum saat kakaknya sendiri bahkan tidak mampu membuka mata. Egois? Lu wei tidak menampik akan itu. Baginya, Kakaknya adalah segalanya.
Mereka mati atau tidak, itu urusan mereka bukan? Siapa yang berkata ingin ikut sudah pasti tahu resiko. Jadi, Lu wei salah di inci mana? Dia bahkan tidak meminta bantuan. Huftt.
__ADS_1
"B-benarkah?"
"Telingaku tidak salah dengar, kan?"
"Maaf lancang, apa itu sungguh?"
Kaisar menaikkan satu alis. "Kalian meragukanku, anak muda? Tentu saja itu hanya omong kosong belaka."
Sudut mulut Lu wei berkedut, begitupun dengan Xing'er. Pfttt hampir saja lolos, jika itu lolos hukuman sudah siap untuk dijalani. Lain halnya dengan satu orang, dia bahkan bisa membalas omong kosong itu.
"Ayah, jangan meledek mereka. Mereka tersiksa."
"Berhenti berperilaku tidak sesuai kondisi! Ini bukan piknik!"
"Istriku, ini piknik. Dan kita adalah daging di antara api."
__ADS_1
An chi memilih mendengus dan berakhir menumpahkan kekesalannya pada para iblis pengganggu jiwa. Membuat erangan, teriakan, lengguhan mengganda.
Kaisar tertawa pendek sesaat sebelum dia kembali menjadi seseorang yang para murid sangka.
Awalnya Lu wei berpikir pasangan itu akan tetap melanjutkan menebar gula. Namun, dia harus berbaik sangka pada pasangan ini. Meski bucin, mereka tahu situasi.
An chi melesat ke atas beberapa meter, meliuk, terbang zigzag, di susul kaisar yang melakukan hal sama. Dua orang itu terus berputar berganti posisi membuat mata yang melihat pusing. Aliran energi menjadi ekor di setiap gerakan, membuat jejak seolah serpihan bintang jatuh.
Dua orang itu saling menempelkan telapak tangan dengan bunyi hentakan yang mendahului. Sejurus kemudian aliran energi seolah tertendang, menendang lurus nan deras ke arah jaring emas.
Kolaborasi yang cukup indah.
Masih dengan telapak tangan yang bersentuhan, sejoli itu perlahan turun. Mata terpejam dengan bibir terkatup rapat, rambut berkibar mengalir bebas di antara udara. Kilau energi yang temaram semakin mempercantik.
Semua yang melihat dipenuhi binar kagum lengkap dengan mulut yang tersenyum.a
__ADS_1
Oh, jangan lupakan ini. Suara-suara yang dihasilkan Iblis pengganggu jiwa bahkan lebih membuat gila karna senang.
Namun binar kekaguman rupanya hanya mampir belaka, terusir karna sesuatu yang muncrat dari mulut orang-orang yang menciptakan kekaguman itu.