
Hantu sudah cukup menjengkelkan! Kenapa harus ditambah mayat-mayat ini juga astaga!
Tubuh-tubuh itu berdiri dengan tangan yang terjulur di depan dada, mulut mengeluarkan asap hitam beserta lolongan.
Peluh mulai menggantung di pelipis. Li na menengok Bai Xiang guna mencari pencerahan. Namun, apa yang didapat bukanlah pencerahan. Warna muka Lin qingxuan semakin samar, pucat dan mengkhawatirkan.
Li na memilih mengedarkan pandangan, saat ini tubuh-tubuh pucat membuatnya terpojok. Lolongan terasa memenuhi telinga. Di saat-saat seperti ini yang berguna yang menjadi isi kepala sama sekali tidak ada. Otaknya pergi kemana sih?
Tanpa sadar, ternyata dari sekian gerakan dan langkah, Lin qingxuan dan Li na membuat sebuah lingkaran kecil berisi orang-orang yang belum terkena masalah.
Ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan!
Sebuah kubah terbentuk, tapi Lin qingxuan bukannya merasa lega malah sedikit berteriak, "Apa yang kau lakukan?!"
Li na menyengir dan menjawab seadanya, "Yang mulia terlihat tidak baik, kubah ini akan membuatmu merasa lebih baik."
__ADS_1
Bersama Lu qeu beberapa bulan membuat Li na mempelajari banyak cara atau bahkan sihir? Dia bahkan tidak mencurigakan saat melawan para hantu dan mayat itu.
Lu na membalik badan, tersenyum sejenak saat mendapati ternyata jarinya mahir juga melakukan ini. Bilah pedang menari diudara ditopang jari jemari, seperti balerina yang berputar indah dengan satu kaki.
Sayangnya, hal yang dihasilkan bukanlah keindahan. Pedang itu akhirnya digenggam dengan baik, digerakkan ke atas membelah ruang dan udara. Aliran energi biru mengiringi dan membuat sejumlah makhluk yang mendekat terdistorsi.
Tubuh-tubuh pucat itu terpental, para mayat yang terkena berakhir menjadi onggokan daging tak berguna.
Para hantu tampaknya geram dan mulai menyerang lebih keras lagi. Li na ingin mengeluh tapi tak punya waktu.
Setidaknya, Li na punya waktu untuk menjawab Lin qingxuan. "Saya sudah membiarkan Yang mulia membantu saya."
Mau bagaimanapun, kepala Li na mempunyai keterikatan dengan Lin qingxuan. Jika Lin qingxuan terluka apalagi sampai mati, kepalanya akan mengalami hal yang sama.
Jadi, dengan Lin qingxuan berdiri di dalam kubah, itu sudah membantunya.
__ADS_1
"Keras kepala!"
Li na hanya bisa meringis dan lanjut menebas. Tabir itu hanya bisa dihancurkan dengan darahnya. Para hantu juga tidak bisa memecahkan kubah itu, sudah diberitahu bahwa hanya bisa dihancurkan dengan darahnya. Sebaliknya, setiap mereka---hantu dan para mayat menyentuhnya, mereka akan bereaksi seolah tersetrum.
Meski ia terlihat fokus pada tubuh-tubuh pucat, nyatanya sudut matanya mendapatkan keganjilan. Lagi.
Sesuatu yang berbentuk gelondong menghasilkan ruang untuk cahaya ada. Cahaya itu berwarna jingga yang membuat nyaman mata. Dentang lonceng begitu tenang, seolah angin menyentilnya dengan penuh kasih sayang. Kayu-kayu yang menjadi bahan konstruksi rumah itu seolah diberi udara terbersih sedunia, hingga tampak begitu enak dipandang di tengah semua kegaduhan ini.
Bodoh, sangat enak dipandang itu karna hanya ada itu, satu-satunya hal yang tidak diselimuti kegaduhan.
Papan yang menggantung di atas pintu menghadirkan sesuatu yang ambigu.
Rumah Hangat Kami.
Entah yang mana artinya, intinya itu banyak artinya.
__ADS_1
Tangan Lu na rasanya sudah berotot, menebas, meliukkan pedang, memberi tusukan. Berapa banyak kalori yang terbakar dari itu. Oh, belum lagi tubunya yang terus bergerak seperti cacing tersiram cuka.