Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
178


__ADS_3

"Rupanya, juragan area sini bermaksud membuat pasar malam. Aku dan Yang mulai memutuskan untuk tinggal, bermain, menaklukan berbagai teka-teki, pokoknya melalukan banyak hal. Sampai saat matahari terbenam, saat tanghulu setengah tertelan, keganjalan akhirnya ditemukan."


Mendapati tidak ada respon, lu na melanjutkan. "Pasar seharusnya sudah tidak berlaku aturan tata krama bukan? Terkadang, bahkan sampai ada pembunuhan. Tapi, ta---"


"MEREKA MENERAPKAN TATA KRAMA?!"


Entah berapa mulut, yang pasti lu na kagum akan kerja sama mereka menyiksa gendang telinganya. Ekspresi lu na mengandung sedikit rasa sebal. Dia menangguk, "Benar, dari situlah awalnya. Tidak lama setelah di sadari, para hantu mulai memunculkan diri. Orang-orang berlari tungang langgang, mencari tempat aman. Hal yang pertama di lakukan adalah tentu saja membuat pertahanan. Jimat-jimat dilempar, tapi ternyata itu malah memperburuk."


"Astaga, apa orang ini kaya? Hantu kelas sedang, biayanya lumayan memeras kantong."


"Kupikir, mungkin itu adalah salah satu juragan pasar lain yang iri? Mungkin?"


Lu na tidak suka disela begitu banyak. Dia menyela, "Dengarkan aku dulu!" Dia menghempaskan nafas. "Kita potong. Sampai ke bagian ini. Semua hantu sudah menjadi ikan pang---bakar yang gagal---"


"Ikan bakar?"


"Tidak mungkin!"

__ADS_1


"Orang ini ...."


"A-api---"


Lu na mengeluarkan "syuuutt" dengan penuh penekanan, dan mengeluarkan penguat. "Diam atau tidak kulanjutkan?"


Semaunya kicep, dan lu na akan lebih mudah.


"Dari semua jangka tanah, hanya satu yang di mana kekacauan seolah menyayangi tempat itu dengan tidak menjamahnya. Namanya Rumah hangat."


" .... "


"R-rumah hangat." Seseorang itu tersedak dengan wajah memerah. "Itu, i-itu ...."


"Kurasa tidak usah diperjelas."li  na berdehem dengan keras, berusaha menyampaikan sesuatu. Tiga kali. Sayang sekali belum ada yang peka. Dia melanjutkan dengan wajah kecut. "Kupikir mereka hanya terlalu tidak peduli dan b-bahagia dalam kehangatan, kalian tau apa maksudku. Semakin tenang seseorang, hantu terutama kelas sedang dan rendah akan memilih tidak memburunya. Jadi, aku tidak terlalu menunjukkan kebingunganku. Berjalan tenang ke arah array, dengan tangan yang sudah berlumuran darah, berniat menghancurkan array. Tapi tiba tiba! Kalian tahu apa?"


Mulut orang-orang sudah terbuka, tapi Li na dengan cepat menyumpalnya. "Maafkan aku yang salah karna bertanya."

__ADS_1


Dia terbatuk dan menyentuh tenggorokannya. "Ini efek dehidrasi."


Akhirnya, dia mendapat yang seharusnya.


Orang-orang itu akhirnya peka.


"Hey kau, ambilkam cemilan sana!"


"Ambilkan air, air!"


"Aduh, aku malu karna tidak peka."


Untuk memperindah wajah, li na berpura-pura tidak mendengar dan melanjutkan. "Tiba-tiba, sebuah belati melesat ke arah dada Yang Mulia." Orang-orang itu terkesiap dengan kedipan yang melambat. Li na melanjutkan, "Untungya tidak kena, karna aku berhasil menangkapnya. Belati itu tidak lain dan tidak salah berasal dari rumah itu."


"Bagaimana kau tahu belati itu datang dari sana?"


"Aku melihat gambar yang ada dipegangan belati itu sama dengan yang ada di salah satu pilarnya. Lagipula, kemungkinan untuk belati itu datang dari arah lain adalah menakjubkan. Orang-orang terutama orang biasa, tidak dapat menyerangkan belati dengan tepat dan kuat dari jarak jauh. Para kultivator mungkin akan menggunakan energi spiritual, tapi belati itu bersih dari energi."

__ADS_1


Orang tadi hanya menjawab dengan anggukan kepala dan, "Ohhh."


__ADS_2