Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
180


__ADS_3

Li na melanjutkan sembari mengunyah kacang lagi. "Pertarungan kali ini tidak terlalu membuat tanganku semutan, karna Yang Mulia sudah ikut. Kami berakhir membuat kerja sama."


"Kupersingkat. Semuanya sudah tidak buruk lagi. Aku melanjutkan mengintrogasi. Aku bertanya, 'Apakah diantara kalian ada yang pergi untuk kepentingan pribadi?' Jawabannya, 'Ada'. Ada tiga orang, salah satunya adalah Bi Sha. Dua alasan tidak terlalu mencolok, sedangkan yang satu adalah kebalikannya. Bi Sha membeli nanas dan pengaman."


Beberapa orang mulai bergumam.


"Aku merasa, nanas sepertinya enak. Jadi, aku memintanya, dan mereka memberinya dengan sukarela bahkan merasa tidak enak."


Kali ini Lin qili sudah tidak tahan. "Kau sudah makan nanas, tapi kau masih ingin makan malam."


Li na tertawa dan berakhir mencolek dagu lin qili. "Aiyaa, kau tahu betapa budimannya cacing-cacing perutku."

__ADS_1


Lin qili hanya membalasnya berupa gelengan dan alihan pandangan.


Li na melanjutkan, "Nanasnya enak. Benar bukan, Yang Mulia?" Dia menjatuhkan pandangan dan senyum ke lin qingxuan.


Lin qingxuan mengeluarkan tripel M dan menjawab, "Manis."


Sontak, seorang pemuda menonjok tanah dengan berapi-api. Dan beberapa orang serentak mengeluarkan "Ahh!"


Li na bertepuk tangan sejenak. Mengeluarkan gula. "Benar! Gongzhi ini, selain manis juga pintar!"


Pemuda itu seolah tercekat, terbukti dari perkataannya. "Ahh, i-ini, haha, terimakasih!" Semu merah mulai menyebar di telinga. Tidak bisa apa-apa selain berpaling dan menunduk.

__ADS_1


Bhahahah, ini baru hal kecil, wajahnya begitu tipis. Awww, aku ingin mencubitnya! Senyum tetap lolos, meski kecil. "Bi Sha ini agaknya masih labil. Dia tidak terlalu suka pekerjaannya. Katanya, dia kebobolan tiga bulan yang lalu, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menggugurkan janinnya tapi tidak bisa.  Katanya, nanas bisa membantu, tapi, tapi nanas itu manis. Itu berarti, bi sha ini sudah tidak jujur."


"Kutebak, dia ingin menggunakan janin itu untuk menjadi alasan." Kali ini seorang nona.


Li na tidak bisa mengeluarkan gombalan untuk ini. "Benar, tidak hanya itu. Semua keganjilan itu, sudah pasti dia yang membuatnya. Dia sempat membuatku keliru karna dia terkesan ceroboh saat akan menugaskan para hantu, menurutku, dia berpikir mungkin para kultivator sudah pergi dan akan mengeluarkan para hantu, tapi saat melihat aku dan Yang Mulia dia memasang penahan terlebih dahulu. Yaitu, warga yang menerapkan tata krama."


"Itu akan membuat kita berpikir ada dua pihak?" Aduh, nona ini, andaikan dia lelaki, li na pasti sudah tidak menahan diri.


Li Na bukan orang yang tidak normal ya, teman-teman sekalian. Meski terkadang, di suatu moment otaknya akan seperti otak orang gila tetapi dia tetap normal. Walaupun di suatu ketika, dia seperti dungu yang tidak berguna, dia tetap normal. Bagaimana tidak normal? Siapa yang berganti pacar setiap harinya? Tidak perlu ditegaskan lagi dia masih normal. Oleh karenanya dia tidak bertingkah sebagaimana biasanya.


Li Na bukan orang yang tidak normal ya, teman-teman sekalian. Meski terkadang, di suatu moment otaknya akan seperti otak orang gila tetapi dia tetap normal. Walaupun di suatu ketika, dia seperti dungu yang tidak berguna, dia tetap normal. Bagaimana tidak normal? Siapa yang berganti pacar setiap harinya? Tidak perlu ditegaskan lagi dia masih normal. Oleh karenanya dia tidak bertingkah sebagaimana biasanya.

__ADS_1


Ini adalah bentuk penegasan.


__ADS_2