Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
183


__ADS_3

"Konspirasi yang bisa menginspirasi, wahh." Orang yang mengatakan ini dihadiahi jitakan dan balasan pedas dari sosok di sampingnya. "Bodoh! Jangan berpikiran seperti itu!"


"Sebenarnya apa maksud si bandar itu? Apa hanya sekedar bermain-main?" Orang ini tidak terlalu meresahkan seperti orang tadi. Hanya saja, dia tetap mendapatkan balasan yang tidak bagus. Pinggangnya di tabok. Dan dia dikomentari, "Bermain terlalu ekstrem untuk ini! Tolol!"


Tuan Jin terkekeh, muka penuh lemaknya dihiasi senyum miring. "Lalu, apakah Bi Sha ini dihancurkan?"


"Tidak! Dia sudah di sini." Ruang kosong yang terbentang di telapak tangan Lin qili memunculkan kantong kain putih dengan benang membentuk pola yang rumit.


Orang-orang sontak mendekat, mengamati setiap gerakan yang ada. Cabikan, tendangan, tinjuan, beberapa geraman samar juga ada.


Nona yang tadi menusuk kantong dengan jarinya beberapa kali sembari berkata, "Apa kantong ini tidak akan jebol?"


Kali ini seseorang benar-benar sudah tidak tahan. Seorang wanita paruh baya, yang sudah pasti adalah ibu dari nona tadi. Dia menarik anaknya untuk duduk dengan benar. Menghempaskan kipas seraya mulut berkata penuh penekanan. "Anak bodoh."


"Baguslah." Tuan Jin memasang raut yang dimana kata "Aku berwibawa dan pantas sebagai ketua" terukir jelas. Dia mengulurkan tangan, bermaksud mengambil kantong itu. "Biar yang tua ini yang urus, Yang mulia pangeran kedua."

__ADS_1


Setitik jarak hampir terhapus, hanya saja kantong itu lebih dulu lenyap. Lin qili meringis. "Tidak, tidak perlu. Biar saya saja, ini tidak merepotkan."


Wajah Tuan Jin teroksidasi.


Li na kembali menyedot atensi. "Pertanyaannya adalah, kenapa sepertinya tidak ada orang sama sekali? Seharusnya---"


"Ah benar! Bagaimana bisa, ya?"


"Bukankah, bukankah ini---"


"Tidak mungkin tidak ada orang, yang tidak ada adalah kesadaran!" Perkataan ini menuai pembenaran yang cukup banyak.


Kedua Lin bereaksi bersamaan.


Lin qingxuan: "Tidak ada kesadaran."

__ADS_1


"Mungkinkah ...." Lin qili termangu sejenak, alisnya mendekat tanda pening. Sepertinya terlalu pening sampai-sampai dia menggeleng dengan cepat. "Bahkan, Ayah dan Ibu tidak sadar. R-ratu juga ...."


Orang-orang kembali menciptakan riuh. Beberapa menyerukan ******* frustasi dan beberapa sudah berpasrah hati.


"Ini buruk, bandar ini tidak bisa dipandang enteng."


"Jika klan Lin saja sampai dibuat seperti ini, bagaimana dengan kami?"


"Aku, aku akan menyelimuti diriku dengan cangkang transparan setahun penuh. Setidaknya ada kemungkinan aku aman."


"Tabir yang hancur sampai daerah, tapi bukan sampai benua. Apakah bandar ini tipe-tipe orang yang mengganggu kalau diganggu?" Orang ini mendapat delikan banyak orang.


Salah satu di antaranya menegur, "Otakmu miring, hah? Kau berani juga memojokkan Klan besar, ya!" Meski tidak berteriak, penekanan di setiap kata cukup mewakili betapa dalam emosi orang ini.


Orang yang tadi meringis tidak enak, kemudian menunduk dan tidak tahu kapan akan menegakkan kepala kembali.

__ADS_1


"apakah bandar ini tipe-tipe orang yang mengganggu kalau diganggu?" Ini sama saja mengatakan bahwa, Klan Lin menyinggung si bandar itu. Sama saja penghinaan tidak langsung!


Ini benar-benar sesuatu yang tidak sopan! Orang itu benar-benar berani!


__ADS_2