Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
139


__ADS_3

Warna merah tua menyemprot area dada. Bola mata yang tadinya terpejam damai berganti bergetar, begitu juga dengan nafas.


"Siapa yang berani mengangu prosesi ini?" Meski nadanya masih lemah lembut, aura yang dibawa An  Chi membuat bulu kuduk meremang.


Para murid sontak menoleh satu sama lain seraya mulut mengeluarkan elakan.


"Bukan aku, bukan aku!"


"Aku sedari tadi diam."


"Aku anak patuh, mana mungkin begitu."


Suatu suara menyela, mengalahkan puluhan elakan. "Lu wei! Ya! Kemana dia? Bukankah tadi di sana?"


Dorongan refleks membuat Xing'er menoleh, mencari sumber masalah yang tadi di sisinya itu. Benar, dia tidak ada.

__ADS_1


Alisnya mengejang dibarengi bibir yang berkerut-kerut. Bisikan-bisikan di belakang semakin membuatnya jengkel.


Salah seorang murid berdecih. "Sungguh sopan, beraninya dia menganggu proses penghancuran."


"Dia begitu sembrono, ibuku berkata harus menjauhi orang sepertinya."


"Ya, ya, ya, betapa beraninya ...."


Xing'er hanya mampu memejamkan mata, merapatkan bibir dan menulikan telinga. Namun, batinnya tidak bisu. Kenapa mereka malah mementingkan akan betapa sopan atau tidaknya tindakannya?  Bukankah lebih baik mencarinya? Aku tahu itu mustahil.


Mendapati itu semua mulut yang hanya berani mencicit seketika kicep, hanya ada mulut yang komat-kamit tanpa ada kata yang dikeluarkan.


Lin qili  sontak memastikan perkataan lin qili. Ada jurang. Awalnya dia berpikir itu masih tanah yang ditutupi kabut, tapi setelah menjatuhkan salah satu jepit rambutnya dan suara pantulan tidak didapatkan, dia barulah percaya.


"Tapi jika benar dia terpeleset, kenapa dia sampai menganggu area kehancuran? Bukankah itu janggal?"

__ADS_1


"Lu wei terpleset? Aku akan menyimpan ingatan ini dengan baik."


"Uh, andai aku menyaksikannya aku akan membuat lukisan untuk mengenangnya."


Perkataan itu memancing kembali bisik-bisik. Sedangkan para murid terutama murid Klan Lu tengah memasang wajah di mana kata 'Dasar dungu!' tercetak jelas.


Alasan konyol itu bahkan dengan mudah dipercayai? Memang orang-orang konyol!


Di temani tawa kecil, Xing'er melangkah ke arah jurang dan berakhir berjongkok. "Lain kali buatlah alasan yang bagus. Kami berada di barisan paling depan, Lu wei berada di pojok, yang dimana bagian depan dan sisi kirinya adalah jurang, sedangkan di depan atas ada area kehancuran. Dengan tinggi Lu wei, aku tidak heran jika dia bisa menabrak area kehancuran walau tidak melompat atau bahkan berdiri tegak." Xing'er terkekeh saat mendapati sesuatu. Jari yang menyentuh tanah beberapa kali membuat seseorang meneguk ludah susah payah.


Dia berdiri dengan membawa bukti. Jari tangan yang dipoles warna tanah membuatnya memicingkan mata. "Aku baru tau Lu wei seanggun ini, terpleset saja sangat halus."


Lin qili sontak mendekat, seraya mulut menjawab, "Maksudmu?"


"Lain kali buatlah alasan yang bagus. Kami berada di barisan paling depan, Lu wei berada di pojok, yang dimana bagian depan dan sisi kirinya adalah jurang, sedangkan di depan atas ada area kehancuran. Dengan tinggi Lu wei, aku tidak heran jika dia bisa menabrak area kehancuran walau tidak melompat atau bahkan berdiri tegak" Itu masuk akal!

__ADS_1


__ADS_2