
28
Perut li na rasanya keram, ini akibat hal kejam tadi. Setidaknya setelah sedikit lebih tenang dia akhinya berbicara. "Maaf, aku tidak bermaksud apa-apa. Kalau begitu, siapa namamu, GongZhi?"
Waitt, 'Tidak bermaksud apa-apa' tolong perhatikan lagi. Perkataanmu sangat-sangat kontradiksi dengan maksudmu.
Setelah mendapatkan kembali pengendalian dirinya yang sempat terdepak oleh salah satu perbuatan 'kejam' Tuan Muda qinv akhirnya berhasil melepehkan beberapa kata. "Tidak ... Tidak apa-apa. J-jangan khawatir aku orang yang tidak mudah memasukkan perkataan ke dalam hati ...."
Meluangkan waktu sejenak untuk berdehem dan mengatur nafas, agaknya dia sudah lebih baik. "Namaku, Namaku qing ji. Salam kenal, Nona Xia." Tawa kecil bahkan lolos dengan mulusnya seusai perkataan itu terlontar.
Anggukan kepala li na menjadi pengakhiran pembicaraan yang membutuhkan kesabaran dengan kadar tinggi ini. Tentu saja bagi seseorang itu.
"Ayo kita kembali."
Tampaknya beberapa orang bahagia hari ini. Contohnya pemilik penginapan. Siapa yang tidak bahagia jika mendapat uang?
__ADS_1
Jika ada, mungkin dia adalah spesies manusia primitive. Maaf, hanya bercanda.
Lantai pertama penginapan penuh oleh nafas yang menerpa kulit secara kasar. Sesudah bertukar pendapat--- err biar kuperkasar maksudku menawar harga--- dengan pemilik penginapan, ruangan itu kini hening hanya diisi nafas yang saling tumpang tindih keluar.
Kepala-kepala itu tertunduk, menatap lantai dengan setia. Hey, bersyukurlah dan angkatlah kepala kalian itu! Kalian diberikan keistimewaan bisa menatap artis!
"Apa lantai itu lebih menarik daripada wajahku?"
Serentak, semburan kata maaf menerjang menggangu pendengaran li na. Sungguh reaksi yang diluar perkiraan. Apa mereka setidak fleksibel itu? Apa mungkin mereka penggemar sejati lin qingxuan Dia hanya ingin bercanda, hey!
"Apa mulut kalian tidak bosan mengatakan maaf terus-terusan?"
Si 'Dia orang istimewa' itu mengerti. Dengan kemurahan hati yang menyilaukan mata, qing jj berujar, "Tidak ada. Kalian bebas, aku tidak akan mengambil hak apapun pada hidup kalian."
Layaknya semut yang mengerumuni gula, orang-orang itu menyerbu dan bersujud di depan qing ji Berharap diberikan ijin untuk mengabdi.
__ADS_1
Kebingungan meneror benak qing ji. Dia harus apa? Kediamannya sudah penuh dengan pelayan. Apa dia harus membangun sekte untuk menampung orang-orang itu?
Hey, gaplok kepalanya dan tolong sadarkan dia. Jika dia membangun sekte, kemungkinan itu akan bertahan jika gajah bisa kayang. Dengan kultivasinya, bisa-bisa dia dituduh melecehkan dunia kultivasi.
"Hentikan! Hentikan! Bukankah seharusnya kalian senang? Dengan ini kalian bebas dari segala jeratan pengabdian. Itu bagus, benar?" Keringat dingin mulai mencuat dari pori-pori kulitnya. Qing ji tampaknya tertekan.
Satu julukan bagi mereka, kepala batu!
Kata meredam kata lainnya. Hanya beberapa yang bisa ditangkap telinga orang-orang yang berdiri.
"Tolong terima kami! Jangan telantarkan kami!"
"Kami tahan banting, tahan pukulan dan tendangan. Kami sangat berguna, jangan tolak kami."
"Anda tampan, seharusnya perilaku anda sejalan dengan muka anda. Anda harus menerima kami!"
__ADS_1
'Kami ini bisa segalanya, Anda tidak akan kecewa dengan kami."
"Jangan menolak kami."