Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
53


__ADS_3

Menyingkirlah idiot! Kau akan terluka!


Eh, pemilik otak tidak simetris, hai!


Tidak berguna, tentu saja. Namun, hasrat itu susah ditekan. Bagaimana tidak? Di dalam tubuh itu li na bisa merasakan kemarahan yang hampir menembus ubun-ubun! Terselip satu pemikiran di otaknya. Apakah dia akan mengalami penyimpangan qi? Astaga!


Li na takut bocah yang sekiranya seumuran dengan Lu wei ini akan terkena imbasnya.


Kan, sudah diprediksi. Keduanya mulai berkelahi, sebuah petarungan yang sangat tidak proporsional! Yang satu terus menyerang membabi buta, sedangkan yang terus diserang tidak bisa berbalik menyerang.


Sangat jomplang. Sebisa mungkin seseorang itu menyuarakan peringatan. Suaranya nyaring tapi gesekan antar pedang yang melengking menghalanginya. "Berhenti! Kau ingin 'itu' meningkat, hah?!"


Sama sekali tidak meninggalkan seberkas cahaya dalam benak Lu wei Dia terus menyerang tanpa pandang siapa lawan. Hingga, sebuah suara menerobos telinga. Mengguyurnya dengan seember air es.


"A-Wei Hentikan!"


" J-jiejie .... "


Gengaman pada pedang melonggar, dalam sekejap mata pedang itu membentur tanah. Menghasilkan suara yang khas.


Gemetar benar-benar menguasai tubuh Lu wei, dengan kasar dia meraup wajahnya. Mulutnya terus menggumamkan kata 'maaf'.


Sebuah tarikan dari sebuah lengan berakhir pelukan, meredakan gemetar itu. Tubuh hangat ini begitu menenangkan hati. Elusan pada punggung membuat hatinya tercuci oleh rasa damai.

__ADS_1


"Tenang, kendalikan dirimu."


Anggukan ia lakukan sebagai tanda patuh. Suara halus bergema memenuhi telinganya, tapi sepertinya kata-kata itu bukan ditujukan padanya.


"Kau tidak apa-apa?"


"Hampir saja aku tidak bisa dikatakan baik-baik saja jika Shijie tidak datang. Si gila itu memang gila kali ini!"


Lu wei memberengut. Kilat sekali? Apakah ada permainan emosi di sini? Dari marah berubah jengkel-jengkel manja? Uhhh.


Dua yang lain tertawa renyah.


"Sudah-sudah."


Pelukan itu terlepas mengakibatkan raut cemberut terekspos. Melahirkan tawa lebih besar lagi.


Sebuah lengan melingkupi pundak Lu wei menerornya dengan guncangan. "Bagaimana? Kau sudah terterangi cahaya ilahi? Berterimakasihlah padaku!"


"Matamu!"


Benar-benar menyebalkan. Adik manis ini sebenarnya siapa? Kenapa begituĀ  menggemaskan?


"Xing'er, terimakasih. Kau sudah menghentikan 'suatu peningkatan'."

__ADS_1


Li na tenggelam dalam kebingungan. Suatu peningkatan? Huh?


Xing'er mengangguk.


Seraya berjalan, Lu shi mulai menginterogasi. "Katakan, kenapa kau semarah ini?"


Bukan pihak yang ditanya yang menjawab, melainkan pihak ketiga. "Memangnya itu perlu ditanyakan lagi Shijie? Sudah pasti karna kejadian tadi." Itu tidak hanya perkataan, tapi juga pernyataan. Tak bisa disangkal juga dielak.


Lu shi menghela nafas, dia memelankan langkah. Tangannya memberi usapan kecil pada telapak tangan Lu wei. Dia berucap, "Jangan dipikirkan. Lagipula sebentar lagi aku lulus. Waktu yang tak terlalu lama itu tidak akan membebani hati."


"Ya, bukan membebani tapi menyiksa."


"A-wei."


Lu wei memalingkan wajah, xing'er juga melakukan hal yang sama. Dua orang itu tahu apa yang sebenarnya dibicarakan di sini. Lain halnya dengan li na.


Dia benar-benar seperti idiot kali ini. Itu apa? Peningkatan apa? Apa yang dimaksud menyiksa? Hey, otakku gatal tolong!


"Perlakuan mereka kepadaku tidaklah buruk. Mereka hanya ... Hanya ingin bermain."


Meludah, dua adiknya itu tanpa pikir panjang melakukan tindakan tersebut.


Xing'er menyeletuk, "Bermain permainan memainkan seseorang, ya? Sepertinya menyenangkan."

__ADS_1


"Sepertinya menarik.".


Apanya yang menarik? Aahh, sepertinya itu...


__ADS_2