Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
73


__ADS_3

Si Bebek itu kembali berkecoh, membuat dengusan terlaksanakan. Lu wei membatin, Aku punya jalan lain, sayangnya nanti akan heboh.


Sombong sekali!


"Jika tidak sunyi, kau baru boleh heran."


Tentu! Tentu saja hanya ada sunyi dan sedikit suara misterius yang menghiasi. Jika berisik, itu patut dicurigai. Ini hutan apa? Hutan kabut! Hutan yang dikenal mengerikan! Orang-orang berusaha keras untuk tidak mempunyai masalah dengan hutan ini, lalu jika semua orang bahkan menghindarinya, bagaimana bisa berisik tercipta?


"Kalau begitu demi meminimalisir hal yang tidak tidak, bagaimana jika kita mengaktifkan panca indra emas?"


Usulan yang bagus, sayang sekali banyak anak yang meninjau kembali.


"Aduh, itu bayarannya cukup mahal. Di sini energi Yang hampir tidak ada, jika kita mengaktifkan panca indra emas kekuatan spritual kita akan tercuri beberapa persen. Dan itu akan bertambah setiap beberapa jam."


"Ya, benar!"


"Aku setuju! Aku ingin irit!"


"Benar, aku baru saja akan mengikuti sarannya."

__ADS_1


QingLing tak mampu menahan hasrat untuk memutar bola mata. "Astaga! Hanya 3 persen setiap satu jam setengah! Kenapa kalian sepertinya sangat miskin di sini?!"


"Miskin? Siapa yang kaya di sini?"


"Ha! Kalau begitu aku menghutang padamu boleh?"


"Bukan miskin, aku hanya belajar irit."


"Diam."


Semuanya berjengit, tak sedikit dari mereka yang langsung mengangkat tangan. Membentuk pose memohon ampun, kemudian membungkuk dengan cepar. Tak lupa dengan bibir yang terus menggumamkan kata, 'Ampun! Ampun, tidak berniat menganggu!'


Astaga! Lu wei! Bisakah mulutmu ini tidak meresahkan?! Kau mengatakan itu maksudnya apa? Ingin menakuti atau hanya menggelitik hati?


"Yang mulia tolong aku!"


Tempe---eh tahu bukan siapa itu? Ya, jin Huang. Aduh, aduhhh awas ada apa itu ...  Xixixi.


Oke, maaf. Kebiasaan buruk makhluk hidup ini memang sulit dihilangkan.

__ADS_1


Apa ini? Lu wei, kau ini sebenarnya dipihak mana? Kakakmu, atau yang lain? Kau malah membuatnya semakin menempel, bodoh.


Modus secara tidak langsung. Setelah mengumandangkan pernyataan takut, tangannya buru-buru menggapai lengan lin qingxuan, yang memang sedari tadi berdiri disampingnya tanpa mengekspos diri. Senang? Tentu, karna lin qingxuan tidak menipisnya. Lengkungan bibir tergambar dengan manis, meski decakan, hempasan nafas, juga batuk kering diserangkan dengan sinis.


Tak apa, yang penting jin Huang tahu apa alasan dibalik tidak ada penolakan ini. Uh,  pipinya memanas.


Sayang sekali alasannya bukan yang itu, tapi yang lain. Jika kuberitahu mungkin suara sesuatu yang patah akan ada. Orang tua ini masih punya hati nurani, oke!


"Jika ingin melanjutkan, aku bersedia mengijinkan. Lagipula aku pemimpin di sini, aku tidak memerlukan anggota yang tidak niat. Aku bahkan punya saran penginapan yang bagus di sekitar sini. Minat? Tapi tentu saja, aku tidak sebaik itu, harus ada uang untuk mulutku."


"Tidak."


"Huh, kupikir kau kaya. Menyewa penginapan seharusnya tidak masalah. Tidak masalah, masih ada yang lain. Di semak-semak malah akan menakjubkan. Tentu saja, mulutku juga harus ada penyumpal."


"Tidak."


Aura yang terkesan bersahabat(?) mulai menyurut, ditandai dengan pandangan mata yang turut menajam. Dengusan tak mampu tertahankan, decakan turut mengikuti. Lu wei akhirnya memilih mengakhiri sesi ini. Dia berbalik, dengan lambaian tangan dan kaki yang mulai melangkah dia berucap, "Dasar kere."


Dasar kere! Dasar kere! Bah!

__ADS_1


__ADS_2