My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Jujur Bikin Kapok


__ADS_3

Regan berlari memasuki ruangan Dokter Irawan, lelaki itu sudah tidak sabar lagi mendengar apa yang akan Dokter Irawan jelaskan kepadanya. Kabar bahagia, yang sempat Dokter Irawan katakan lewat telepon.


Regan mengetuk pintu ruangan Dokter Irawan dengan tidak sabaran.


"Masuk."


Sahutan dari dalam ruangan membuat Regan dengan semangatnya masuk ke dalam ruangan. Regan tersenyum, menyapa Dokter Irawan dan juga Rehan yang turut ada dalam ruangan itu.


"Ada elo juga?" Tanya Regan terkekeh.


"Gue harus tahu dong perkembangan curut kayak elo," jawab Rehan mengejek.


Dokter Irawan tersenyum, "Bagaimana? Kapan kamu akan ke Singapura? Kamu harus melalui beberapa uji yang akan dilakukan oleh Dokter Gustin Justavo," jelas Dokter Irawan.


"Bagaimana kalau empat hari lagi Dokter? Saya bisa di sana lebih dulu mempersiapkan diri dengan baik," tanya Regan meminta usul dari dokternya.


Dokter Irawan mengangguk, "Bisa juga, sekalian berlibur di Negara Singapura ya?" Kekeh Dokter Irawan yang sepertinya tahu apa yang kini ada di dalam kepala Regan.


Lelaki itu berencana mengajak Yona untuk ikut bersamanya, mendampingi Regan selama berada di Singapura untuk pengobatan. Yona telah berjanji, akan menemani kemanapun dan dimanapun lelaki itu pergi.


Karena mereka seperti bayangan, berjalan beriringan menuju ke tempat yang sama.


Begitulah cinta, kita tidak perlu berusaha keras untuk saling bersatu. Tuhan tidak akan kehabisan cara untuk membawa sesuatu yang memang telah Tuhan tuliskan untukmu.


"Elo mau ngajak Yona ya?" Tanya Rehan memicingkan matanya menelisik.


"Memangnya kenapa? Elo sirik?" Tanya Regan mendengus sebal.


"Bukan, siapa tahu elo mau ngelamar Yona seperti saat-," ucapan Rehan terhenti, lelaki itu segera menutup mulutnya rapat karena selalu saja kelepasan saat berbicara.


Rehan tertawa, tawanya terdengar sangat sumbang. Lelaki itu menepuk bahu Regan, "gue balik ke ruangan gue dulu ya, lupa ada hasil pemeriksaan pasien yang belum gue observasi," pamit Rehan segera melesat meninggalkan ruangan Dokter Irawan.


Regan menatap kepergian Rehan dengan tanda tanya besar yang kini memenuhi otak lelaki itu.


"Bagaimana kata Dokter Gustin Justavo tentang penyakitku Dokter?" Tanya Regan menatap Dokter Irawan penasaran.


Dokter Irawan terdiam, satu analisis Dokter Gustin yang tidak pernah ada dalam benaknya sebelumnya. Fakta bahwa kerusakan syaraf di otak Regan mampu membuat penyakit Regan semakin parah dari yang sebelumnya.


Dokter Gustin menganalisa, jika Regan kemungkinan akan mengalami hal terburuk. Yaitu kehilangan setiap ingatannya satu hari sebelumnya setelah lelaki itu terbangun dari tidurnya.


Regan menautkan alisnya, "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan akan kondisi tubuh saya kan Dokter Irawan?" tanya Regan memastikan.


Dokter Irawan menggeleng, dia tidak boleh menghancurkan semangat juang Regan untuk sembuh. Lelaki itu memiliki keinginan sembuh yang luar biasa. Dan alasannya hanya satu, untuk kembali hidup dengan normal seperti sebelumnya.


Regan tidak ingin terus-terusan menjadi penyebab ibunya menangis diam-diam ketika mengecek ke kamar Regan setiap malam. Regan juga tidak ingin membuat Yona yang nantinya akan menjadi istrinya menjadi susah dengan keterbatasan penglihatan yang dia punya.


Regan ingin kembali sembuh, untuk orang-orang yang sangat dia cintai, keluarga dan juga Yona.


"Tidak ada, Dokter Gustin hanya memintamu datang untuk melakukan beberapa proses pemeriksaan sebelum memikirkan tindakan apa yang harus beliau lakukan. Kamu tenang saja Regan, dia dokter bedah terbaik yang pernah aku kenal," ucap Dokter Irawan menenangkan Regan.


"Apa dia memang sehebat itu Dokter?" Tanya Regan penasaran.


Dokter Irawan mengangguk yakin, "dia pernah melakukan penelitian suatu cairan yang bisa mengembalikan detak jantung manusia yang sebelumnya dinyatakan apnea, dan hasil penelitiannya kini disimpan di Laboratorium Internasional. Katanya, ada satu wanita pengidap kanker yang bisa lepas dari ambang kematian karena cairan itu," jelas Dokter Irawan.


Decakan kagum keluar dari mulut Regan, baru kali ini dia mendengar cerita inspiratif seperti kisah Dokter Gustin. Lelaki itu pasti sangat pintar dan juga lihai dalam hal bedah.


"Dia benar-benar hebat," ucap Regan tidak bisa menutupi kekagumannya atas sosok Dokter Gustin.


"Aku setuju denganmu, dan dia lelaki yang sangat setia dengan satu wanita. Padahal di usia kalian seperti ini, apalagi dia sudah sangat sukses dengan kariernya sebagai dokter bedah, aku yakin banyak wanita yang rela mengantre menjadi selingkuhannya," kekeh Dokter Irawan membayangkan jika dia menjadi Dokter Gustin Justavo.


"Oh dia sudah menikah? Beruntung sekali istrinya," ucap Regan menebak.


"Tidak istrinya yang beruntung, kabarnya Dokter Gustin yang beruntung mendapatkan wanita itu. Kata orang-orang, wanita itu yang menjadi pasien uji coba Dokter Gustin. Kami menganggapnya, cinta di meja operasi," ucap Dokter Irawan membuat Regan tertawa.


Ada-ada saja, mana bisa cinta di meja operasi. Pasien tidak sadarkan diri dengan dokter yang tengah fokus mengoperasi pasiennya, mana bisa mereka saling mencintai atau tebar pesona dalam keadaan seperti itu?


Tapi ada, dan itu benar terjadi. Pasangan Gustin Justavo dan Livia Justavo adalah pasangan pertama yang mengalami cinta di meja operasi. Cinta pandangan pertama Gustin Justavo kepada Livia Justavo.


"Dokter Irawan ada-ada saja," ucap Regan menggelengkan kepalanya.


Regan memilih untuk segera berpamitan meninggalkan ruangan Dokter Irawan. Lelaki itu berniat menjemput Yona dan mengajak wanita itu makan malam bersama yang sempat gagal karena kilasan balik dalam ingatannya begitu mengganggu.


Lelaki itu tersenyum menyapa para perawat dan dokter yang dia lewati. Matanya menangkap sosok Rehan yang tengah berbicara dengan seorang perawat.


Regan berjalan mendekat kearah teman baiknya itu, menepuk punggung Rehan hingga lelaki itu menoleh kearahnya.


"Sudah selesai konsultasinya sama Dokter Irawan?" Tanya Rehan.


"Iya, gue mau balik ini," jawab Regan.


"Eh kita ajak anak-anak makan malam di luar yuk ah, mumpung nanti malam gue free. Melodi lagi ada acara di luar kota, rumah sepi banget," ucap Rehan mengajak Regan.


"Ah males, gue mau makan malam sama Yona. Ini gue mau ke rumahnya buat ngajak dia makan di luar. Elo makan malam aja di rumah Nata sonoh," jawab Regan mengejek.


Rehan menendang kaki Regan dengan kencang, "sialan lo, mumpung habis dijodohin kedua kalinya," ucap Rehan lagi-lagi kelepasan.


Sialan, apa mulut gue nggak ada remnya?


Rehan menggaruk rambutnya, "Dokter Rehan, pasien kamar 114 kondisinya kritis," panggil seorang perawat berjalan menghampiri Rehan dengan tergesa-gesa.


Oh goshhh, terimakasih sudah menyelamatkanku. Sekarang aku gantian yang akan menyelamatkanmu.


"Regan, selamat makan malam. Aku tunggu kabar baiknya darimu," ucap Rehan berlari meninggalkan Regan untuk menuju kamar 114.


Regan memicingkan matanya, menatap punggung Rehan yang kini menjauh dengan tatapan penuh tanya. Apa maksudnya perjodohan kedua? Memangnya Regan pernah dijodohkan dengan siapa sebelumnya?

__ADS_1


"Sialan, kenapa Rehan bikin gue penasaran. Dasar monyet tuh orang," keluh Regan menggelengkan kepalanya.


*


Lelaki itu memutar lagu untuk mengisi kesunyian dalam mobilnya. Radio di mobilnya membuat Regan menghentikan niatnya untuk memutar lagu.


"Suami dari Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair tutup usia pada pukul 04:51 WIB tanggal 18 Februari 2020 karena serangan jantung. Ashraf Sinclair meninggal di umur 40 tahun meninggalkan satu anak lelaki bernama Noah Sinclair. Kabar duka telah dikonfirmasi manager Ashraf Sinclair, untuk mengenang suami dari Unge itu, mari kita dengarkan lagu sang istri yang sangat pas untuk kisah Cinta Sejati ini, selamat mendengarkan sahabat RM."


Kening Regan berkerut, bukankah lelaki itu masih sangat muda berumur 40 tahun. Jantung Regan rasanya berpacu tidak karuan, Ashraf Sinclair yang tidak memiliki riwayat penyakit apapun sebelumnya bisa meninggal secara mendadak seperti itu. Apalagi dirinya, yang sudah jelas mengalami kerusakan otak sebagian.


Regan merasa takut, kematian membayangi dirinya, apalagi Regan akan selalu bersahabat dengan ruang operasi yang begitu dingin dan menyesakkan dada.


Tampan, kaya raya, istri cantik berkarier bagus, anak yang lucu menggemaskan, sekaligus karies di atas awan tidak akan dibawa mati.


Lagu 'Cinta Sejati' yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari dalam ost Habibie Ainun kini mengalun memenuhi mobil Regan. Lelaki itu diam membisu, mendengarkan dan juga meresapi setiap kalimat dari lagu yang kini mungkin kembali viral.


"Manakala hati menggeliat mengusik renungan.


Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta.


Suara sang malam dan siang seakan berlagu.


Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku.


Saat aku tak lagi di sisimu.


Kutunggu kau di keabadian."


Benar, ketika Regan tidak ada lagi disisi Yona lelaki itu akan tetap menunggu Yona di keabadian.


"Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu.


Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku.


Sukmaku berteriak menegaskan kucinta padamu.


Terima kasih pada Maha cinta menyatukan kita.


Saat aku tak lagi di sisimu.


Kutunggu kau di keabadian."


Mata Regan berkaca-kaca, ketika sukmanya berteriak memanggil nama Yona, lelaki itu ingin mengungkapkan betapa cintanya Regan kepada Yona. Meskipun Regan mengenal Yona baru saja beberapa bulan ini setelah lelaki itu bangun dari komanya. Regan mencintainya, mencintai wanita itu.


"Cinta kita melukiskan sejarah.


Menggelarkan cerita penuh sukacita.


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu.


Cinta kita sejati."


"Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian."


"Cinta kita melukiskan sejarah.


Menggelarkan cerita penuh sukacita.


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu.


Cinta kita sejati."


"Lembah yang berwarna.


Membentuk, melekuk, memeluk kita.


Dua jiwa yang melebur jadi satu.


Dalam kesucian cinta."


Perjodohan yang membuat kedua manusia berbeda karakter, berbeda tempat tinggal, dan juga berbeda pemikiran kini melebur menjadi satu kesatuan bernama cinta. Cinta yang akan tetap bersemayam dalam hati mereka apapun masalah hidup yang mereka alami saat ini.


Cinta yang tidak akan pernah pudar sekalipun cobaan menghadang. Kehilangan ingatan, tidak juga membuat Regan kehilangan cintanya kepada Yona. Kehilangan kesempurnaan di penglihatannya tidak juga membuat Regan buta akan cintanya kepada Regan.


Pada dasarnya hanya satu, cinta itu mempersatukan dan saling mengikat diri satu sama lain. Tidak peduli cobaan apa yang menghadang, termasuk kematian.


"Cinta kita melukiskan sejarah.


Menggelarkan cerita penuh sukacita.


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu.


Cinta kita sejati."


Lagu itu telah selesai, satu lagu yang mampu membuat Regan menitikkan air mata. Tidak tahu mengapa, mendengarkan kisah cinta sejati dari pasangan aktris terkenal membuatnya ketakutan. Membuat Regan tiba-tiba saja mati meninggalkan Yona sendirian di dunia ini.


Mobil lelaki itu telah memasuki pelataran halaman rumah Yona, security rumah besar itu membukakan gerbang untuk Regan.


"Yona ada Pak?" Tanya Regan membuka kaca jendelanya.


Security itu mengangguk, "Ada Den Regan, baru saja pulang," jawab security itu.


"Selamat bekerja Pak," ucap Regan kembali menutup kaca mobilnya dan melajukan mobil mewahnya memasuki garasi parkir rumah Keluarga William yang besar.

__ADS_1


Regan keluar dari mobil, lelaki itu menelpon Yona memintanya untuk turun ke bawah menemuinya.


"Aku di rumahmu, keluarlah," ucap Regan langsung menutup panggilannya.


Lelaki itu tidak masuk, tidak juga memencet tombol bel di sana. Regan diam mematung menatap rumah besar berdominasi warna putih itu.


Klek, pintu rumah terbuka menampilkan sosok Yona dengan pakaian rumahannya namun tetap terlihat sangat cantik.


Regan menghambus memeluk Yona tanpa peringatan sebelumnya. Wanita itu tersentak bingung dengan kelakuan Regan yang sangat aneh. Tumben-tumbenan lelaki itu menelponnya ketika datang ke rumahnya. Padahal Regan sudah terbiasa menekan tombol bel rumahnya dan meminta salah satu pelayan rumahnya untuk memanggilkan Yona.


"Regan kamu kenapa?" Tanya Yona bingung.


Regan mengelus puncak kepala Yona, "sebentar, sebentar saja Yona. Aku ingin memelukmu," lirih Regan dengan suara serak.


Lama juga tidak apa Regan.


Yona tersenyum dalam hati, kening wanita itu berkerut mendengar suara Regan yang nampak seperti orang yang baru saja menangis.


"Regan kamu habis menangis?"tanya Yona penasaran.


"Aku, tidak ingin kehilanganmu, aku tidak bisa berpisah darimu Yona," lirih Regan semakin mempererat pelukannya kepada Yona.


Yona menyerngit, tidak mengerti kenapa Regan tiba-tiba terdengar sangat kalut seperti itu.


"Regan kamu kenapa? Jangan membuatku bertanya-tanya seperti ini," ucap Yona meminta penjelasan kepada Regan.


Regan melepaskan pelukannya, lelaki itu menangkup wajah Yona hingga mata mereka bertemu.


"Why? Kenapa menatapku seperti itu Regan kamu membuatku takut saja. Kamu tidak mengidap penyakit mematikan kan?" Tanya Yona penasaran akan arti tatapan Regan.


"Bagaimana kalau aku tiba-tiba mati?" Tanya Regan kepada Yona.


Yona melepaskan tangan Regan dari wajahnya.


"Kamu itu bicara apa sih? Hidup dan mati seseorang itu sudah ada yang mengatur. Termasuk jodoh Regan," jelas Yona menatap Regan.


"Bagaimana kalau aku mati Yona? Aku akan berada di ruang operasi, kemungkinan itu bisa saja terjadi kepada siapapun," ucap Regan menatap Yona dengan lekat.


Tenggorokan Yona terasa tercekat, wanita itu memejamkan matanya.


"Aku akan mati bersamamu, mungkin?" Jawab Yona menunduk, tidak tahu harus menjawab apa.


"Bodoh, yang harus kamu lakukan adalah bangkit kembali. Hidupmu tidak akan berakhir hanya karena aku mati. Kamu masih muda, cantik, dan seorang konglomerat. Hidupmu akan sia-sia jika tidak kamu nikmati," jawab Regan kepada Yona.


"Bagaimana aku bisa hidup jika separuh ragaku sudah mati?" Tanya Yona menatap Regan.


"Kamu harus tetap hidup, apapun yang terjadi, sekalipun saat aku bisa saja mati kapan saja," ucap Regan kepada Yona.


"Sebentar, kenapa kamu membahas kematian secara mendadak? Kamu tidak diambang kematian kan?"


Regan menjitak kening Yona hingga wanita itu meringis kesakitan.


"Kamu mendoakan aku mati?" Tanya Regan tidak terima.


Yona menggeleng, berbicara dengan Regan memang selalu saja salah.


"Maksudku, kenapa kamu segila itu membahas kematian?" Tanya Yona penasaran.


"Kisah cinta sejati, BCL dan Arshaf Sinclair," jawab Regan tersenyum penuh arti.


"Apa? Jadi kamu berperilaku aneh hanya karena mendengar berita kematian mendiang suami BCL? Astaga Regan," keluh Yona menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Aku ingin cinta kita sejati," jawab Regan menatap Yona kesal.


"Terserah kamu saja," jawab Yona berbalik meninggalkan Regan di belakangnya.


"Yona! Cinta kita melukiskan sejarah. Menggelarkan cerita penuh sukacita. Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu. Cinta kita sejati."


Yona berbalik menatap Regan yang bernyanyi dengan tiba-tiba. Wanita itu mengeluarkan uang koin yang kebetulan ada di saku celana santainya. Yona melemparkan koin itu pada Regan.


"Sudah sana pergi!" Ucap Yona membuat mata Regan terbelalak.


"Aku bukan pengamen kenapa kamu kasih receh?"


"Suaramu receh sekali," keluh Yona memutar bola matanya kesal.


"Receh? Suara mirip Judika begini?"


"Jujur bikin kapok masudnya?" Tanya Yona memutar bola matanya kesal.


"Itu Jubika Yona!"


- BERSAMBUNG -


BAGAIMANA GAESS? SUARA BABANG REGAN UDAH MIRIP JUDIKA BELUM?


CKCKCK, ADA-ADA SAJA YESSS KELAKUAN TU MAKHLUK SATU. PAKAI NYANYI SEGALA PADAHAL SUARANYA KEK KALENG ROMBENG WKWKWKK.


EH NANTI AKU BAKALAN KENA MARAH NIH SAMA PENS-PENSNYA BANG REGAN DONG 🤭🤭


AUTHORNYA KABURRRR DULU AHHHH SAMBIL NYIAPIN NASKAH HEHEHE.


JANGAN LUPA TAMPOLAN LIKE DAN KOMENNYYA PENS-PENS BANG REGAN.


DAPAT KETCHUPPPP MANJAHHH DARI BANG REGAN UNTUK KALIAN PENGGEMAR SETIANYA 😘😘😘😘 SELAMAT MEMBACA SEMUANYA JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AKUUU DONGG HEHEHE..

__ADS_1


__ADS_2