
Tercetak jelas wajah cemas yang lelaki itu tampilkan kini, tangannya meremas benda kecil yang sejak tadi mencuri perhatiannya. Dia harus menggunakan kesempatan ini sekarang, kini lah saat yang pas untuk mengungkapkan keinginannya untuk meresmikan hubungan Regan dan Yona ke jenjang yang lebih serius lagi.
Lelaki itu menghela napas panjang, matanya menatap pantulan dirinya di depan kaca. Lelaki itu mencoba memaksakan diri untuk tersenyum meskipun dadanya kini berdetak tidak karuan.
“Oke Regan, kamu bisa,“ ucapnya memberikan semangat kepada dirinya sendiri.
Ini adalah pertama kalinya Regan melakukan sesuatu yang romance untuk mendapatkan hati wanita. Menurut ilmu yang dia dapatkan dari teman-temannya, Regan harus melamar Yona secara pribadi untuk mengutarakan kesungguhan hatinya.
“Tidakkah ini terlalu lebay?” pikir Regan menatap wajahnya sendiri di kaca.
“Ah tentu saja tidak, aku akan melamar seorang wanita untuk menjadi istriku. Tentu saja ini harus dilakukan,“ ucap Regan menjawab pertanyaannya.
Regan mengambil napas, tekadnya sudah bulat. Malam ini dia akan membuat Yona resmi menjadi miliknya.
Lelaki itu memasukkan kembali cincinnya kedalam saku jasnya. Dia segera keluar untuk menjemput Yona di kamarnya.
“Astagaa!“ pekik Regan berjingkat saat membuka pintunya dan mendapati Yona berdiri di sana dengan tatapan menelisik.
Regan mengerjap, tangannya mengelus dadanya perlahan. Lelaki itu memicingkan matanya menatap Yona yang kini menatapnya penuh penasaran. Yona masuk kedalam kamar Regan.
“Kamu berbicara dengan siapa?” tanya Yona curiga, siapa tahu Regan memasukkan wanita kedalam kamarnya.
“Aku? Berbicara dengan siapa? Aku sendirian sejak tadi,“ jelas Regan dengan tatapan balik bertanya.
Yona menatap ke sekeliling ruangan yang tidak berbeda dengan kemewahan yang dia dapatkan di kamarnya. Bulu kuduknya terasa meremang, mungkinkah suara yang dia dengar adalah suara hantu laut seperti hantu-hantu di film yang pernah dia tonton sebelumnya?
“Jangan-jangan? Herrr merinding,“ ucap Yona bergidik ngeri.
__ADS_1
Wanita itu segera menarik tangan Regan untuk keluar dari kamar, Yona mengajak Regan untuk berkumpul dengan para penumpang lainnya di deck tiga seperti komando yang dia terima di speaker kamarnya.
“Kamu serius tidak berbicara dengan orang lain?” tanya Yona lagi karena rasa penasaran yang menghinggapi dirinya.
Regan menoleh ke arah Yona, sorot lampu kapal menerangi wajah mereka berdua. Lelaki itu mengamati Yona dalam-dalam, wanita itu sangat cantik dan juga elegan dengan gaun dan juga riasan yang wanita itu pakai sekarang. Regan tidak pernah selemah ini dengan wanita, untuk pertama kalinya lelaki itu merasakan kecemasan yang luar biasa apabila tidak mendengar kabar dari seorang wanita. Ini juga kali pertama lelaki itu merasakan debaran yang luar biasa kencang didalam dadanya saat matanya bertemu dengan mata seorang wanita.
Yona Anantasya William, wanita pertama yang membuat Regan berubah menjadi pribadi yang lebih hangat untuknya.
“Fifty seven, fifty eight, fifty nine, HAPPY NEW YEARRRRRR!“ pekik mereka semua dengan kembang api yang menghiasi langit malam.
Perayaan tahun baru diatas kapal pesiar merupakan pengalaman pertama bagi Regan dan Yona. Para penumpang kini memakai pakaian formal, terlihat sangat berkelas. Tentu saja, bukan sembarang orang yang rela merogoh kocek sangat dalam demi merayakan tahun baru di atas kapal pesiar.
Suara lantunan musik mengiringi meriahnya kembang api di atas langit kapal pesiar itu, udara malam tidak menyurutkan para penumpang untuk menghangatkan diri mereka. Ada yang berdansa, ada juga yang menghabiskan waktunya dengan para keluarga, dan juga bercengkrama dengan para penumpang lainnya untuk sekadar saling berkenalan.
“Tunggu di sini sebentar,“ ucap Regan kepada Yona.
Regan berlalu meninggalkan Yona sejenak, lelaki itu berjalan kearah panggung mini disana. Lelaki itu terlihat berbicara dengan pembawa acara pesta tahun baru di sana.
“Selamat malam, maaf mengganggu waktunya sejenak. Huhh, malam ini malam yang luar biasa bukan? Begitupun dengan saya, malam ini saya ingin mengungkapkan keseriusan saya dengan seorang wanita,“ ucap Regan membuat Yona menatapnya tak berkedip, Regan memberanikan dirinya berbicara didepan umum dan di depan orang-orang asing yang sama sekali tidak dikenalnya? Luar biasa, ini adalah momen bersejarah yang tidak akan Yona lupakan seumur hidupnya.
Regan mengambil napasnya, lelaki itu sejenak menghapus keringat dingin di dahinya. Terdengar jeritan para wanita lajang disana karena terpesona dengan ketampanan Regan yang tersorot lampu kapal.
“Wanita cantik, unik, dan juga cerewet. Maaf para ladies, bagiku wanitaku yang paling cantik jadi jangan goda aku,” kekeh Regan mencoba mencairkan suasana yang mengundang gelak tawa.
Regan membawa mic itu berjalan ke arah Yona, di ikuti tatapan kagum dari para penumpang kapal pesiar lainnya.
Regan menatap Yona, lelaki itu meraih tangan Yona dan meminta wanita itu berdiri.
__ADS_1
“Dia Yona AW kan, model Perancis asal Indonesia?” pekik salah satu diantara penumpang kapal yang rupanya mengenali Yona.
Regan menatap Yona.
“Perkenalkan, dia wanitaku. Bagaimana, cantik bukan?” ucap Regan membuat Yona menunduk malu.
Lelaki itu tersenyum. “Seperti yang aku katakan tadi, aku ingin mengungkapkan keseriusanku untuk memiliki wanita tercantik ini,” lanjut Regan dengan matanya berkaca-kaca, begitupula Yona.
Lelaki itu merogon cincin yang dia simpan di saku jasnya, lelaki itu berjongkok di depan Yona dengan menyodorkan cincinnya kepada Yona.
“Yona, will you be mine?” tanya Regan kepada Yona.
Semua orang menjerit karena kagum dan juga terharu dengan keseriusan Regan kepada Yona. Siapapun yang melihat mereka berdua, pasangan itu sangat serasi dan juga cocok satu sama lainnya.
“Yes, I’ll be yours,“ jawab Yona dengan air mata yang tidak bisa dia bendung lagi.
Regan meraih jemari Yona, tangan lelaki itu siap untuk memasangkan cincin indah itu di tangan Yona. Namun sebuah guncangan di kapal pesiar membuat Regan kehilangan keseimbangan dan menjatuhkan cincinnya entah kemana karena lelaki itu secara spontan memegangi tangan Yona agar waita itu tidak terhuyung jatuh ke lantai.
Matilah Regan, keberaniannya malam ini terasa sia-sia karena cincin sebagai pengikat keduanya telah hilang entah kemana. Lelaki itu menganga, tidak tahu lagi apa yang akan dia lakukan sekarang.
Seluruh mata menatapnya, bahkan Yona ikut menatapnya dengan pandangan entahlah.
---
__ADS_1
*HUWAAAAAA 😭😭😭 KENAPA GAGAL SIHHHHHH , HIKSSS HIKSSSS...
PADAHAL AUTHORNYA DAH SEMANGAT, EHHHH ADA GELOMBANG TIBA-TIBA, AND TERJADILAHHHH GUNCANGAN PEMBAWA PETAKA 😭😭😭*