My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Aku Mengingatmu, Wanitaku.


__ADS_3

Suara gemercik air di kamar mandi membuat lelaki yang kini bergelung dengan selimut mengerjapkan matanya. Regan mengerang, lelaki itu menajamkan indera penglihatan dan pendengarannya. Lelaki itu menoleh ke sumber suara, di mana suara air di kamar mandi menandakan seseorang tengah melakukan ritual mandinya di sana.


Regan meraih ponselnya, lelaki itu menepuk keningnya begitu membaca pesan whatsapp yang kini dia baca. Regan segera beranjak bangkit, lelaki itu membuka kopernya untuk mengambil tab dan juga flashdisk di dalam tas kecil seperti kotak pensil. Lelaki itu menyalakan tab miliknya, menghubungkan dengan wifi di rumah Justavo.


Seperti biasa, Regan login ke akun smartcampus miliknya selaku dosen di kampus tempatnya mengajar. Lelaki itu kemudian mengeklik ikon bertuliskan elearning di sana. Tangan lelaki itu mengambil OTG dan menyambungkannya di flashdisk miliknya.


Data tidak terdeteksi.


Kening Regan berkerut melihat pemberitahuan yang muncul di layar tab miliknya. 


“Astaga, aku salah flashdisk,” ucap lelaki itu tersenyum geli merasakan kebodohan dirinya sendiri.


Dengan cepat, lelaki itu segera mencari flashdisk berisikan materi-materi mata kuliah yang dia ampu selama ini.


“Di mana aku menaruhnya?” gumam Regan berpikir.


“Kamu mencari apa memangnya?” Tanya Yona yang baru saja keluar dari kamar mandi, kening wanita itu mengkerut penasaran.


“Flashdisk,” jawab Regan menatap Yona tanpa kedip.


Wajah wanita itu terlihat sangat segar, air yang kini mengalir dari rambut basah wanita itu semakin menambah kesan sexy pada diri wanita itu. Aneh memang, padahal Yona hanya mengenakan piama satin malam ini, tapi itu justru terlihat sangat menggoda di mata Regan.


“Regan? Kamu sedang mencari apa?” Tanya Yona melambaikan tangannya di depan wajah Regan.


Mata Regan mengerjap. “Cantik sekali,” jawab Regan tanpa sadar membuat Yona menautkan kedua alisnya.


Wanita itu terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut Regan.


“Kamu baru sadar kalau aku cantik?” ejek Yona menggelengkan kepalanya.


Regan merutuki kebodohannya yang memuji wanita itu langsung di depan orangnya. Regan seharusnya tahu kalau wanita itu sangat mengesalkan dan tentunya akan mengejeknya habis-habisan karena memuji dirinya.

__ADS_1


“Bukan dirimu, itu piyamamu. Kainnya sangat cantik mengkilap, kulitmu jadi semakin terlihat putih bersih,” jawab Regan mengelak.


Yona mencebikkan bibirnya. Wanita itu kemudian duduk di tepi ranjang, melihat apa yang kini Regan buka lewat tabnya.


“Kamu mau upload materi elearning?” Tanya Yona memastikan tebakannya.


Regan mengangguk. “Iya, tapi sepertinya flashdisknya bukan ini. Bisakah kamu membantuku mencarinya?” Pinta Regan kepada Yona.


“Aku akan bantu, bukankah semua flashdisk kamu taruh dalam tas ini?”


“Iya, coba carikan,” ucap Regan memerintah.


Yona berjongkok di depan koper milik Regan, wanita itu membuka resleting bagian depan koper dan menemukan dompet kecil yang kemungkinan berisi flashdisk yang tengah Regan cari.


Flashdisk bermerk tosh-iba berwarna putih telah Yona temukan.


Bukankah ini flashdisk itu? Pikir Yona mengingat malam di mana Regan memberikan flashdisk kepada dirinya untuk menjadi asisten dosen selama Regan pergi ke luar kota.


“Iya benar, kamu rupanya bisa diandalkan,” ucap Regan terkekeh.


Mendengar nada merendahkan dari Regan, sontak saja Yona mendengus sebal. Yona segera memberikan flashdisk itu kepada Regan.


“Ini,” ucap Yona menyerahkannya ke tangan Regan.


Penglihatan Regan tiba-tiba saja kabur, kepalanya terasa keliyengan ketika flashdisk itu ada di tangannya. Kenapa flashdisk itu terasa begitu familiar di matanya.


“Kenapa  flashdisk ini terasa begitu familiar denganku?”


Pertanyaan yang keluar dari mulut Regan membuat Yona merebahkan tubuhnya ke ranjang.


“Kamu ini kesambet setan apa? Tentu saja kamu familiar, itu kan flashdisk milikmu sendiri Regan,” ucap Yona menatap Regan dengan bingung.

__ADS_1


“Bukan itu, kenapa hatiku terasa sakit?”


Mata Yona terbelalak. “What? Jangan-jangan kamu menyimpan video senonoh di dalam flashdisk itu?” Pekik Yona membelalakkan matanya.


Kening Regan berkerut, rasanya lelaki itu tidak pernah menyimpan video senonoh seperti yang Yona tuduhkan kepada dirinya.


“Kemarikan, aku mau mengecek flashdiskmu,” ucap Yona hendak merebut flashdisk itu dari tangan Regan.


Tubuh Regan ambruk ke belakang, Yona terjatuh di atas dada bidang lelaki itu. Aroma rambut Yona membuat Regan memejamkan matanya.


“Aku lupa mengucapkan selamat malam dan selamat tidur kepadamu.”


“Aku punya sesuatu untukmu.”


Ucapan Regan di masa lalu kini datang melintas di dalam pikiran Regan. Lelaki itu menajamkan ingatannya.


“Tadaaaaaa, saranghaeee.”


Ingatan itu semakin jelas, wajah wanita yang berdiri di depan Regan juga telah menampakkan wajahnya. Wanita itu adalah wanita yang kini berada dalam dekapan hangat Regan. Iya, wanita itu adalah Yona Anantasya William.


Dia, wanita yang masih tetap Regan cintai dan ingat meskipun seluruh ingatannya terhapus oleh sang waktu. 


Regan menatap Yona, kilasan demi kilasan masa lalu mereka terputar seperti putaran video kenangan dengan baiknya.


“Aku mengingatmu, wanitaku.”


-


JANGAN MINTA CRAZY UP. AUTHOR AKAN MENGUSAHAKAN MY SWEET DOSEN TETAP UP MESKIPUN TIDAK BISA SETIAP HARI.


INSYAALLAH, MEI KITA AKAN END 🙏👍 MINTA DOANYA SEMOGA AUTHOR DIBERIKAN KELANCARAN SERTA KESEHATAN YA TEMAN-TEMAN.

__ADS_1


KALIAN JUGA, TETAP JAGA KESEHATAN #DIRUMAHSAJA #REBAHAN


__ADS_2