My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Ciuman Pertama Regan


__ADS_3

Tidak ada yang lebih memalukan bagi Yona selain keceplosan didepan lelaki tengil yang selalu saja menggodanya habis-habisan setelah menemukan kelemahannya.


Wajah Yona yang sudah memerah menahan malu tidak urung membuat Regan berhenti wanita itu.


"Stop it! Jangan menggodaku terus" ucap Yona tidak tahan mendengar kekehan-kekehan menyebalkan dari lelaki yang kini duduk di kursi kemudi.


"Hmmmm baiklah, aku juga lelah dari tadi ketawa terus" jawab Regan mengambil napas.


Yona mendengus, biarkan saja Regan kini menertawakannya habis-habisan. Setelah ini Yona akan mencari senjata untuk membalas segala ejekan dan godaan Regan kepadanya.


"Tunggu saja nanti pembalasanku," ucap Yona melipat tanggannya ke depan, mengerucutkan bibirnya kesal.


"Bibirmu kenapa, mau aku cium lagi ya? Pakai ngode segala ih. Tinggal minta kenapa?" goda Regan.


Yona memukul lengan Regan. "Berhenti mengolok-ngolokku!" teriak Yona frustasi.


Regan tersenyum lembut, tangannya menyentuh kepala wanita yang kini duduk di sampingnya. Mengelus pelan kepala Yona dengan lembutnya.


"Kamu menggemaskan saat kesal," ucap Regan tersenyum.


Meleleh ! Yona bisa memeleh habis jika Regan terus tersenyum kepadanya. Senyuman lelaki itu nampaknya mampu menghangatkan diri Yona untuk lebih tenang.


"Kamu harus bertanggung jawab," ucap Yona membuat Regan mengerutkan keningnya.


Memangnya hanya dengan ciuman Yona bisa hamil? Kenapa Yona meminta pertanggungjawaban kepadanya padahal Regan tidak melakukan apa-apa yang mengarah kesana.


"Memangnya ciuman bisa membuatmu hamil?" tanya Regan dengan polosnya.


Yona memutar bola matanya, pertanyaan lelaki itu sungguh tidak masuk akal.

__ADS_1


"Ya nggak lah, jangan bercanda Regan," keluh Yona.


"Terus?"


Yona menoleh ke arah Regan. "Tunggu, jangan bilang ini ciuman pertamamu?" tanya Yona tak percaya.


Regan membelalakkan matanya, sontak saja Yona tertawa terbahak-bahak hingga gema tawanya memenuhi seluruh mobil.


" Hello ini tahun berapa dan kamu baru ciuman sekali saja?" tanya Yona menggelengkan kepalanya.


"Hei, aku tidak bilang ini ciuman pertamaku. Jangan mengambil kesimpulan sendiri," ucap Regan tak terima.


"Pantas saja ciumanmu sangat buruk," kekeh Yona mengejek Regan.


Regan berdecak kesal, bisa-bisanya Yona merendahkan martabat lelakinya seperti itu.


Apakah ciuman Regan memang buruk?


Tawa Yona terhenti, jika menyinggung soal itu Yona memang tidak bisa berkelit lagi. Seharusnya Yona tadi menampar Regan dengan keras ketika Regan menciumnya tiba-tiba.


Tapi apalah daya, tubuh Yona bereaksi berbeda.


"Ciumanmu berantakan sekali," ejek Yona mendengus.


Berantakan katanya?


Mereka memasuki pelataran rumah keluarga William, Yona mengambil tasnya di jok belakang.


Baru saja tangan kiri Yona hendak membuka pintu mobil, tangan kanan Yona ditarik Regan hingga Yona terpental kearah Regan.

__ADS_1


"Katakan sekali lagi," ucap Regan menatap mata Yona intens.


Yona gelagapan, dia hendak menarik tangannya tapi Regan malah menarik pinggangnya. Deru napas Regan menerpa wajah Yona.


"A-apa?" tanya Yona gelagapan.


"Ciumanku kenapa?" tanya Regan


Yona menggeleng, dia harus melepaskan diri dari Regan sebelum lelaki itu memangsanya.


"Aku harus, emhhhh-"


Mulut Yona dibungkam dengan ciuman lembut Regan. Mata Yona terbelalak, lagi-lagi Regan menciumnya. Ini berarti dalam sehari lelaki itu sudah menciumnya dua kali.


Yona memukul lengan Regan,mencoba melepaskan pagutan bibir keduanya.


Bukan Regan namanya jika mengindahkan keinginan Yona. Lelaki itu semakin panas dalam melakukan aksinya. Bara dalam tubuh Regan bergejolak saat Yona mengatakan ciumannya payah dan berantakan.


Meskipun Regan mengakui ini adalah kali pertama ciuman lelaki itu, tapi nampaknya Regan tidak buruk dalam mencium Yona. Lelaki itu sudah banyak berguru dari teman-temannya dan beberapa film romantis yang pernah dia tonton ketika senggang.


Tok ... tok.


Ketukan di jendela mobil Regan membuat Regan melepaskan ciuman mereka. Mereka saling mengambil napas. Bahkan Yona sampai mengipas-ngipasi wajahnya dengan tangannya karena wajahnya terasa begitu panas.


Regan terbelalak, Hendra terlihat berdiri di luar pintu penumpang.


"Daddymu," ucap Regan.


"Apa?" pekik Yona spontan menoleh.

__ADS_1


Hendra menatap Yona dan Regan silih berganti. Hendra memberi kode keduanya untuk keluar dari mobil.


"Tamat riwayatmu, Yona!" umpat Yona mengasihani dirinya sendiri.


__ADS_2