My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Tiket Kapal Pesiar


__ADS_3

Sudah dua hari ini, hidup Yona terasa hampa tanpa kehadiran Regan di sisinya. Katanya, lelaki itu akan sampai sore ini di Bandung. Yona sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan lelaki itu meskipun setiap bertemu mereka selalu memiliki pembahasan yang pasti akan membuat mereka berdebat tanpa ujungnya lagi dan lagi.


Yona telah menunggu Regan di pintu masuk bandara setelah memarkirkan mobilnya.



Yona tersenyum, saat melihat Regan berdiri jauh di depan sana dengan tatapan kerinduan yang sama dengannya.



Regan berjalan ke arah Yona dengan koper yang kini lelaki itu seret di tangan kanannya. Yona juga sama, wanita itu berlari kecil ke arah Regan, memperpendek jarak di antara mereka berdua, dan memeluknya erat. Regan meletakkan kopernya, lelaki itu menyambut pelukan Yona dengan hangat.


“Aku kira kamu tidak segera pulang karena wanita Jakarta cantik-cantik,“ cibir Yona membuat Regan tertawa.


Lelaki itu mencium puncak kepala Yona, dan mengelusnya perlahan.


“Aku tidak bisa bernapas di sana.“ ucap Regan.


Yona mendongak ke arahnya. “Kenapa memangnya? Polusi udara?” tanya Yona.


“Di sana tidak ada oksigen,“ jawab Regan membuat Yona mengerutkan keningnya bingung.


“Hah? Kamu serius?”


“Serius, kan oksigenku kamu. Mana bisa bernapas aku tanpa kamu,“ ucap Regan membuat Yona tersenyum malu dengan semburat merah yang muncul di wajah cantiknyaa.

__ADS_1


“Ish apaan sih!“ keluh Yona merasa malu.


“Kamu cantik saat blushing,“ ucap Regan mengacak rambut Yona yang tergerai.


Regan tersenyum bahagia, dia kira Yona akan menolak untuk menjemputnya di bandara.


“Kamu merindukanku kan?” goda Regan dengan tatapan jenakanya.


“PD sekali Anda, Sir!“ ucap Yona membuat mereka berdua tertawa.


Regan menggandeng tangan Yona menuju mobil wanita itu, tidak lupa Regan membukakan pintu untuk wanita itu masuk kedalam mobil. Regan menoleh kearah Yona,


“Apa rencanamu akhir tahun ini?” tanya Regan membuat Yona berpikir sejenak.


“Tidak ada,“ jawab Yona menghendikkan bahunya.


“Isinya bukan flashdisk kan?” tanya Yona yang merasa waspada dengan isi kotak merah itu.


“Bukann, buka saja,“ pinta Regan diangguki Yona.


Mata Yona terbelalak, matanya sampai melebar sempurna dengan apa yang dilihatnya saat ini. Wanita itu menatap Regan tidak percaya, dua tiket kapal pesiar 6 hari 5 malam dengan pelabuhan keberangkatan di Miami. 


“Tiket kapal pesiar?” tanya Yona memastikan.


Regan tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


“Untuk siapa?” tanya Yona lagi.


“Untuk bunda dan ayah,“ jawab Regan sengaja menggoda Yona.


Wanita itu mengerucutkan bibirnya, dia pikir dua tiket itu untuknya dan Regan. Ternyata untuk ayah dan bunda lelaki itu. Yona melirik Regan dari sudut matanya, dasar lelaki tidak peka! Seharusnya Regan juga membelikannya tiket yang sama untuk mengisi acara tahun baruan mereka.


“Tentu saja untukmu,“ lanjut Regan membuat Yona menoleh cepat ke arahnya.


“Really? Seriously? Sumpahhhhh?” pekik Yona dengan mata berbinar.


Regan mengangguk, menandakan bahwa lelaki itu serius dengan ucapannya. Yona sontak saja memeluk Regan dengan erat, Yona bahkan sampai mencium pipi Regan berkali-kali hingga membuat lelaki itu tertawa bahagia.


“Aku sedang menyetir Yona,“ ucap Regan saat Yona memeluknya erat, membuat tangannya tidak bisa bergerak leluasa.


“Regannnn, aku tidak menyangka kamu bisa membuat kejutan seperti ini,“ ucap Yona dengan wajah yang sangat bahagia.


“Aku hanya tidak mau kalah dengan lelaki brondong yang membelikanmu minuman seharga sepuluh ribu rupiah,“ keluh Regan mencebikkan bibirnya.


Yona tertawa, wanita itu mencium bibir Regan sekilas.


“Regan, kamu yang terbaikk!“ 


--------


DAEBAKKKKK, YONA DAPAT HADIAH TAHUN BARU BERLAYAR DENGAN KAPAL PESIAR MEGAH.

__ADS_1


KALIAN DAPAT HADIAH APA DARI ORANG TERKASIH KALIAN GAESSS?


KALAU AUTHORR DAPAT KASIH SAYANG AJA DAH CUKUP #curcoltahunbaruandirumah 🤣


__ADS_2