
Cekrek, suara kamera ponsel seorang pramugari yang sengaja memotret Yona dan Regan di sana. Sejak tadi pramugari itu menatap kearah pasangan tersebut seakan ingin tahu hubungan mereka ataukah mungkin pramugari itu salah satu fans Yona.
Yona yang sejak tadi mengamati pramugari hanya biasa saja karena itu bukan pertama kali dirinya terekam fans cam ataupun media sosial lainnya. Bukan masalah yang besar selama itu tidak melanggar privasi Yona sendiri.
Tapi ada satu yang membuat Yona terheran-heran, jika memang pramugari itu salah satu fans Yona seharusnya dia bilang ke Yona untuk meminta foto bareng atau tanda tangan sang idola. Toh di kelas bisnis itu hanya ada beberapa orang yang tak lain adalah keluarga Yona sendiri.
"Excuse me?"
Yona sengaja memanggil pramugari itu.
"Yes, Miss?"
"Bisakah saya minta segelas air putih?" tanya Yona diangguki pramugari itu.
"Of course, kalau Anda butuh sesuatu tidak Mr?" tanya pramugari itu menatap Regan dengan senyumnya yang lebar.
Yona berdecih, wanita itu memutar bola matanya kesal. Bisa-bisanya pramugari itu tersenyum sangat lebar kepada Regan. Atau mungkin wanita itu tidak tahu jika lelaki yang kini duduk di sampingnya adalah calon tunangannya. Haruskah Yona menempelkan stiker kepemilikannya di kening Regan agar semua wanita yang menatap lelaki itu tahu kalau Regan adalah milik Yona seorang.
Catat, hanya milik Yona seorang!
"Teh tawar saja," ucap Regan membalas senyuman pramugari itu.
Yona mencubit perut Regan hingga lelaki itu meringis kesakitan. Regan menatap Yona dengan alisnya terangkat, memangnya apa salah Regan hingga dicubit sekeras itu di perutnya. Yona memang ratunya kejam.
"Hei apa salahku?" seloroh Regan menatap Yona, mereka berbicara dengan Bahasa Indonesia yang tentunya sang pramugari itu tidak mengerti akan bahasa ibu mereka.
"Tidak perlu tersenyum ke semua wanita, atau aku robek mulutmu!" ancam Yona membuat Regan terbelalak.
__ADS_1
Kejam sekali Yona sampai mau merobek mulut Regan.
"Ada lagi?" tanya sang pramugari itu menyela perbincangan Regan dan Yona.
"Tidak ada," jawab Regan dengan wajahnya yang datar.
Pramugari itu mengangguk lalu berjalan kearah kitchen pesawat yang tengah mereka tumpangi. Pramugari itu bersorak bahagia menghampiri teman-temannya.
"Di kelas bisnis, ada lelaki tampan. Hidungnya mancung, alisnya tebal, astaga bibirnya merah merona seperti memakai lipstikkk!" ujarnya dengan wajah berbinar bahagia.
"Really? Aku ingin melihatnya," ucap rekan pramugari yang lainnya.
Dua pramugari dari kitchen pesawat berjalan keluar, dua wanita itu sengaja membawa makanan dan minuman untuk menawarkannya pada penumpang di kelas bisnis.
"Permisi Mr dan Mrs, mau minuman atau makanannya mungkin?" tanya salah satu pramugari itu kepada Hendra dan Shinta.
Kemudian para pramugari itu berjalan kearah Yona dan Regan.
"Mau minuman dan makanannya Mr?"
Whattt? Hanya Regan saja yang mereka tawari? Oh baiklah sepertinya para pramugari di pesawat itu tidak tahu siapa Yona. Wanita itu membuka kacamata hitamnya, Yona sengaja memamerkan wajahnya didepan para pramugari kecentilan yang terlihat ingin memangsa Regan hidup-hidup.
Tidak akan Yona biarkan!
"Hubby, aku lelahh," rengek Yona bergelayut manja di lengan Regan.
Wanita itu menekan kata hubby yang artinya husband atau suamiku. Sontak saja para pramugari itu terbelalak melihat sosok Yona di dalam pesawat mereka, dan Yona yang memanggil Regan dengan panggilan suamiku.
__ADS_1
Apakah itu artinya Yona hiatus dari dunia modeling yang membesarkan namanya karena menikah diam-diam?
"Yona AW?" pekik mereka menatap Yona tak percaya.
Yona tersenyum dengan terpaksa, wanita itu merangkul lengan Regan dengan mesranya.
"Pijati aku, di sini," tunjuk Yona di bahu wanita itu.
Regan menatap Yona tidak mengerti, entah apa yang wanita itu kini lalukan. Yona mendadak sangat agresif tanpa alasan yang jelas.
"Di sini Hubby," ucap Yona menekan kata hubby memanggil Regan.
"Hah? Oh iya," jawab Regan tergagap mendengar Yona memanggilnya dengan kata hubby.
Sialan, pramugari itu tidak juga pergi dari sana. Yona harus mencari cara lain untuk membuat pramugari itu berhenti menatap Regan dengan tatapan memuja seperti itu. Yona bisa gila jika miliknya di usik orang lainnnn.
"Hubby, pegang perutku. Kamu merasakan anak kita?" tanya Yona tersenyum kepada Regan.
Wanita itu menarik tangan Regan untuk menyentuh perutnya. Bukan hanya Regan dan dua pramugari itu yang terkejut. Keluarga William dan Kusuma juga ikut terkejut mendengar Yona mengucapkan anak kita dengan meminta Regan menyentuh perutnya.
"Kamu hamil??" pekik Shinta dan Hendra bersamaan memakai Bahasa Indonesia.
Yona sontak saja terbelalak, wanita itu menatap orang tuanya terkejut. Dia melupakan bahwa ada orang tuanya di kursi depannya sana. Aish, Yona meringis melihat tatapan tajam orang tuanya dan juga tatapan terkejut orang tua Ariana kakak iparnya.
Habislah Yona, dia akan mendapatkan hadiah berupa penghapusan nama di kartu keluarga.
"Ti-tidak Mommy, Daddy, ini bukan seperti yang kalian pikirkan!" seru Yona meluruskan kesalahpahaman.
__ADS_1