
Perang dingin sudah dilakukan Yona guna memusuhi Regan yang sudah mengacaukan hidupnya karena mulut lemes lelaki itu seperti rem blong tidak ada batasannya.
Yona sengaja memblokir nomor ponsel Regan karena kesal, biarkan saja lelaki itu kelimpungan untuk menghubunginya. PD sekali, memangnya Regan akan mencari dirinya?
"Selamat pagiiii," sapa Yona dengan riang.
"Pagi, Sayang, tumben sekali kamu sudah rapi jam segini. Biasanya kamu berangkat kuliah mepet jam," kata daddy Yona.
"Kan aku mau berubah, Dad," kata Yona menjawab ucapan daddynya.
"Dia akan berubah menjadi power rangers," kata mommy Yona yang kini sedang mengambilkan nasi untuk Hendra.
"Kok power rangers sih Mom," keluh Yona mencebibikkan bibirnya kesal.
"Bilang saja kamu ingin ketemu Regan makanya kamu berangkat sepagi ini," tuduh Shinta membuat mata Yona terbelalak.
What the hellllll, kenapa seluruh orang sepertinya tidak mempercayai dirinya.
"Aku juga," ucap Yona menyodorkan piring ke arah Shinta.
Shinta menggelengkan kepalanya.
"Yonaa rubah sifat manjamu, sebentar lagi kamu akan menjadi istri," ujar Shinta membuat Yona tersedak susu yang wanita minum.
Uhukkkkk .. uhukkkkk!
Apa menjadi istri? Wuahhhh mommynya memang paling juara memaksanya untuk menikah.
"Maksud Mommy?"
"Tentu saja kamu dan Regan pasti akan menikah, apalagi kamu sudah seagresif itu dengannya."
__ADS_1
"Tapi Mommmm aku tidak setuju, kan sudah kubilangggg itu hanya akal-akalan Regan saja!" tutur Yona masih tidak terima.
"Yona!" sergah Hendra menatap Yona dengan tegas. Seperti apapun, Yona tidak diperbolehkan orang tuanya menjelek-jelekkan Regan.
Bagi mereka Regan memang tidak bercela sama sekali, sangat curang !
Sesampainya di kampus Yona langsung ngacir ke ruangan Regan, Yona akan membicarakan perihal rencana pernikahan mereka yang akan dipercepat karena mulut lemes Regan.
Yona mengetuk pintu ruangan Regan dengan tidak sabaran.
"Ishhh lama banget sih!" gerutu Yona saat tak ada jawaban dari dalam
Tokk, Yona mengetuk lagi pintunya namun baru sekali ketukan tiba tiba pintu terbuka.
"Ada apa?" tanya Regan garang pada Yona macam kak Ros dalam upin ipin, huh!
Sepertinya Regan sangat marah kepadanya karena nomor lelaki itu dia blokir selama dua hari ini.
Yona mendorongnya masuk dan mengunci pintu agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka. Regan menautkan alisnya bingung,
"Apa yang kau lakukan ,kita ada kelas sebentar lagi," omelnya pada Yona, Yona berjalan kearahnya membuatnya menyipit.
"Hei apa yang akan kau lakukan?" Wajahnya berubah serius saat Yona terus berjalan ke arahnya dan membuatnya mundur dengan spontan.
Yona memajukan wajahnya membuat Regan terbelalak.
"Hei apa kau mau memperkosaku? Gila wanita macam apa kamu ini!" gerutunya memejamkan matanya.
Memperkosa Regan? PD sekali lelaki itu. Yona hanya mau membersihkan punggung Regan yang kotor seperti bekas cat putih yang menempel dikemejanya.
"Jangan nethink mulu!" jawab Yona santai, Yona mundur kebelakang menjauh darinya.
__ADS_1
"Siapa yang nethink?" tanya dia menyipitkan mata.
"Ya kamu lah, siapa lagi," sahut Yona.
"Aku pantas dong waspada, kelakuan kamu tadi membuat orang ketar ketir. Apalagi kamu kan wanita mesum l," katanya menatap Yona dengan tajam.
Buaahahahhaaha, Yona tertawa terbahak-bahak, maksudnya Regan mengira Yona akan menciumnya? Begitukah? Dasar Regan si otak konslet !
Regan berjalan ke arah Yona dengan menatap dada Yona, heiiii apa dia mesum?
"Apa ... apaa yang akan kau lakukan?" tanya Yona gugup saat Regan menatap ke arah dadanya.
Dia memegang kerah kemeja Yona membuat Yona semakin gugup.
"Sadarlah, kau kerasukan setan!" kata Yona sambil menyipitkan matanya, wanita itu menutup dadanya dengan kedua tangannya.
Regan menepuk wajahnya sedikit keras membuat Yona membuka mata dan melotot garang kearah lelaki itu.
"Hilangkan pikiran mesummu itu, Nona, aku tadi hanya melihat sedikit pemandangan karena kancing kemejamu terbuka," jawabnya santai, menunjuk kancing kemeja Yona yang kini terbuka.
"Kamu melihat yang seharusnya tidak kamu lihat!" teriak Yona kesal dengan ekspresi Regan yang seperti tidak terjadi apapun dengan mereka.
"Memangnya aku mau melihatnya, barang kecil tidak usah dipertontonkan."
Mulut Yona membeo, matanya melebar dengan sempurna mendengar ucapan dari Regan.
"Barang kecil katamu?" pekik Yona tidak terima.
Regan mengambil buku mata pelajarannya di mejanya, lelaki itu berlalu meninggalkan Yona yang kini tengah mendidih di belakangnya. Salah siapa Yona memblokir nomernya dan membuatnya galau dua hari ini?
"Dosen mesummmmmmmm, hapusssss gambaran payudaraku dari otak mesummu itu Regannnnnnn!" pekik Yona mengacak rambutnya frustasi.
__ADS_1