My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Lempar Batu Sembunyi Tangan


__ADS_3

Deg..deg..deg….


Begitulah kini suara detak jantung wanita itu, tubuhnya terkekang sangat erat oleh tangan kekar milik Regan. Yona sampai menahan napasnya saat deru napas Regan terasa sangat hangat menyapu wajahnya. Yona memalingkan wajahnya, mungkin saat ini wajah wanita itu sangat merah merona karena malu.


Regan melingkarkan pelukan tangannya di pinggang Yona. Lelaki itu menarik Yona hingga Yona berada dalam pangkuannya.


“Lepaskan aku!“ ucap Yona yang merasa jantungnya akan meledak sebentar lagi.


“Aku merindukanmu,“ ucap Regan menatap Yona tepat di manik mata wanita itu.


Yona terbelalak, wanita itu tidak menyangka jika Regan akan mengatakan hal seperti itu kepadanya. Lelaki itu memang tidak bisa ditebak kemana arah pikirannya.


“Yona?” panggil Regan, tangannya menyentuh dagu Yona hingga wanita itu kini menatapnya.


Mata mereka membara, Regan memberikan kecupan singkat di bibir Yona. Yona memejamkan matanya, menikmati sensasi dalam hatinya yang kini tidak bisa dia utarakan lagi. Yona mengalungkan tangannya di leher Regan.


Dengan berani, Yona mencium bibir Regan lebih dulu. Wanita mencium Regan dengan penuh perasaan, setiap cecapan yang mereka lakukan terdapat cinta yang tidak bisa mereka katakana satu sama lain. Percayalah, cinta tidak harus melulu soal kata ataupun romantisme puisi yang akan membahagiakan sesaat. 


Cinta adalah rasa yang harus ditunjukkan dengan sebuah perilaku nyata, dibuktikan, dan juga dipertahankan. Jika cinta hanya berdasarkan kata, bagaimana kita bisa tahu arti ketulusan karena sebuah kata bisa saja hanya kalimat tanpa sebuah pembuktian.

__ADS_1


Dan Regan, lelaki itu tidak pandai berkata-kata. Lelaki itu hanya bisa jujur atas apa yang kini dia rasakan. Hanya itu saja, jika dia rindu maka Regan akan mengatakan rindu. Dan jika dia kecewa, maka kecewanya orang pendiam akan jadi sangat menakutkan.


Regan membalas setiap ciuman Yona, lelaki itu begitu menikmati setiap pagutan yang mereka lakukan atas dasar cinta. Cinta memang merubah segalanya, dari awalnya Regan pendiam kini Regan menjadi lelaki yang lebih terbuka kepada semua orang. Kalau ada yang bertanya alasannya, itu karena Yona.


Suara dering telepon ruangan Regan membuat mereka melepaskan ciuman panas mereka, dengan malas Regan mengangkat telepon itu.


“Dengan Reganera di sini.“


“Kamu lupa ada CCTV di ruanganmu?” tanya Septian menggelengkan kepalanya begitu tahu apa yang anaknya perbuat dari kamera CCTV yang terhubung di laptopnya.


Mata Regan terbelalak, lelaki itu menatap kamera CCTV dengan meringis. Yona memang membuatnya kehilangan akal sehatnya yang selama ini dia pakai.


“Lain kali jaga batasan kalian di kampus,“ peringat sang ayah hanya diangguki Regan.


“Iya ayah, Regan kan lupa,“ jawab Regan mengusap tengkuknya.


“Ck, pecinta memang selalu lupa diri. Dunia milik berdua, begitu? Oh ya, bunda tadi pesan minta Yona ikut ke acara pernikahan Maisha,“ ucap Septian memberitahu pesan dari sang istri.


“Baik, nanti Regan sampaikan,“ ujar Regan.

__ADS_1


“Ya sudah, ingat jangan keblabasan ada CCTV!“ peringat Septian kembali membuat Regan terkekeh.


Regan berjalan ke arah Yona, wanita itu kini menatapnya.


“Siapa?”


“Ayah, beliau melihat kita dari CCTV,“ jawab Regan membuat mata Yona terbelalak.


“Ayah? CCTV? Jadi maksudmu semua yang kita lakukan disini terekam CCTV?” tanya Yona dengan setengah berteriak karena terkejut.


Regan hanya mengangkat bahunya acuh.


“Biar mereka tahu kalau kamu wanita agresif, kamu kan yang menggodaku lebih dulu,“ kekeh Regan membuat Yona semakin dongkol.


“Kamu, lempar batu sembunyi tangan!“ ucap Yona menatap Regan kesal.


“Iya Yona, aku juga mencintaimu.“ 


Lelaki itu mengacak rambut Yona dengan gemas, Regan tertawa melihat wajah Yona yang kini memerah karena godaan yang Regan ucapkan kepadanya. Gila, dia dan Regan sudah dua kali ini ketangkap basah ciuman oleh daddy Yona dan ayahnya Regan.

__ADS_1


Alamakkkkkk, jadi kewongg cepet ini mah si Yona dan Regan.


__ADS_2