My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Poor You, Yona


__ADS_3

Isakan demi isakan keluar dari mulut wanita itu, di balik selimut yang menutupi tubuhnya, wajah Yona basah karena air matanya. Wanita itu tidak bisa membayangkan jika kejadian itu diketahui orang tuanya, dia pasti akan dinikahkan dengan Regan secepat mungkin.


“Huwaaaaaaa,” teriakannya semakin kencang membayangkan harus hidup bersama Regan lelaki paling tidak romantis yang pernah dia temui.


Regan mendengarkan teriakan-teriakan histeris dari mulut Yona dengan malas. Setelah di katai lelaki paling tega, Regan memilih keluar dari kamar itu sampai Yona mendapatkan kewarasannya kembali. 


Yona menangisi kebodohannya, sudah tahu dirinya akan teler saat mabuk, kenapa juga dia minum bersama Viona dan Nadia. Dan juga, kenapa dia bisa berakhir bersama Regan di apatemen lelaki itu?


Sekelebatan bayangan saat dirinya menyatakan cintanya pada Regan membuat tangis wanita itu terhenti sejenak. Mata Yona melebar sempurna ketika kilasan kejadian itu mulai bermunculan. Mulutnya menganga mengingat betapa bodohnya dirinya menyatakan cintanya pada Rega.


“Regan, sepertinya aku mencintaimu.“ Begitulah yang Yona ingat.


Yona memukul mulutnya, kenapa mulutnya membuatnya berkata seperti itu. Apakah berawal dari itu Regan dan Yona melakukan hal yang tidak sewajarnya mereka lakukan?


Jangan-jangan, Yona lah yang memulainya? Jangan-jangan Yona memaksa untuk melakukannya tadi malam?


“Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkk!“ teriak Yona semakin frustasi dibuatnya.


Regan tidak tahan lagi, bisa-bisa dia akan tuli mendengarkan teriakan-teriakan bar-bar dari mulut Yona yang sejak tadi enggan berdiam. Entah apa yang sedang dipikirkan wanita itu.


“Berhenti berteriak Yona, ini bukan hutan,“ hardik Regan dari luar.


“Berhenti mengganggu urusanku lelaki mesum!“ kesal Yona setengah mati.


Regan menaikkan alisnya, lelaki mesum katanya? Yang pantas disebut mesum adalah dirinya sendiri, dia wanita termesum yang pernah Regan temui dan kenal. Wanita mana yang membuka bajunya ditempat asing? Okelah ini bukan tempat asing, ini adalah apartemen milik calon tunangannya, lelaki yang sudah dipilihkan orang tuanya untuk dijodohkan dengannya. Tapi tetap saja, Yona tidak sepatutnya melakukan hal segila itu, apalagi didepan lelaki normal seperti dirinya kan?


Dia tidak sadar saat melakukannya Regan, bela dewa dalam batin Regan.


Yona memunguti bajunya yang tergeletak di lantai, wanita itu memakainya segera sebelum Regan memasuki kamar itu dan melihat lagi batapa indah tubuh yang dia miliki.


Yona keluar dari kamar, wanita itu menekuk wajahnya malu. Yona memasuki kamar mandi yang ada di luar kamar. Yona membasuh wajahnya dengan air segar yang tengah mengalir. 


“Ini gila,“ umpat Yona membasuh wajahnya dengan kasar.


Apa yang akan dia katakan nanti kepada Regan? Haruskah Yona mengatakan bahwa dia mengatakan hal itu dengan kondisi tidak sadar? Yona mendesah frustasi, menghela napasnya panjang.


Seusai membersihkan dirinya, Yona keluar dari kamar mandi. Duduk didepan Regan yang sudah menunggunya di meja makan.


“Sup sangat baik untuk obat pengar,“ ucap Regan namun tidak dijawab oleh Yona.


Yona asyik dengan pemikirannya sendiri, wanita itu menghela nafas kasar entah sudah keberapa kalinya dalam lima menit ini. 

__ADS_1


Regan memberikan sendok kepada Yona.


“Ini, makanlah keburu dingin,“ perintah Regan. 


Yona mendongak menatap mata lelaki itu. Dia menautkan alisnya, ekspresi wajah Regan yang biasa-biasa saja membuat Yona merasa aneh. Mungkinkah Regan sudah biasa melakukan itu sehingga merasa tidak ada yang terjadi setelahnya? Itu artinya Yona bukan yang pertama untuk Regan.


Rasa sakit menjalar di hati Yona.


“Aku tidak tahu bagaimana denganmu. Tapi kamu beruntung menjadi yang pertama,“ ucap Yona, mengaduk-ngaduk sup di depannya.


Kening Regan menyerngit mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Yona. 


“Ah, itu?” tanya Regan, itu yang dia maksud adalah melihat Yona hanya memakai celana dalam saja.


Yona menunduk lesu, ternyata mereka semalam melakukan itu. ‘Itu’ diartikan berbeda oleh keduanya.


“Aku tidak ingin mengingatnya, lagipula tidak penting juga,“ ucap Regan.


Mata Yona membeliak. Tidak penting kata Regan?


“Tidak ingin mengingatnya, tidak penting katamu?” tanya Yona dengan wajah memerah karena tersinggung dengan ucapan Regan.


Kerempeng? Disaat orang luar memuja keindahan bentuk tubuhnya, lelaki itu mengatakannya kerempeng? Keterlaluan Regan ini, tidak memiliki perasaan sama sekali. Dia sudah merenggut keperawanan dari seorang wanita tapi dia berlaku sesantai itu dan mengatakan hal-hal mencela kepadanya.


“Tidakkah kamu merasa mulutmu sangat pedas?” tanya Yona mendengus.


“Berhenti berdebat, selesaikan sarapanmu. Tadi malam daddymu menelepon,“ tukas Regan membuat Yona tersentak.


“Apa yang kamu katakan pada Daddy?” seloroh Yona dengan mata melebar.


Regan tersenyum geli melihat ekspresi wajah Yona. Regan akan mengerjai wanita itu habis-habisan hari ini setelah mengacaukan pikirannya tadi malam.


“Aku bilang kamu menginap,“ jawab Regan dengan santai.


“APAAAAA?” pekik Yona hingga kursi yang dia duduki sedikit bergeser karena gerakan spontan wanita itu.


“Om Hendra juga mendengarmu melenguh,“ goda Regan, benar bukan jika saat Hendra menelponnya Yona melenguh dalam tidurnya, meracau tidak jelas.


“Melenguh?” ulang Yona dengan mata melebar tidak percaya dengan apa yang Regan ucapkan baru saja.


Jika begini, tamatlah sudah riwayatnya. Dia akan di depak dari keluarga William sebentar lagi. Yona harus mempersiapkan dirinya untuk kenyataan terburuknya.

__ADS_1


Regan tersenyum melihat ekspresi wajah Yona yang sangat frustasi. Lelaki itu begitu menikmati menggoda wanita itu.


“Regan, ceritakan apa yang terjadi semalam pada kita berdua,“ ucap Yona dengan ragu.


Regan mengambil napasnya panjang.


“Kamu terlalu mabuk tadi malam, kacau, kamu sangat beringas,“ jawab Regan sengaja mengeluarkan ucapan yang ambigu, bermakna ganda bagi mereka yang mendengarnya.


Yona menutup mulutnya, dia sangat beringas? Herrrr, Yona sampai bergidik ngeri membayangkan jika dirinya semalamlah yang menggoda Regan lebih dulu. Parahnya, Yona yang antusias atas apa yang terjadi tadi malam antara mereka berdua.


Regan tertawa di dalam hatinya. Dia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Wanita itu sangat beringas tadi malam. Sampai-sampai tasnya akan dia lempar kea rah Fernando jika Regan tidak mengahalaunya lebih dulu.


Mata Yona menangkap luka goresan diwajah Regan. Yona menyentuh wajah Regan.


“Apa ini karenaku?” tanya Yona penasaran.


“Ck, kamu sangat bar-bar semalaman,“ ucap Regan membayangkan saat Yona hendak menarik wajahnya yang dikira wanita itu topeng. 


Semalaman?


Yona semakin gila mendengar penuturan yang keluar dari mulut Regan. Dia bersumpah akan menghancurkan soju jika dia menemukannya lagi. Gara-gara minuman itu, harga dirinya raib entah kemana, dan juga keperawannya yang lenyap begitu saja tanpa dia menyaksikan detik-detik bersejarah itu didalam mobilnya.


Wanita itu bertumpu tangan, tubuhnya lemas begitu saja. Penuturan yang keluar dari mulut Regan sekan membuatnya merasakan hukuman mati mendadak.


“Ah, aku juga ingat!“ 


Yona dengan cepat menoleh ke arah Regan, menyimak apa yang akan lelaki itu sampaikan kepadanya lagi.


“Kamu mengatakan bahwa kamu mencintaiku,“ ucap Regan menaikkan alisnya menatap Yona.


Poor you, Yona Anantasya William!


----------------------


**Hello gaisss, ini author rajin banget update apa gimana yakk??


So gpp lah ya, asalkan kalian meninggalkan jejak.


Jangan lupa VOTE dan KOMENTAR , biar novel ini makin naik disistem rangking 'You Are Writer Season 2'


🙏🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2