My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Machiko


__ADS_3

Brakkkk, pintu kamar tamu yang Regan tempati tiba-tiba saja terbuka. Putra dari Marva masuk dengan mata menyala menatap Regan yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya.


Kening Regan menyerngit, dia tahu sosok anak kecil itu dari foto-foto yang dia lihat di rumah utama keluarga William. Cucu pertama yang kabarnya akan naik tahta di perusahaan sang kakek.


"Hai boy," sapa Regan tersenyum kearah Machiko.


"Siapa Uncle ? Kenapa orang asing bisa masuk ke rumahku?" tanya Chiko menatap tajam Regan seperti gelagat orang dewasa.


Regan tersenyum geli, lelaki itu mensejajarkan tubuhnya dengan Chiko di sana.


"Perkenalkan, Uncle akan menjadi unclemu," ucap Regan mengulurkan tangannya kepada Yona.


"Maksudnya suami Aunty Yon?" tanya Chiko tak percaya.


"Hei kenapa dengan tatapanmu itu?" tanya Regan yang tidak terima dengan tatapan mata keponakan dari wanitanya.


"Jelek begini, Chiko tidak mau punya uncle jelek," jawab Chiko membuat Regan menganga.


Jelek katanya? Semua wanita bahkan bertekuk lutut kepada dirinya. Regan bisa mendapatkan putri perdana menteri jika dia mau. Mari kita koreksi, Regan bisa mendapatkan para wanita-wanita itu kecuali Nadia dan Yona. Nadia karena wanita itu telah menaruh hatinya kepada lelaki lain, dan Yona karena wanita itu terlalu bebas dari jangkauan Regan.


Tidak masalah, yang terpenting kini dia dan Yona telah resmi memiliki hubungan. Sebentar lagi Regan akan melamar wanita itu dan memilikinya secara penuh.


"Jelek? Uncle ini idolanya para wanita," jawab Regan tidak terima.


"Berapa mantan Uncle?" sergah Machiko menyelidik.


Mantan? Sialan keponakan Yona, anak kecil itu bahkan tau kelemahan Regan. Darimana Chiko tahu jika dirinya belum pernah memiliki mantan sama sekali.


Regan menggeleng. "Uncle belum memiliki mantan," jawab Regan menekuk wajahnya.


Chiko mendengus, anak kecil itu duduk di ranjang tidur. Dengan isyarat tangannya Chiko meminta Regan untuk mengikutinya duduk di sana. Ck, kecil-kecil sudah sok bossy itu anak.


"Uncle tidak bisa menjadi lelaki sejati jika belum memiliki mantan kekasih," jelas Chiko memberikan penuturan kepada Regan yang lebih tua darinya.


"Hei, memangnya kamu sudah punya mantan?" tanya Regan diangguki oleh Chiko.

__ADS_1


Mulut Regan menganga, bagaimana mungkin anak sekecil Chiko sudah memiliki mantan kekasih? Bagaimana bisa dan bagaimana mungkin?


"Charlote dan juga Marry."


"Duaa?" pekik Regan tidak mampu menutupi keterkejutannya.


Chiko tersenyum bangga, anak itu membenarkan seragam sekolahnya.


"Tapi Uncle, Uncle kenal Queen?" tanya Chiko menatap Regan penasaran.


"Queen siapa? Queen Inggris?" tanya Regan.


"Ck, Uncle ini ketinggalan jaman sekali. Queenayna, Uncle," tutur Machiko bak orang dewasa.


Lagi-lagi Regan menganga mendengar penuturan sang pewaris keluarga William. Anak sekecil itu mengatainya ketinggalan jaman? Dan tunggu, anak itu menyebutkan putri dari keluarga Corlyn?


"Oh itu keponakan Uncle," jawab Regan memicingkan matanya kearah Chiko.


"Really? Seriously, Uncle?" pekik Chiko dengan mata berbinar bahagia.


"Kenapa memangnya?" Regan memicingkan matanya menelisik.


"Uncle, aku menerimamu sebagai calon suami Aunty Yon. Tapi, bantu aku mendapatkan Queen."


Regan tertawa, Chiko sangat menggemaskan baginya. Regan mencubit pipi Chiko dengan gemas.


"Hei, latihan dulu memasang dasi seragam sekolahmu sebelum mendapatkan seorang wanita Machiko!"


Kedua lelaki beda generasi menoleh, Ariana menatap Chiko dengan tajam.


"Regan, maafkan Chiko ya. Anak ini memang berbeda sekali dari usianya. Kakak juga bingung," ucap Ariana menatap Regan tidak enak karena Chiko sepertinya telah mengganggu waktu istirahat Regan.


"Tidak masalah Kak, Chiko tidak mengganggu juga kok," ucap Regan mengacak rambut Chiko gemas.


"Chiko, beri salam sama Uncle," ucap Ana kepada putranya.

__ADS_1


Machiko mengulurkan tangannya, mencium tangan Regan dengan sangat manis.


"Aku Machiko, Uncle, keponakan Qunty Yon, anak Mommy Ana dan Daddy Marva," jelas Machiko membuat ibunya menggelengkan kepalanya.


"Lanjutkan saja aktivitasmu, satu jam lagi datang ke taman belakang. Kak Marva sudah menyiapkan bahan untuk barbeque," ucap Ariana diangguki Regan.


Ana menggandeng tangan Chiko untuk keluar dari kamar tamu. Chiko menoleh ke arah Regan, anak itu mengacungkan jempolnya dan berkedip ke arah Regan hingga Regan tertawa melihatnya.


"Anak jaman sekarang ada-ada saja," kekeh Regan menatap Chiko yang semakin menjauh.


.


.


Yona mengetuk pintu kamar Regan, namun tidak ada jawaban dari dalam. Perlahan, Yona membuka pintu kamar tamu itu dengan hati-hati. Wanita itu tersenyum melihat Regan tengah terlelap disana dengan dama.


Yona melangkahkan kakinya mendekat kearah Regan. Yona mengamati wajah Regan saat tertidur. Tangan Yona menyusuri lekukan wajah Regan yang sangat indah dan sempurna baginya, pahatan Tuhan memang paling sempurna.


Cup, Yona mencium sekilas bibir Regan. Wanita itu tersenyum geli dengan tingkah lakunya sendiri. Dia seperti wanita mesum yang tengah mencuri ciuman dari lelaki yang dia cintai.


Yona beranjak dari ranjang itu berniat untuk membiarkan Regan beristirahat. Tapi tangannya ditarik tiba-tiba oleh Regan hingga Yona limbung dan tersungkur diatas dada Regan.


Regan mencium bibir Yona, membuat wanita itu terbelalak.


"A-apa yang kau lakukan?" tanya Yona tergagap.


"Aku hanya membalas ciuman kekasihku," ucap Regan.


Yona menunduk malu, sepertinya Regan sadar atas apa yang wanita itu lakukan kepadanya. Yona mencoba bangkit dari sana, tapi lengan kokoh Regan menahannya dengan kuat.


"Lepaskan aku!" ucap Yona.


"Setelah ini," jawab Regan membuat Yona menyerngit tak mengerti.


Regan menarik tengkuk Yona, ******* habis bibir wanita itu. Rasa cinta dan juga kerinduan menyeruak bersama setiap ciuman yang mereka lakukan kini. Ciuman itu berbeda dari ciuman-ciuman sebelumnya, ciuman ini sangat menggairahkan dan juga menggetarkan dada mereka berdua.

__ADS_1


Tidak mau kalah, Yona melingkarkan tangannya di leher Regan. Menambah romantisme ciuman mereka berdua yang tengah dilingkupi perasaan cinta yang saat ini membara.


Kali ini Yona mengakui satu hal, debaran dalam dadanya adalah debaran cinta untuk lelaki itu.


__ADS_2