My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Ending


__ADS_3

Tidak ada kebahagiaan di dunia ini yang mampu menandingi kebahagiaan memiliki orang-orang terkasih, dan mampu menjaga mereka sekuat tenaga yang kita punya. Menikah adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh Regan sendiri, lelaki yang tidak pernah memiliki bayangan menikah dengan seorang model. Pada akhirnya Tuhan menyatukan dirinya dengan Yona, seorang wanita cantik dan juga berhati baik untuk menemaninya menua.


Yona benar-benar tidak menyangka, nasib cintanya dengan manatan kekasihnya justru membuatnya berlabuh ke dalam pelukan dosen yang sangat mencintainya. Sosok lelaki masa bodoh, sangat mengesalkan, namun hanya memiliki satu cinta dalam hatinya, cinta yang hanya tertuju untuk Yona seorang. Tentu saja Yona merasa beruntung, kehilangan satu lelaki yang tidak memahami ikatan suci sebuah hubungan akhirnya membawa Yona berlabuh dalam pelukan Regan, lelaki yang kini menjadi suaminya.


Genggaman erat di tangan keduanya, menandakan bahwa mereka berdua sangat bahagia, begitu bahagianya sampai tidak peduli lagi dengan apa yang semesta suguhkan nanti, karena cinta mereka berdua telah terpaut begitu dalam, begitu erat dan juga lekat.


“Terimakasih, aku tidak tahu harus mengucapkan apa lagi sekalin kata itu,” ucap Regan saat kini mereka duduk di balkon kamar menatap laut lepas dengan warna airnya yang berwarna biru kehijauan yang sangat jernih sekali. Sungai Volga, ya mereka tengah berada di Rusia, menikmati pelesiran dengan kapal pesiar.


Kini mereka memilih Negara Rusia sebagai tempat yang akan membawa mereka dalam buaian percintaan di antara mereka berdua. Negara yang memiliki banyak pantai indah dan pemandangan bawah laut yang sangat menarik para wisatawan asing datang ke sana, termasuk juga Regan dan Yona yang memang telah lama merencanakan ingin datang ke tempat yang sudah seperti surga dunia bagi semua orang.


Sebagai suami yang selalu ingin membahagiakan istrinya, Regan telah menyiapkan kado bulan madu kedua mereka berdua. Jalan-jalan ke Negara Rusia dengan menggunakan paket wisata kapal pesiar seperti keinginan Yona kala itu. Kado yang ingin Regan berikan kepada Yona karena telah melahirkan kedua jagoan mereka yang sengaja mereka titipkan kepada kedua orang tua mereka, memberikan waktu untuk Yona merefresh pikirannya setelah berkutat pada kehamilannya.


Kapal pesiar nantinya akan membawa Regan dan Yona berkeliling ke tujuh kota, mulai dari Kota Moskow sampai ke St. Peterburgh. Tidak hanya itu, paket yang telah Regan pilih akan memanjakan para wisatawan melewati Sungai Volga.


Selain karena tempatnya yang begitu indah, butget yang harus mereka keluarkan untuk datang ke sana juga cukup menguras isi kantong. Namun tentu saja itu tidak berlaku untuk pasangan pengantin tengah berbahagia. Mereka memilih tiket pesawat berharga sangat fantastis untuk menikmati perjalanan yang sangat menyenangkan.


“Berapa kali kamu harus mengucapkan terimakasih sayang?” tanya Yona menatap suaminya.


Regan terkekeh geli. “Entah mengapa, setiap kali aku mendengarmu memanggil sayang membuat dada ini terus bergetar,” ucap Regan membawa tangan Yona ke depan dadanya, menunjukkan reaksi berlebihan yang jantungnya tunjukkan ketika Yona memanggilnya sayang.


“Kamu lapar kalik, makanya gemetaran,” jawab Yona yang memang tidak pernah merespon setiap kali Regan mengeluarkan jurus-jurus merayunya yang sangat ahli dalam membuat para wanita bertekuk lutut di bawahnya. Tapi itu tidak berlaku untuk Yona, wanita itu nampak tidak peduli dan juga tidak ambil pusing apa yang Regan ucapkan kepadanya.


“Astaga, kenapa kamu tidak berubah sama sekali? Dirayu salah, enggak dirayu makin salah?” tanya Regan dengan mata menatap Yona tidak terima.

__ADS_1


Yona menoleh ke arah Regan. “Tanpa kamu rayu, aku sudah luluh lantah di dekapmu,” ucap Yona membuat mata Regan berbinar bahagia.


Lelaki itu membawa Yona ke dalam pelukannya. “Aku tidak tahu istriku semakin pintar dalam merayu, siapa yang mengajarimu cara merayu lelaki? Sisil? Viona? Nadia? Atau mommy?” tanya Regan membuat Yona terkekeh.


Yona memukul pelan dada Regan. “Aku belajar darimu, jangan berlagak bodoh dengan menyalahkan orang lain. Virus TM++ sudah menyusup ke otakku tahu nggak,” ucap Yona mencebikkan bibirnya kesal.


Regan memicingkan matanya bingung. “Apa itu Virus TM++?” tanya Regan memicingkan matanya menatap Yona penasaran.


“Virus tukang merayu plus-plus, paham?” tutur Yona membuat Regan menganga.


Memangnya Regan tukang merayu plus-plus sampai mendapatkan julukan seperti itu? Astaga, kadang Yona memang suka berlebihan saat mengejek dirinya. Regan hanya merayu satu wanita, istrinya—Nyonya Reganera Louis.


Rambut wanita itu berterbangan mengikuti arah mata angin, kebetulan mereka datang di saat yang tepat. Kali ini Rusia belum memasuki high season wisatawan, artinya saat ini kapal pesiar yang mereka naiki tidak terlalu penuh oleh wisatawan. Jika target 100%, maka saat ini hanya 75% wisatawan yang berlayar bersama mereka berdua.


“Air lautnya sebening cermin, sungguh indah dan memabukkan,” ucap Yona menatap lurus sungai lepas yang airnya begitu indah, membuat hati wanita itu tidak karuan rasanya karena keindahan yang telah Tuhan ciptakan sebaik itu.


“Aku tidak pernah bisa menikmati keindahan dunia yang sudah disajikan di depanku, karena aku sudah menemukan yang paling indah, yang pernah Tuhan ciptakan untukku,” ucap Regan menjawab ucapan Yona.


Regan mengelus pipi Yona dengan lembut, ini seperti mimpi bagi lelaki itu. Regan sendiri tidak menyangka bisa menikah dengan wanita yang bertolak belakang dengan dirinya. Wanita yang tidak akan pernah kalah keindahannya dari keindahan-keindahan lainnya yang telah Tuhan sajikan untuknya.


“Bolehkan aku berterimakasih sekali lagi?” ucap Regan dengan suara serak, tidak mampu menahan rasa yang bergejolak di dalam dadanya ketika mata teduh Yona menatap lekat matanya.


Yona mengangguk, detik selanjutnya Regan menarik tengkuk Yona, mencium bibir wanita itu dengan lembut. *******-******* kecil, cecapan manja, dan juga gairah penuh cinta melebur menjadi satu dalam satu perasaan bahagia yang kini membuncah di dalam dada mereka.

__ADS_1


Air mata haru menitik di sudut mata Regan, lelaki itu sungguh tidak menyangka akan mendapatkan apa yang dia impikan sejak dulu. Wanita yang telah di bawa oleh sang garis takdir kembali ke tanah air untuk mempertemukan dua jiwa yang memang diharuskan bertemu untuk bersatu. Garis takdir yang sepertinya telah terikat ketika mereka masih di dalam kandungan. 


Suara burung yang berkicau seperti alunan melodi di dalam otak Yona dan Regan. Mereka terbuai, saling menikmati sensasi pagutan bibir itu hingga tidak sadar bahwa mereka berada di tempat yang terbuka. Daun yang entah dari mana asalnya, tiba-tiba jatuh di atas kepala Regan membuat pagutan mereka terlepas.


“Bahkan daun juga iri dengan romantisme cinta kita,” ucap Regan membuat Yona menunduk malu.


Regan menggenggam tangan Yona. “Bisakah kita lanjutkan ritual pasangan pengantin baru di dalam kamar saja?” tanya Regan dengan mata berbinar.


Yona berdecak. “Pengantin baru apanya, buntutmu sudah dua, Sayang,” cibir Yona mengingatkan Regan bahwa mereka bukan lagi pengantin baru.


Wajah Yona mendadak merona, wanita itu teringat betapa beringas dan perkasanya Regan di malam pertama mereka hingga Yona tidak mampu berkata-kata lagi. Nikmat, penuh cinta, dan juga pembawaan yang lembut membuat Yona selalu lemas ketika Regan menyentuh titik-titik sensitifnya. Lelaki itu begitu ahli memperlakukan dirinya begitu luar biasa, Yona sampai malu ketika desahan-desahan penuh nikmat keluar dari mulutnya.


Ah, itu sangat memalukan sekali bagi Yona.


“Em, Sayang … aku mendapatkan tamu bulananku pagi ini.”


Ucapan satu kalimat yang keluar dari mulut Yona membuat mata Regan terbelalak hingga seperti mau keluar dari tempatnya. Tamu bulanan? Astaga, Regan harus berpuasa selama satu minggu untuk tidak menyentuh istrinya di tengah-tengah tempat yang mendukung? Regan rasanya ingin menyelam di dasar Sungai Volga saja untuk sekarang.


Yona terkekeh, wanita itu kembali mengeratkan pelukannya kepada sang suami. Betapa bahagianya Yona memiliki lelaki yang mampu memperlakukan dirinya dengan sangat baik. Lelaki yang mampu mengerti segala keluh kesah Yona sebagai seorang ibu baru yang rasanya sangat berat dan butuh adaptasi. 


Umur kedua jagoannya sudah memasuki usia dua bulan, setiap kali mata Reon dan Yoan menatapnya, rasanya Yona ingin menangis memeluk dan mendekap buah hatinya dengan erat.


“Aku akan menjadi istri, dan ibu yang baik untuk anak-anak kita. Aku berjanji,” ujar Yona ingin melakukan segalanya yang terbaik untuk suami dan kedua anaknya.

__ADS_1


Keduanya saling menggenggam tangan, menatap indahnya pemandangan alam yang tersuguh di depan mereka berdua.


__ADS_2