My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Takut Jarum Suntik


__ADS_3

Suasana rumah Keluarga Justavo nampak begitu ramai dengan suara kekehan dari Yona, Regan, Livia, dan juga Dokter Gustin Justavo sendiri. Mereka memilih untuk makan malam di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona yang nampaknya sudah sangat menyebar luas sampai ke Indonesia juga.


Dokter Gustin Justavo sendiri sudah memberikan perlindungan untuk ketahanan tubuh keluarga dan para pekerjanya lewat suntikan yang dia berikan pada sore ini. 


“Kalian nanti harus diberikan suntikan yang sama juga untuk menangkal virus corona agar tidak masuk dalam tubuh kalian, itu sangat berbahaya,” ucap Dokter Gustin Justavo membuat Regan menatap lelaki itu lekat.


Sedangkan Yona hanya mengangguk, menurutnya saat ini lebih baik mendengarkan saja apa yang Dokter Gustin Justavo beritahu. Pasalnya para dokter seperti Dokter Gustin Justavo lah yang paham tentang penyebaran virus itu.


“Di Indonesia aku sudah baca, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus corona,” ucap Yona mengutarakan apa yang tadi di abaca di media sosialnya.


“Semoga saja virus ini segera tertangani dengan baik, China negara yang hebat saja masih kuwalahan menangani virus itu. Aku juga dapat panggilan ke sana, tapi aku menolaknya. Ini sebenarnya melanggar kode etik sebagai seorang dokter. Tapi mau bagaimana lagi, Pemerintah tidak memperbolehkan warga negaranya datang ke negara yang memang sudah siaga akan virus corona. Aku akan lebih fokus ke negara kita saja,” jelas Dokter Gustin Justavo.


Lelaki itu mendapat panggilan dari Profesor Spesialis Bedah yang pernah membimbingnya melakukan penelitian. Kebetulan Profesor itu berasal dari China dan kini membutuhkan bantuannya. Dokter Gustin Justavo sendiri sudah membantu semaksimal mungkin dengan mengirimkan beberapa bantuan obat medis yang akan digunakan untuk menambah daya tahan tubuh sekaligus meredakan demam para korban yang terjangkit virus corona.


Bahkan semalam, Dokter Gustin Justavo melakukan panggilan video lewat skype untuk mengetahui bagaimana jalannya penelitian mereka dalam upaya pencegahan virus corona agar tidak semakin menyebar dari hari ke hari. Dokter Gustin membantu dengan segala ilmu yang dia miliki dengan membuat skematik suatu penyembuhan yang mungkin akan mereka coba dan praktekkan secara langsung.


“Benar, Pemerintah tidak akan membiarkan warga negaranya berada dalam bahaya. Contohnya saja Pemerintah Indonesia yang tengah mengupayakan menarik para Tenaga Kerja Indonesia di negara-negara siaga virus corona. Kita hanya bisa berdoa, semoga Tuhan menurunkan mukzizatnya dan memberikan pertolongan dalam menyembuhkan virus mematikan itu,” ucap Yona sambari memasukkan potongan ayam saus tiram ke dalam mulutnya.


Regan menoel tangan Yona, mata lelaki itu menunjuk ayam saus tiram yang ada di depan Yona. “Aku juga mau dong,” ucap Regan membuka mulutnya lebar.


Yona hanya mendengus dengan kelakuan kekanakan Regan, wanita itu menyendokkan potongan ayam saus tiram ke mulut Regan hingga lelaki itu tersenyum puas karena keinginannya sudah terpenuhi.


“Oh ya, Regan kapan akan mulai pemeriksaannya?” tanya Livia kepada Dokter Gustin Justavo.


“Besok, kita akan melakukan pemeriksaan tahap pertama besok,” jelas Dokter Gustin Justavo menatap semua orang yang tengah mengharapkan kesembuhan Regan.


“Wuahh aku sudah tidak sabar, Regan dengarkan aku ya jangan pernah membantah ataupun membangkang apa yang Dokter Gustin Justavo sarankan padamu. Kamu itu biasanya sangat keras kepala dan pembangkang,” ucap Yona menatap Regan dengan serius.

__ADS_1


Lelaki yang diajaknya bicara hanya mendengus sebal, “iya-iya aku akan mendengarkan apa yang Dokter Gustin Justavo ucapkan,” jelas Regan membuat Yona tersenyum bahagia.


Yona menepuk pelan puncak kepala Regan, “anak penurut kamu rupanya,” kekeh Yona membuat semua orang tertawa mendengar candaan yang keluar dari mulut Yona.


Livia menggenggam tangan suaminya, mata wanita itu menyiratkan satu pesan yang mendalam kepada sang suami, Dokter Gustin Justavo. Wanita itu selalu berpesan bahkan sebelum hari ini tiba, Livia meminta kepada suaminya untuk melakukan pengobatan terbaik untuk kesembuhan Regan. Livia berharap, kisah cinta yang berpisah karena satu penyakit cukup dia saja yang mengalami kepahitannya, jangan sampai ada orang lain yang bernasib sama dengan dirinya.


Dokter Gustin Justavo tersenyum, lelaki itu mengangguk sepertinya paham dengan apa yang istrinya pinta lewat sorot mata teduh yang mampu membuatnya kelimpungan jika sehari saja tidak menatap mata itu. Dokter Gustin Justavo mengelus pipi Livia lembut, membuat Yona merasakan betapa sayangnya lelaki itu kepada istrinya.


Yona menoleh ke arah Regan, wanita itu menatap masa depannya yang kini nampak menikmati hidangan makan malam yang secara khusus dimasak sendiri oleh sang empunya rumah, Livia Justavo tentu saja. Yona dan Regan merasa beruntung mereka diterima baik di tengah pasangan seharmonis mereka. Yona bahkan tidak tahu harus mengatakan berapa ribu terima kasih lagi kepada Livia dan Dokter Gustin Justavo karena sudah berbaik hati meminta dirinya dan Regan tinggal sementara bersama mereka selama masa pemeriksaan medis dilakukan.


Siapapun pasti tidak peduli dengan orang lain, tapi Livia dan Dokter Gustin Justavo begitu baik hingga memberikan Yona dan Regan rumah tinggal seperti bersama keluarga mereka sendiri.


“Kamu tidak meneruskan makanmu? Mau aku suapin?” tanya Regan ketika melihat Yona termenung tanpa sebab.


“Aku sudah kenyang Regan,” jawab Yona tersenyum.


Yona mengangguk mengiyakan, makan saja dia diatur semacam pasien rumah sakit yang tidak boleh makan ini dan tidak boleh makan itu. Yona dulu bahkan pernah sehari hanya makan satu butir kentang setelah liburan ke Brazil bersama keluarga besarnya. Astaga, Yona sampai bergidik ngeri membayangkan penyiksaan yang dia alami untuk tidak makan semua makanan yang menjadi favoritnya. 


“Managerku sangat keras sekali, jadi sekali tidak boleh tidak akan diperbolehkan. Untung saja asistenku terkadang membawakanku junk food kesukaanku jika managerku tidak ada di apartement,” ucap Yona terkekeh geli mengingat bagaimana gilanya dia dan kedua asistennya ketika mencuri-curi kesempatan memakan apa yang ingin Yona makan. 


“Kalau sudah selesai bagaimana kalau kalian langsung ke kamar kerjaku? Kita suntikkan sekarang juga,” ucap Dokter Gustin Justavo membuat Regan tersedak makanannya.


Matilah aku, bisa ketahuan kalau aku takut jarum suntik.


Regan menatap Dokter Gustin Justavo, “sepertinya aku sudah sehat, tidak perlu disuntik begituan Dokter, ini Yona saja,” ucap Regan seraya tersenyum terpaksa menahan kegugupan yang kini melanda dirinya.


Yona memicingkan matanya curiga, “Regan, kan virus menyerang tanpa melihat siapa orangnya. Kamu tumben lemot banget,” ucap Yona mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


“Tidak, tubuhku ada penangkalnya jadi tidak apa-apa,” jawab Regan membuat Yona dan Livia terkekeh.


“Tubuhmu pakai penangkal segala? Emangnya hujan?” tanya Livia menatap Regan dengan geli.


Sedangkan Regan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lelaki itu kini menatap semua orang dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. 


Sialan, bagaimana ini?


“Begini, sebelum kemari kami sudah mendapatkan suntikan. Iya kan Yona?” tanya Regan meminta jawaban pendukung dari Yona.


“Iyaaa, tapi ini kan demi kebaikan semua umat manusia. Maksudku, kamu akan dalam bahaya jika tidak mengantisipasi virus itu dari dalam Regan,” ucap Yona kekeuh untuk memaksa Regan.


Regan menghela napasnya panjang, “aku takut jarum suntik, puas kalian?” ucap Regan membuat semua mata menatapnya penasaran.


“Kamu takut jarum suntik? Seriously?” pekik mereka bersamaan diikuti dengan kekehan mereka yang tanpa memberi ampun.


Mereka tertawa, melihat semburat merah di wajah Regan yang mati-matian menahan malu.


----


JAMGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN FOLLOW YAAA


CINTA DAN BENCI UP DI WATTY, SILAHKAN MAMPIRRR GUYSSS..


AUTHOR UDAH MENYERAH DAFTARIN DI MANGATOON KONTRAKNYA NADIA DAN FERNANDO WKWKWKWK


DITUNGGU YA KEDATANGAN KALIAN DI WATTY DAN DI DRE*AMEEEE..

__ADS_1


CAP CUSSS PADA MAMPIR, DI BACA, DI KOMEN, DI LIKEEEEEE 🤣🤣🤣☝️☝️


__ADS_2