My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Pembalasan Yona


__ADS_3

“Apa maksudmu?” tanya Regan menatap Yona tidak mengerti.


Mendengar pengkuan wanita itu hamil membuat Regan tidak menyangka. Memangnya siapa yang menghamili Yona? Regan tidak merasa pernah menyetubuhui wanita itu.


“Aku mungkin saja hamil karena semalam,“ jelas Yona dengan wajahnya yang tak berekspresi.


“Apaa?” pekik Regan menggelengkan kepalanya, semakin tidak mengerti jalan pikiran wanita itu.


Mungkinkah Yona mengira bahwa dia dan Regan telah berhubungan intim karena Yona terbangun dengan pakaian yang berserakan di lantai? Ck, polos sekali wanita itu.


“Kita harus menikah, secepatnya.“ Yona menatap Regan, menunggu jawaban dari lelaki itu.


Regan berjalan ke arah kulkas, mengambil air dingin dan menuangkannya di gelas kaca berukuran tanggung. Regan melirik ekspresi wajah Yona dari sudut matanya.


“Regan!” kesal Yona yang merasakan kecemasan luar biasa dalam dirinya. Wanita itu menghentakkan kakinya kesal menatap Regan.


Kenapa Regan bereaksi seperti itu? Seharusnya Regan menanggapi ajakannya untuk menikah secepatnya. Jangan-jangan Regan tidak mau menikahinya. Regan hanya ingin mencicipi tubuhnya saja. Regan tidak benar-benar tulus untuk berhubungan serius dengan dirinya selama ini.


Yona menganga, wanita itu menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Tega sekali Regan kepada dirinya -_-


“Dengar Yona, semalam bukan hanya ada kita berdua,“ jelas Regan, lelaki itu mengambil napas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


Yona mengangkat alisnya, apa maksud perkataan Regan?


“Ada Fernand juga,“ jelas Regan mati-matian menahan senyumnya.


Yona mundur selangkah, matanya menatap Regan tidak percaya. Karena itukah Regan tidak merespon ajakannya menikah?


“Fernand?” pekik Yona, merasa kakinya lemas seketika.


Yona merasa matanya panas, wanita itu menangis sesegukan di sana. Yona tidak tahu lagi apa yang akan dia katakana kepada orang tuanya nanti. Dan siapakah yang akan bertanggung jawab atas dirinya dan baby-nya kelak.


Yona sangat takut, dia tidak berani menghadapi kenyataan itu sendirian. Belum lagi nanti ketika Nadia akan semakin terluka oleh Fernand karena menikahi dirinya.


“Hiks ... siapa yang akan bertanggung jawab atas diriku dan calon bayi yang aku kandung nanti, huwaaaaaa,“ isak Yona menggelengkan kepalanya saat bayangan dirinya menjadi single parent terlintas dalam bayangannya.


Regan terbahak, lelaki itu sampai menyemburkan airnya saking tidak tahan lagi untuk menahan tawanya. Regan memegangi perutnya yang terasa bergejolak karena tawa yang meledak melihat kepolosan Yona.


Wanita itu benar-benar bodoh, mudah dibohongi dan digoda. Regan baru menemui wanita sepolos itu selama ini.

__ADS_1


“Kamu berpikir sedang hamil? Padahal kita tidak melakukan apapun semalam,“ jelas Regan.


Bukannya tangisan Yona berhenti, tangisan wanita itu justru semakin kencang. Itu artinya semalam yang menjamahnya adalah Fernand? Begitukah maksud perkataan Regan?


“Jadi, aku dan Fernand? Huwaaaaaa, tidak mungkin!“ 


Tubuh Yona merosot di lantai, wanita itu menangis kejer. 


“Ck, bukan begitu Yona.“ Regan mengusap wajahnya frustasi.


Regan mengambil ponselnya, menunjukkan rekaman video Yona kepada wanita itu.


“Ini vidiomu,“ tunjuk Regan.


Vidionya? Apakah kejadian itu mereka rekam ?


“Kamu merekamku semalam?” tanya Yona berlinang air mata.


Kenapa mereka jahat sekali sampai melakukan begituan harus mereka rekam? Ataukah ini rencana Regan untuk menggagalkan perjodohan mereka berdua? 


Meskipun begitu, seharusnya Regan mengatakannya terus terang. Yona akan bersedia membatalkan perjodohan mereka daripada harus menerima malu seperti ini.


“Lihat dulu Yona,“ pinta Regan menyodorkan ponselnya ke arah Yona.


Yona menolaknya, wanita itu tidak mau melihat tubuhnya sendiri di video itu, apalagi video itu video yang melakukan.


“Aku tidak mau, huwaaaaaa,“ teriak Yona menangis meraung di sana.


Regan menghela napasnya, lelaki itu menekan tombol play di sana.   


“Nadia, jika nanti Regan mengatakan masih mencintaimu, ku mohon tolak dia Nadia.“


Yona mendongak melihat layar ponsel Regan yang diarahkan kepadanya. Matanya terbelalak melihat saat dirinya mabuk ternyata di rekam oleh Viona. Parahnya, rekaman video itu saat Yona mengatakan hal memalukan seperti itu.


Yona merutuki kebodohannya, kenapa dia bisa mengatakan hal-hal bodoh seperti itu saat dirinya mabuk. 


“Kamu payah saat mabuk,“ ejek Regan membuat Yona menatapnya sinis.


Yona berdiri, wanita itu mengambil air dari kulkas dan meneguknya langsung dari botolnya.

__ADS_1


“Sebentar, jika kita tidak melakukannya. Siapa yang melepaskan pakaianku?” tanya Yona memicingkan matanya menatap Regan.


Regan pasti mencari kesempatan dalam kesempitan saat dirinya mabuk dan memanfaatkan tubuhnya untuk kebutuhan biologis lelaki itu.


“Kamu?” 


Pletak, Regan menyentil kening Yona hingga wanita itu mengaduh kesakitan.


“Kamu tidak ingat gayamu seperti cacing kepanasan, kamu yang melepaskannya sendiri,“ ucap Regan membuat wajah Yona memerah karena malu mendenga apa yang Regan katakan.


“Aku tidak percaya, ceritamu sejak tadi selalu berbohong,“ tuduh Yona menatap Regan marah.


“Mana mungkin aku berbohong untuk tubuh kerempeng seperti itu,“ cibir Regan mengejek Yona di depannya.


Yona memutar matanya malas, siapa tahu Regan berbohong lagi seperti tadi. Yona berjalan mendekat ke arah Regan, wanita itu membuka kancing kemejanya satu persatu.


“Yo-Yona, apa yang kamu lakukan?” gagap Regan menyadari gelagat Yona yang tidak biasa.


“Kenapa wajahmu memerah, bukankah tubuhku kerempeng?” tanya Yona, tangannya menyentuh kancing ke tiganya.


Regan berbalik tidak ingin menatap apa yang Yona lakukan.


“Aku merasa gerah, aku mau mandi dulu,“ ucap Yona tersenyum menggoda ke arah Regan.


Regan mendesah lega, wanita itu memang gila. Beraninya dia berbuat vulgar seperti itu didepan lelaki dewasa seperti dirinya.


“Regan?” panggil Yona menepuk punggungnya membuat Regan berbalik menatapnya.


“Apa lagi?” kesal Regan menatap Yona malas.


“Mau mandi denganku?” tawar Yona mengedipkan matanya, membuat Regan mendengus menatap wanita itu.


Tunggu saja, Regan akan membalas wanita itu.


'Aku akan membalasmu nanti!' geram Regan saat Yona tertawa menuju kamar mandi setelah sukses menggodanya.


---------


Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan komentar kalian gaesssss🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Dan juga jangan lupa vote di sistem ranking ya gaes🙏🙏


__ADS_2