My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Meracau Saat Mabuk


__ADS_3

Tubuh lelaki itu ambruk dalam dekapan Yona, dengan sigap Fernand memapah tubuh Regan memasuki mobilnya. Sedangkan Nadia menenangkan Yona yang kini menangis dalam pelukannya.


“Ayo masuk mobil, waktu semakin larut, kalian harus istirahat,” ucap Nadia menuntun sahabatnya untuk memasuki mobil.


Yona masuk ke dalam mobil, wanita itu duduk di samping Regan yang kini terpejam dengan kepala menyandar di bahu kursi. Lelaki itu tidur dengan tidur tidak sadarkan diri tanpa mempedulikan apa yang telah dia lakukan. 


“Kita pulang sekarang,” ucap Nadia menyentuh lengan Fernando, memberi tanda kepada lelaki itu untuk segera menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah Yona.


Di perjalanan, Yona terdiam membisu tanpa membuka satu kata sekalipun. Wanita itu tidak tahu lagi apa yang akan dia lakukan, ada begitu banyak pemikiran yang runyam melebur menjadi satu kebingungan di dalam pikirannya. Wanita itu menghela napasnya panjang, menghembuskannya dengan kasar berkali-kali.


Fernando dan Nadia mencuri pandang ke arah Yona lewat kaca tengah mobil. Nadia memejamkan matanya, sedangkan Fernando mengusap hidungnya kebingungan.


“Sebenarnya, apa yang terjadi Fernand, kenapa Regan mendadak tidak ingat siapa diriku?” tanya Yona dengan mata memerah siap menumpahkan air matanya.


“Besok pagi kita akan lihat bagaimana kondisinya, dia kan mabuk. Kita juga tidak tahu keluhan macam apa yang kini dia rasakan kan? Tenangkan dirimu, jangan menangis,” ucap Fernando mencoba untuk menenangkan Yona.


“Iya Yona, tenangkan dirimu jangan panik dulu,” ucap Nadia menyetujui ucapan dari Fernando.


“Bagaimana kalau sesuatu hal buruk menimpa Regan, aku tidak tahu lagi apakah aku bisa hidup tanpa dia jika Regan kenapa-napa,” isak Yona tidak mampu lagi menahan air matanya.


“Besok pagi, langsung hubungi Dokter Irawan. Menurutku Regan tidak kenapa-napa, tubuhnya baik-baik saja,” jelas Fernando menganalisis keadaan Regan dengan ilmu kedokteran yang telah dia pelajari selama ini.


Yona mengangguk, lebih baik dia menenangkan dirinya daripada membuat keributan di rumahnya hingga dini hari.


“Yona, kamu dimana?” tanya Regan mengigau dalam tidurnya.


Ketiga orang itu menoleh kearah Regan, “kata Nadia kamu pergi dengan Ardi, kamu berselingkuh dengan papanya Nadia?” ucap Regan mengigau.


Semua orang menghela napasnya panjang, “biarkan saja dia meracau tidak jelas, itu bukti jika dirinya baik-baik saja,” ucap Fernando menggelengkan kepalanya menatap Regan lewat kaca tengah mobilnya.


Regan mengerjapkan matanya setengah sadar, “hahh? Dimana aku? Kenapa kalian menculikku?” pekik Regan langsung duduk tegak menatap keluar jendela.


“Apa? Menculikmu?” jawab Yona semakin tidak mengerti kegilaan Regan jika lelaki itu mabuk.


“Yaaaaa keluarkan aku sekarang atau aku akan memecahkan kaca mobil mewah ini, keluarkan aku sekarang juga! Kalian mau menculikku kan? Atau kalian suruhan kekasih gelap Yona dan kalian mau membunuhku demi melancarkan usaha bos kalian mendapatkan Yona?” teriak Regan membuat kebisingan di dalam mobil yang mereka naiki.


“Lebih baik dia tidur daripada meracau tidak jelas seperti itu, aku jadi semakin pusing mendengarkan teriakannya,” keluh Nadia mendengus.


Regan mengendus, “hei ini aroma parfum Yona,” ucap Regan dengan ekspresi wajah menggelikan.


“Aku di sini bodoh,” jawab Yona membuat Regan menoleh kearahnya.


Lelaki itu menyipitkan matanya, menilai apakah sosok di depannya benar-benar Yona atau hanya wanita yang berpura-pura menjadi Yona untuk menggodanya.


“Jaman sekarang banyak sekali ya dokter kecantikan yang bisa merubah parah seseorang, buktinya wanita ini memiliki postur wajah yang hampir sama dengan Yonaku,” racau Regan terkekeh geli.


Lelaki menoleh lagi kearah Yona, “dengarkan aku baik-baik nona, jangan merayuku. Kekasihku lebih cantik daripada kamu. Dia model Internasional meskipun sekarang sudah tidak lagi, eh bukan karena tidak laku, dia hanya kembali ke tanah air untuk menikahiku,” kekeh Regan membuat Yona melebarkan matanya.


“Apa? Aku pulang ke tanah air hanya untuk menikahimu? Yang benar saja Regan kamu terlalu halu tahu tidak?” ucap Yona tidak terima jika kepulangannya ke tanah air dibilang untuk menikahi Regan.


“Heh kenapa kamu, aku kan bilang Yona kekasihku bukan kamu. Kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan wanita menyebalkan itu,” ucap Regan melambaikan tangannya tidak sadar.


“Oh ya? Memangnya Yona menyebalkan seperti apa?” tanya Nadia yang nampak tertarik dengan ucapan Regan perihal Yona.


“Nadia? Itu kamu?” Regan maju ke depan, memicingkan matanya menatap Nadia lekat.


Regan mendesah, “sayang sekali sekarang aku tidak menyukaimu lagi, perasaanku hanya untuk Yona saja sekarang,” ucap Regan membuat Fernando memutar bola matanya.


Sekalipun bukan rahasia umum lagi jika Regan pernah menyukai Nadia, tapi Fernando sama sekali tidak mempermasalahkannya. Lagipula itu perihal hati dan perasaan, semua orang bisa merasakannya dan tidak bisa memilih dengan siapa kita akan menjatuhkan pilihan.


Fernando juga tidak pernah bertengkar dengan Regan meski tahu Regan menyimpan perasaan yang sama kepada wanita yang dia cintai. Alasannya hanya satu, Fernando meyakini jika cinta tidak salah tempat, mereka punya tujuan, mereka punya ujung untuk mereka tempuh untuk saling bertemu dan merajut asmara. Buktinya kini dirinya dan Nadia telah bersatu, dan mereka akan menikah dua minggu lagi jika Tuhan mengizinkan.

__ADS_1


Sebenarnya mereka telah memilih tanggal pernikahan dua bulan lalu, tapi karena masalah yang menimpa Regan dan Yona mereka jadi memundurkan pernikahan keduanya. Bukannya bagaimana, Regan dan Yona sudah seperti saudara bagi mereka berdua. Ada banyak hari, selain hari yang sangat menyakitkan bagi keluara dan sahabat-sahabat baik mereka. Mereka bisa menikah kapanpun mereka inginkan, karena jodoh pasti akan disatukan dengan waktu yang lebih baik lagi.


“Katanya sudah ada Yona dalam hatimu, tapi kenapa kamu terlihat kesal dengan wanita itu?” tanya Yona memicingkan matanya menatap Regan.


Regan menghela napas panjang, “kalian tidak tahu saja bagaimana mengesalkannya wanita itu, dia berselingkuh dariku, atau mungkin aku yang menjadi selingkuhannya,” ucap Regan membuat semua orang menatap lelaki itu penasaran.


“Kenapa bisa, apa yang terjadi?” tanya Fernando penasaran.


“Saat itu dia pulang memakai jaket laki-laki lain, bukankah itu artinya saat itu Yona bersama kekasihnya?” gumam Regan dengan nada lemas, tidak mampu berbicara lebih kencang lagi karena tenaganya sudah terkuras habis, ditambah dengan efek minuman yang dia minum membuatnya teler.


“Wah keterlaluan sekali Yona,” kikik Nadia menatap Yona yang kini tengah menambah stok sabar dalam hatinya.


Regan mengangguk, “tapi Yona wanita yang sangat manis, kalian jangan membencinya karena berselingkuh dariku. Dia menyuapiku dengan telaten, padahal aku hanya berpuar-pura sakit,” kekeh Regan seakan mengingat bagaimana cara dia mengerjai Yona untuk menyuapkan bubur dan juga memilihkan baju untuk dirinya.


“Apa, jadi kamu saat itu pura-pura sakit?” pekik Yona menatap Regan dengan mata melebar sempurna.


“Sttt, nanti Yona mendengarmu,” ucap Regan mengacungkan jari telunjuknya di depan mulutnya, memberikan pertanda untuk Yona memelankan suaranya.


Sedangkan Nadia dan Fernando terkekeh, malam ini rahasia yang disembunyikan Regan dari Yona akan terbuka semuanya karena mulut lemes lelaki itu yang tidak bisa menutup mulutnya sendiri saat teler.


“Dan dia juga sangat menggemaskan saat tidur bersamaku,” lanjut Regan semakin menggila.


Mata Yona melebar, dia sangat malu dengan Nadia dan Fernando yang kini duduk di bangku depan mendengarkan ucapan-ucapan Regan yang sangat menggila.


“Kalian tidur bersama?” tanya Fernando sengaja memancing sahabatnya yang satu itu untuk berbicara.


“Tutup mulutmu bodoh, kamu semakin gila saat mabuk!” umpat Yona menutup mulut Regan agar lelaki itu tidak bersuara.


Tapi apalah daya Yona, wanita itu kalah tenaga dengan Regan. Tangannya dihembaskan dengan cepat dari mulut Regan, lelaki itu malah balik memegangi tangan Yona dengan erat.


“Iya kami tidur bersama di rumahku,” jawab Regan.


“Hei ini tidak seperti apa yang kalian pikirkan!” ucap Yona mencoba menjelaskannya.


“Kamu ini siapa sih, kenapa berlaku seperti Yona. Jangan menirunya, kamu tidak pantas sama sekali,” ucap Regan sangat kesal karena wanita yang di sampingnya selalu saja berlagak seperti wanita itu adalah Yona.


Yona mendengus, wanita itu menatap Regan dengan tajam. Sudah menipu dirinya dengan berpura-pura sakit, sekarang lelaki itu malah mengumbar rahasia mereka berdua di depan Nadia dan Fernando. Benar-benar ya mulut lelaki itu sangat lemes, seperti rem blong yang tidak ada jedanya.


“Tutup mulutmu Regan! Arkhhhh aku semakin kesal denganmu!” pekik Yona tidak tahan lagi dengan ucapan Regan yang meracau tidak jelas.


Regan tertawa sendiri, entah apa yang kini ada dalam pikirannya. Lelaki itu tersenyum lembut dan bercedak kagum seakan ada bayangan indah yang kini melintas dalam benaknya.


“Sebodoh apapun dia, aku mencintainya,” kekeh Regan dengan renyah membuat Yona menoleh kearah lelaki itu.


Perasaan hangat menjalar di dada Yona, wanita itu tidak mampu lagi untuk berkata-kata.


“Aku tidak tahu apakah aku pantas untuk Yona, aku lelaki yang cacat dalam penglihatan. Ada banyak kasus yang berakhir buta ketika mengalami penyakit yang sama denganku. Aku tidak ingin dia menangis ataupun merasa terbebani karena diriku. Aku ingin sembuh, untuk bisa bersanding dengannya tanpa rasa malu menyelimuti diriku,” ucap Regan meremas tangannya sendiri gugup.


“Kamu pasti akan sembuh, kalian kan saling mencintai. Jangan bicara seperti itu. Kalau Yona mendengarnya dia pasti terluka kamu berpikir seperti itu tentang dirinya,” ucap Nadia mencoba untuk menanggapi Regan.


“Kamu benar Nadia, dia mudah sekali tersinggung. Jangan katakan apapun kepadanya kalau malam ini aku curhat dengan kalian,” ucap Regan.


Fernando mencebikkan bibirnya, memang berat bicara dengan orang yang mabuk. Itu sama saja berbicara dengan orang gila yang telah kehilangan kewarasannya, tidak akan nyambung dengan mereka yang masih berpikiran normal.


“Hm aku tidak akan mengatakan apapun kepada Yona, tapi semisal dia ada di sampingmu saat ini apa yang akan kamu katakan kepadanya Regan?” tanya Nadia penasaran.


“Kalau dia ada di sampingku sekarang? Em, aku akan memeluknya seerat mungkin. Seperti ini,” ucap Regan menarik Yona ke dalam pelukannya.


Lelaki itu memeluk Yona dengan erat, pelukan yang sangat hangat dan menenangkan bagi keduanya.


“Wanita ini sama seperti Yona, mungkin kalau nanti Yona meninggalkanku aku akan mencarimu wahai nona kembaran Yona,” kekeh Regan mengelus puncak kepala Yona dengan lembut.

__ADS_1


“Ck, dasar lelaki buaya danau. Bisa-bisanya dia berpikiran memeluk wanita lain selain diriku,” ucap Yona memukul pelan lengan Regan.


“Iya seperti ini, kamu mirip dengan Yonaku,” ucap Regan tersenyum bahagia.


Nadia dan Fernando saling menatap, Fernando mengelus pipi Nadia dengan lembut. Mereka berdua saling menggenggam tangan satu sama lain, tidak ingin kalah dengan pasangan di belakang mereka yang masih betah berpelukan dengan erat seakan tidak ada orang lain selain mereka di mobil itu.


“Kita seperti mengontrak di dunia mereka,” ucap Nadia membuat Fernando mengulum senyumnya.


“Aku iri, bisakah kamu menciumku juga?” tanya Fernando mengedipkan matanya menggoda kearah Nadia.


“Astaga, kamu menyetir Fernando. Bagaimana kalau kita,-“


Ucapan Nadia berhenti, mulut Fernando lebih dulu membungkam mulut wanita itu dengan bibir lembutnya. Mengecup singkat bibir Nadia hingga wajah Nadia bersemu merah karena malu.


“Anehnya, kamu selalu malu setiap kali aku menciummu,” kekeh Fernando mengacak pelan rambut Nadia yang terurai, sangat kontras dengan wajah wanita itu yang memiliki darah Jerman pada keturunan mamanya.


“Yaaa kalian berdua bisa melepaskan diri nggak? Kalian belum tahu azab ya?” keluh Nadia pada sosok di belakangnya.


Yona terkikik geli, “azab apa Nad? Kamu juga pengikut sinetron azab seperti asisten rumah tanggaku di rumah?” tanya Yona kepada Nadia.


“Azab pasangan numpang mobil orang yang tidak tahu diri,” jawab Nadia membuat Yona dan Fernando terkekeh geli mendengar jawaban wanita itu.


Tidak lama kemudian, mobil yang mereka naiki sampai di rumah Keluarga William. Fernando mengklakson security yang berjaga 24 jam di sana. Salah satu dari mereka membukakan gerbang untuk mobil itu masuk ke dalam rumah.


Fernando menepikan mobilnya, lelaki itu segera keluar untuk dari mobil.


“Loh kok kamu buka pintunya Regan?” tanya Nadia penasaran.


“Biarkan aja Regan tidur di rumah Yona,” jawab Fernando menatap Yona dengan menautkan kedua alisnya bingung.


“Jangan, kita antarkan saja Regan ke rumahnya,” ucap Nadia merasa tidak enak hati.


“Ya sudah Nad, Regan biar tidur di sini. Kalian akan terlalu lama di jalan, aku malah yang merasa tidak enak,” ucap Yona pada akhirnya.


Wanita itu meminta Fernando dan Nadia untuk membawa Regan masuk ke dalam rumahnya. Fernando memapah tubuh Regan sampai di kursi ruang tamu rumah Yona.


“Kalau gitu kita pamit dulu ya Yon, pagi-pagi sekali langsung hubungi saja Dokter Irawan,” ucap Fernando diangguki Yona.


“Terimakasih Fer, sudah mengantarkan kami pulang. Nadia juga, terimakasih ya.” Ucap Yona menatap mereka tidak enak.


“Jangan merasa tidak enak begitu, tidak seperti dirimu saja,” kekeh Nadia.


Yona menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sepertinya dirinya memang begitu ahli perihal merepotkan seseorang.


“Kalau begitu kita pamit ya, sampai ketemu lagi,” ucap Nadia melambaikan tangannya kea rah Yona.


Yona mengantarkan mereka keluar rumah, melambaikan tangannya hingga mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan rumahnya. Yona kembali masuk ke dalam, betapa terkejutnya Yona saat melihat tidak ada Regan di ruang keluarga.


“Kemana lelaki itu?” gumam Yona mencari sosok Regan di seluruh ruangan tapi tidak juga menemukannya.


Astaga, Regan tidak hilang di dalam rumah kan? Kenapa lelaki itu selalu memiliki tingkah yang membuat Yona kelimpungan seperti ini.


--------


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FOLLOW AKUN AUTHOR YA GAISHHH ✌️✌️✌️


YANG MAU BELI EBOOKNYA LOVE YOU BOSS LANGSUNG AJA KE GOOGLE PLAY SUDAH TERPAMPANG NYATA DI SANA DENGAN SANGAT INDAH UNTUK KALIAN PINANG DENGAN BISSMILLAH, WKWKWKK.


OH IYA JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI ****** DONG, TAP LOVES KETIGA NOVEL AUTHOR DI SANA. NANTI AUTHOR BAKALAN LOVES-LOVES KALIAN DENGAN KEBUCINAN TOKOH-TOKOH IDOLA KALIAN.


YUPSS, SELAMAT MEMBACA ✌️🤭

__ADS_1


__ADS_2