My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Extra Part


__ADS_3

Regan membopong tubuh istrinya ala bridal style, lelaki itu sudah tidak sabar untuk kembali melakukan pergulatan panas setelah terjeda beberapa jam untuk makan malam. Betapa tersiksanya Regan, niat hati ingin bulan madu kedua. Namun Yona malah mendapatkan tamu bulannya yang sangat menyesakkan untuk lelaki itu.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Regan menurunkan tubuh istrinya dengan lembut di atas ranjang. Lelaki itu mulai melancarkan aksinya, aktivitas yang sangat dia tunggu-tunggu sejak enam hari lalu.


Peluh keringat membasahi kedua insan yang tengah dimabuk cinta, napas mereka menderu, beriringan seirama dengan gerakan percintaan mereka malam ini. Suara deburan air sungai, dan juga angin malam yang berhembus semakin membuat ritme panas mereka semakin memanas. Mata keduanya tengah dilalap oleh gelora percikan api cinta yang tidak akan padam untuk malam ini.


Sudah dua kali pergulatan panas mereka, namun masih belum cukup untuk Regan maupun Yona. Mereka nampak menikmati setiap sensasi asmara bercampur dengan kenikmatan dunia yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.


“Argh … Sayang,” desah Yona dengan mata berkilat penuh kenikmatan yang tiada duanya bagi mereka.


“Iya Sayang, sebut namaku. Aku milik .. muhh, ahh ….” desah Regan dengan kejantanannya yang kini bergerak sangat luwesnya di dalam pusat kenikmatan milik Yona.


Tubuh mereka saling berpelukan, bibir mereka berpagutan, saling mencecap, menikmati perasaan bahagia yang kini melingkupi hati mereka. Rasanya tiada duanya, perasaan yang hadir seperti penyempurna hidup mereka. Pernikahan impian, rumah tangga bahagia, serta kehadiran anak yang begitu mereka idam-idamkan.


“Ini … nikmat sekali, Sayang,” ucap Yona disela-sela kenikmatan gerakan kejantanan Regan yang beradu, menerobos keluar masuk lubang kenikmatan dirinya.


Regan mencecap leher Yona, memberikan tanda kepemilikan beberapa di leher jenjang wanita itu. Kenikmatan ini, cinta, dan juga kebahagiaan melebur menjadi satu kesatuan keduanya. Alunan suara angin beradu dengan suara ombak nampaknya seperti alunan melodi penambah suasana romantic bagi mereka berdua.


“Ahhh Sayang, kamu sangat hangat, sempit, dan juga …  memabukkan,” bisik Regan di telinga Yona hingga membuat wajah Yona memerah karena malu mendengar kata-kata vulgar yang keluar dari mulut suaminya.


Bagi Regan, tidak ada yang berubah sama sekali. Meskipun pusat kenikmatan milik Yona telah melahirkan dua jagoannya. Namun rasanya masih sangat memabukkan dan menghidap pusat kepemilikannya dengan begitu hebat. Regan sampai kelimpungan, sangat candu akan rasanya.


“Regan, emh … akuhhh, milikmu sepenuhnya. Aku tidak tahan,” risau Yona yang telah kehilangan kontrol atas dirinya.


Ini nikmat sekali, kenikmatan yang mungkin tidak bisa Yona jelaskan dengan kata-kata. Rasa ini membuncah ditambah dengan ritme gerakan Regan yang semakin cepat. Regan menggerakkan pinggulnya, naik turun beraturan sampai membuat Yona melenguh kenikmatan.


“Aku mau kelu … ar,” ucap Regan di sela-sela kenikmatan yang dia rasakan.


“Aku mencapai klimaks, aku tidak ta ... han,” cicit Yona, memeluk erat tubuh suaminya.


Keduanya telah mencapai klimaks untuk yang ketiga kalinya malam ini. Mereka begitu brutal, mereka nampaknya ingin kembali merasakan surga dunia sampai tak terhitung hingga pagi menjelang. Tubuh Regan ambruk di atas tubuh Yona setelah kejantanannya meluapkan benih-benih cinta di dalam milik Yona.


Regan mencium kening Yona, kemudian turun ke mata indah Yona.


“Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu,” ucap Regan mencium bibir Yona dengan penuh cinta yang kini membuncah ruah memenuhi seluruh relung hati Regan sampai tidak memiliki sisa untuk wanita lain.

__ADS_1


“Aku juga sangat-sangat mencintaimu, Suamiku,” jawab Yona melengkungkan bibirnya, tersenyum.


Regan menggeser tubuhnya, lelaki itu menatap tubuh polos Yona yang kini berada di sampingnya. Lelaki itu seakan menatap keindahan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Kulit yang putih bersih, payudara yang kenyal dan pas dalam genggaman tangannya, serta pu-ting berwarna pink muda membuat gundukan daging itu nampak menggairahkan di matanya.


Wajah Regan mendekat, mencecap pu-ting Yona, memainkannya dengan lembut sampai wanita itu mengerang penuh kenikmatan. Rasanya, gejolak api asmara di dalam diri Regan belum tersalurkan. Perasaan itu terus menggebu membuncah di dalam hatinya. Regan masih ingin dan ingin lagi menenggelamkan pusat miliknya dalam tubuh Yona. Menikmati moment ini, sebelum mereka kembali lagi ke Indonesia dan menjalankan peran sebagai orang tua terbaik untuk kedua buah hati mereka berdua.


“Emh … Regan, jangan memulai lagi,” tegur Yona saat Regan memainkan lidahnya di pu-tingnya yang kini mengeras.


Regan menggeleng, dengan satu tangannya meremas payudara Yona.


“Kenapa ini nikmat sekali,” ucap Regan dengan mata membara akan gejolak nafsu yang harus dia tuntaskan.


Mata Regan menatap tepat di manik mata Yona. “Aku mau lagi, aku masih ingin merasakan kehangatan dan kenikmatan saat berada di dalammu,” ucap Regan dengan lidahnya mengecup belahan dada Yona.


“Sayang,” lirih Yona mencoba menetralkan detak jantungnya saat ini.


Tangan Regan membimbing tangan Yona menyentuh pusat miliknya. “Lihat, dia terus tegang meskipun sudah berkali-kali memasukimu. Kamu terlalu nikmat untuk tidak dirasakan lagi, Sayang,” ucap Regan begitu vulgar hingga membuat wajah Yona bersemu merah.


Wanita itu memalingkan wajahnya, dan Regan tersenyum lembut.


“Aku suka melihat wajahmu bersemu merah, apalagi ketika kita menyentuh klimaks. Itu menyenangkan, membuatku semakin bahagia karena telah memilikimu,” bisik Regan dengan tangannya yang nakal bermain pu-ting Yona, mencoba memancing gairah Yona yang nampaknya tengah mati-matian Yona redam sedari tadi.


Sial! Regan membuatku belingsatan seperti kerasukan setan!


Wanita itu segera menggigit bibir bawahnya, sialan sekali betapa malunya Yona ketahuan menahan hasrat yang sejak tadi terus berteriak meminta untuk dipuaskan.


“Jangan menggigitnya ... bibir ini, payudara ini, dan inti sari milikmu ini adalah milikku,” ucap Regan menyentuh bibir, payudara, dan kewanitaan Yona.


Yona memejamkan matanya, gerakan lidah Regan di gundukan kembar miliknya seakan menyulut bara api asmara di dalam hatinya.


“Sayang, aku tidak tahan. Masuki aku,” ucap Yona, melebur rasa malu yang kini menyelimuti dirinya.


Wajah cerah dengan binar bahagia ditunjukkan Regan ketika Yona memberinya kode untuk memasuki wanita itu. Dengan cepat Regan bangkit, memposisikan dirinya untuk menerobos masuk lubang kenikmatan milik Yona, istri tercintanya.


“Sayang, stop!”

__ADS_1


Ucapan Yona membuat Regan menatap istrinya dengan memicingkan matanya heran. Bukankah tadi wanita itu yang memberinya izin untuk memasuki milik Yona? Kenapa sekarang Yona meminta Regan untuk berhenti? Ataukah Yona tengah berubah pikiran?


“Kenapa?” tanya Regan penasaran.


“Perutku mulas, aku tidak tahan lagi,” jawab Yona mendorong tubuh Regan menjauh dari dirinya, tidak peduli bagaimana raut wajah Regan saat ini.


Yona langsung berlari ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan ekspresi wajah kecewa yang kini menghinggapi diri Regan. Siapa yang peduli, panggilan alam telah menggangu pergulatan panas mereka berdua.


“Sialan, kamu belum beruntung, Nak,” ucap Regan memukul pelan kejantanannya yang mulai mengecil, pertanda bahwa gejolak panas di dalam diri Regan telah mereda karena panggilan alam.


Liburan bulan madu kedua mereka, akan dihabiskan Regan dan Yona untuk memperdalam cinta dan perasaan mereka berdua. Setelah perjalanan panjang, dan perasaan Yona yang pernah diuji karena Regan yang sempat berada di ambang kematian. Akhirnya cinta telah membuktikan segalanya. Cinta mampu mengubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.


Apa yang kalian pikirkan tentang cinta dan pasangan? Cinta itu rumah, cinta itu kekuatan, dan cinta itu magnet. Sejauh apapun kita berpisah, sejauh apapun kita melangkah, cinta berperan sebagai magnet untuk menarik satu sama lain agar kembali mendekat. Cinta akan menjadi rumah bagi pasangan yang saling mencintai. Tidak ada yang mampu memisahkan cinta dengan modal ketulusan dan kesucian, hanya ada kematian sebagai jurang pemisah selama di dunia. Dan, pasangan itu partner hidup kita, satu untuk selamanya.


“Sayang? Kamu tidur?” tanya Yona saat wanita itu sudah keluar dari kamar mandi.


“Hmm,” jawab Regan malas.


“Aku lapar, aku ingin makan,” ucap Yona kepada suaminya.


Regan menoleh ke arah Yona, wanita itu berdiri dengan tubuhnya yang masih polos. Regan menelan salivanya dalam-dalam. Lelaki itu bangkit.


“Kamu lapar?” tanya Regan dijawab anggukan kepala dari Yona.


“Iya, aku lapar.” Yona duduk di tepi rajang, menatap suaminya yang kini juga menatap wajah cantiknya dengan tatapan memuja penuh cinta.


Regan menarik tangan Yona sampai wanita itu jatuh di atasnya. Wajah mereka begitu dekat, Regan menarik tengkuk Yona membisikkan sesuatu di sana.


“Aku juga lapar, aku ingin merasakan dirimu lagi. Lagi dan lagi, untuk selamanya.” Regan membelai wajah istrinya, lalu melanjutkan kalimat paling mendebarkan bagi Yona. “Aku mencintaimu, Istriku,” bisik Regan tidak akan pernah bosan mengatakan kalimat itu kepada Yona.


-------------


Hai teman-temanku, yang mau kasih tips jangan koin yak nanti author cuma kebagian 25%. Yang mau kasih tips bisa langsung ke rekening;


Bank Negara Indonesia

__ADS_1


0644426719 an Supraptiyaningrum


THANKYOU 🙏🏻


__ADS_2