My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Halusinasi


__ADS_3

Jam berlalu begitu cepat, mereka semua memilih untuk segera kembali ke rumah karena malam telah larut. Rehan sendiri sudah mendapatkan telepon dari Melodi untuk segera pulang ke rumah karena lelaki itu harus bekerja sift pagi. Rehan berpamitan untuk pulang lebih dulu dibandingkan yang lainnya.


Sedangkan Fernand dan Nadia menunggu Yona yang sejak tadi meminta izin pergi ke toilet karena rasa mual yang menyergapnya. Diantara semua orang, hanya Nadia dan Fernando yang masih waras tanpa meminum banyak minuman itu.


“Sayang, apa kita tidak antarkan Yona dan Regan saja? Aku takut terjadi hal buruk kepada mereka berdua,” ucap Nadia menoleh kearah Fernando.


“Boleh, aku juga khawatir kalau Regan menabrak orang,” ucap Fernando yang tidak ingin Regan dan Yona mengalami hal buruk lagi.


Regan berjalan sempoyongan menghampiri mereka, “Yona kemana?” tanya Regan menoleh ke kanan dan ke kiri.


Makan malam mereka di bayar oleh Fernando, sialnya Regan tidak ingat kata sandi ATM-nya sendiri karena terlalu mabuk. Jadi, Fernando memilih untuk menggantikan posisi teman baiknya itu.


“Dia ke kamar mandi,” jawab Nadia membuat Regan menatapnya dengan mata membulat sempurna.


Merasa ada yang aneh, Nadia memundurkan langkahnya. Wanita itu sengaja menjaga jarak sebelum Regan tiba-tiba memeluknya dan mengira jika dirinya adalah Yona.


“Apa? Siapa Ardi? Bukankah itu nama papamu Nad? Papamu tidak berselingkuh lagi kan? Tidak akan aku biarkan papamu mencoba merebut Yona dariku,” ucap Regan ngelantur, Nadia dan Fernando hanya mendengus mendengar ucapan Regan yang terdengar sangat konyol di telinganya.


“Siapa yang berselingkuh, aku tadi bilang Yona pergi ke kamar mandi. Walk in closet, tempat boxer dan pipis,” jawab Nadia setengah berteriak.


“Apa? Yona pergi pakai boxer tipis?” pekik Regan dengan matanya membulat sempurna.


“Bukan boxer celana pendek Regan, yang aku maksudkan boxer beol,” ucap Nadia mati-matian menahan kekesalannya.


Fernando membukakan pintu mobil untuk Regan, “udah deh bro elo masuk mobil aja, kita bakalan nungguin Yona di luar,” ucap Fernando mendorong Regan untuk memasuki mobilnya.


Regan tidak memberontak, semua itu karena minuman yang dia minum tanpa kira-kira. Itu adalah bentuk kebahagiaan Regan karena mampu melihat sekilas wajah Yona yang ayu rupawan.


“Yona,” panggil Regan begitu melihat ada wanita yang memiliki postur tubuh yang sama dengan Yona.


Lelaki itu keluar dari mobil, Fernando yang mendengar pintu mobil kembali tertutup langsung menoleh. Lelaki itu segera menuju ke sana, “Sayang, Regan kemana?” tanya Fernando menatap Nadia penuh tanya.


“Tadi kan kamu sudah mengajaknya masuk mobil, kok bisa nggak ada?” tanya Nadia menatap bingung jok belakang mobil Fernando yang kosong.


“YONA!” teriakan membuat mereka saling menatap, bukankah itu suara Regan.


“Itu suara Regan kan?” pekik Nadia berlari kecil mencari asal suara, begitu juga Regan lelaki itu dengan cepat menyusul Yona untuk mencari dari mana asal suaranya.

__ADS_1


Mereka berdua menuju gerbang restaurant, mereka mengerutkan keningnya begitu melihat Regan mencekal tangan seorang wanita.


“Apa yang kamu lakukan? Siapa kamu?” tanya wanita itu mengerutkan keningnya menatap Regan dengan ketakutan.


Nadia segera berlari menghampiri mereka, “Regan, apa yang kamu lakukan? Siapa yang kamu pegang itu?” tanya Nadia kepada Regan.


“Kamu lupa Nad? Dia ini kan Yona, aku ingat benar pakaian yang Yona pakai,” jawab Regan membuat Fernando mengerjapkan matanya berkali-kali.


Apakah ini artinya apa yang mereka takutkan terbukti benar? Regan telah kehilangan kemampuannya untuk menghafal postur tubuh dan juga gaya rambut orang lain? Jika benar, maka tamatlah sudah. Ibarat gunung berapi, inilah puncak dari permasalahan yang akan Regan hadapi dalam hidupnya.


“Regan dia bukan Yona,” ucap Nadia menarik tangan Regan untuk menjauh dari wanita yang lelaki itu pikir adalah Yona.


Regan menggelengkan kepalanya, di matanya wanita itu adalah Yona. Maka tidak ada siapapun di dunia ini yang boleh menjauhkannya dari Yona.


“Apa maksud kamu Nadia, dia ini Yona. Sekalipun mataku tidak jelas melihat seseorang mana mungkin aku lupa dengan Yona. Aku sangat hafal sekali dengan wanita itu,” ucap Regan membuat Nadia dan Fernando mendesah panjang.


Nadia menatap Fernando, meminta lelaki itu untuk melakukan sesuatu sebelum Regan menggila.


“Ayo kita pulang,” ucap Regan menarik tangan wanita asing itu.


Fernando mencegahnya, “Yona ada di kamar mandi, sebentar lagi dia juga akan keluar.”


Oh shit, Fernando mengumpat dalam hatinya. Andai saja yang dia hadapi bukan lelaki sinting dengan otak yang bermasalah, mungkin Fernando akan mengatai lelaki itu habis-habisan. 


“Apa yang terjadi Fernando?” tanya Nadia bingung.


“Aku akan menjelaskannya nanti,” ucap Fernando mengikuti langkah Regan yang menarik paksa wanita asing itu untuk masuk ke dalam mobil pribadinya.


“Lepaskan aku, kamu ini siapa?” teriak wanita asing itu meronta, mencoba melepaskan diri dari Regan.


“Yona, kamu ini apa-apaan sih, kenapa selalu berteriak. Jangan becanda Yona, nanti semua orang mengira aku melakukan hal senonoh padamu,” jawab Regan semakin membuat wanita asing itu menyerngit.


“Dasar lelaki gila!” umpatnya ketakutan.


Padahal wanita itu berbeda dari Yona, tinggi dan bentuk tubuh wanita itu sangat berbeda dengan tubuh Yona. Belum lagi warna kulit mereka yang sangat kontras, bagaimana mungkin Regan bisa berpikir wanita itu adalah Yona?


“Sepertinya benar, ingatan Regan akan semakin memburuk. Lelaki itu menciptakan imajinasinya sendiri di dalam otaknya, dia menciptakan semacam halusinasi akan sosok Yona. Aku yakin, Regan sangat ingin mengingat Yona dan otaknya bekerja kebalikannya,” jelas Fernando membuat Nadia menutup mulutnya.

__ADS_1


“A..apa?” gumam Nadia tidak percaya apa yang baru saja dia dengar.


Di belakang mereka, Yona menatap mereka semua dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu segera menghampiri Nadia dan Fernando.


“Apa yang aku dengar adalah yang sebenarnya?” tanya Yona membuat pasangan itu menoleh.


“Yona, sejak kapan kamu di sini?” tanya Nadia balik.


“Katakan Fernando, apa yang aku dengar adalah kenyataannya?” tanya Yona dengan suara serak, siap menumpahkan air matanya akan sosok Regan.


Fernando tidak tahu harus melakukan apa, tanpa menunggu jawaban dari Fernando, Yona menarik tangan Regan.


“Aku, aku adalah Yona yang kamu cari Regan, apa kamu tidak ingat siapa diriku?” tanya Yona dengan tatapan terluka.


“Yona? Kenapa Yona ada dua? Kalian kembar?” tanya Regan kebingungan menatap dua wanita di depannya.


Regan melapaskan tangannya dari wanita asing itu, dengan cepat wanita itu berlari meninggalkan semua orang di sana.


“Dasar lelaki gila, ganteng-ganteng kenapa gila begitu,” ucapnya bergidik ngeri.


Yona menatap Regan, tidak mungkin rasanya penyakit Regan semakin memburuk. Apa penyebabnya? Bahkan Yona dan yang lainnya tidak pernah memancing ingatan Regan perihal masa lalunya.


Jawabannya hanya satu, kilasan balik yang datang menghampiri pikiran Regan semakin membuat otaknya bekerja sangat keras sampai menimbulkan halusinasi seperti itu.


“Kamu bilang kamu akan menemukanku tidak peduli apapun yang terjadi,” lirih Yona menatap Regan.


Sedangkan lelaki itu menyentuh pundak Yona, menjadikan pundak wanita itu pegangan.


“Kepalaku pusing, bunda,” ucap Regan membuat Yona, Nadia, dan Fernando tersentak.


-----------------


HUWAAAA 😭😭😭😭 AKHIRNYA AKU BISA MENYEMPATKAN DIRI UNTUK UPPPPPP..


TEMEN-TEMEN YANG RINDU AKUH, EH RINDU REGAN DAN YONA MAKSUDNYA. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN FOLLOW YAAAA.


SOALNYA AUTHORNYA TUH SUKA BANGET KALAU FOLLOWERS NAMBAH JADI ASYIK GITU DEMEN BACANYA. APALAGI KALAU LIKE SAMA KOMENNYA BANYAKKKKKK SYEKALEEE AKU MAKIN SEMANGATTTT UNTUK MENGISI KEKOSONGAN HATI KALIAN DENGAN KEHALUANKU BERSAMA BABANG REGAN YANG SANGAT TAMPANNNN SYEKALEEEE.

__ADS_1


SUDA AH GITU AJA CUAT- CUATKU, SOALNYA DI SINI ITU SUDAH DINI HARI JAM 01:02 WIB. JADI AKU MAU BOBOK DULU YAHHHH, BESOK HARUS KEMBALI LAGI BERAKTIVITAS.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


__ADS_2