My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Makanya Modal Dong!


__ADS_3

Kekehan renyah keluar dari mulut kedua pasangan paling serasi tahun ini. Bagaimana mereka tidak tertawa, grup 'Pasangan Riwet' mendadak dimode admin oleh Regan karena mencibir keromantisannya dengan Yona. Salah siapa mereka mengganggu good mood orang saja.


"Astaga, Sisil langsung menghubungiku," ucap Yona menunjukkan ponselnya yang kini berdering.


Nama dari salah satu keluarga Corlyn tertera di sana. Wanita idaman bahkan ketika dirinya sudah memiliki dua anak dari pernikahannya dengan Adinata Dirga Pratama.


"Asli, dia tuh bar-bar," cibir Regan menggelengkan kepalanya mengingat istri dari sahabatnya.


Yona menimpuk lengan Regan. "Bar-bar begitu dia idolanya kaum adam seperti dirimu," jawab Yona menjulurkan lidahnya kepada Regan.


"Tapi tidak lagi, aku justru mengidolakan wanita cantik di sampingku ini," ucap Regan memeluk Yona dengan erat. Mendaratkan ciumannya di kening Yona dengan lembut.


"Aish, mulai ngegombal lagi!" Yona mencebikkan bibirnya kesal.


"Bagaimana mungkin kamu mengira aku hanya ngegombal? Belah saja dadaku, kau akan menemukan ...."


Yona mendongakkan wajahnya. "Aku akan menemukan apa?" tanya Yona penasaran akan kelanjutan kalimat Regan.


"Kau akan menemukan jantungku lah, apa lagi," kekeh Regan membuat Yona membelalakkan matanya.


Sebenarnya Regan itu lelaki macam apa? Bagaimana mungkin ada lelaki sepolos Regan yang tidak bisa mengucapkan kata-kata memabukkan seperti lelaki lainnya.


"Regan! Kamu ngeselin sekali!" teriak Yona kesal memukul lengan Regan hingga tubuh lelaki itu ambruk ke sofa yang ada di kamar Yona.


Regan menarik Yona, mengeratkan lingkaran tangannya pada pinggang Yona. Deru napas mereka saling berpadu. Posisi tubuh mereka begitu dekat, mata mereka mengunci satu sama lain.


"Aku ingin melihat wajahmu lagi," ucap Regan sambari mendaratkan kecupan singkat di pipi Yona.


Wajah wanita itu memerah karena malu. Regan menelusuri setiap lekuk wajah Yona dengan lembutnya. "Aku ingin melihat wajahnya ketika merona," ucap Regan, lagi-lagi mendaratkan kecupan lembut pada bibir Yona sampai mata Yona membulat sempurna.


Regan menarik tengkuk Yona, mendekatkan wajahnya dengan wajah wanita itu.

__ADS_1


"Aku merindukanmu," ucap Regan membuat Yona memejamkan matanya saat napas Regan menerpa wajahnya.


Jantung Yona berdetak tidak karuan rasanya. Regan memang ahli dalam membuat jantung wanita itu bermasalah. Regan selalu mampu, dan sangat pandai menggetarkan sesuatu di dalam dada Yona.


Bibir mereka mulai bersentuhan. Regan menarik kepala Yona hingga posisi mereka semakin dekat, tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua.


"Kyaaaa!!" pekik seseorang dari arah pintu.


Regan dan Yona langsung terbelalak, mereka segera menjauh satu sama lain. Mereka lupa, pintu kamar Yona masih terbuka sejak tadi.


"Sisil?" pekik Yona membuat Regan tahu jika sosok wanita yang berada di ambang pintu adalah Cecilia Fanyandra Corlyn. Kunci kesuksesan keluarga Corlyn yang melegenda.


"Kau? Kenapa kamu ke mari?" tanya Regan menatap Sisil dengan sengit.


Bukannya merasa bersalah, Sisil justru tertawa terbahak-bahak. Di belakangnya, Nata menyusul bersama Baby Zio dalam gendongannya.


Regan menangkap sinyal kesialan melihat salah satu pasangan ruwet itu datang ke rumah Yona secara tiba-tiba.


Sisil melenggang masuk, wanita itu duduk di tepi ranjang Yona dan berhadapan langsung dengan Yona dan Yona di depannya.


"Aku dan Nata harus pergi ke Jakarta untuk menghadiri pemakaman kakeknya," ucap Sisil. Yona dan Regan langsung memicingkan matanya.


Sisil melipat kedua kakinya. "Viona sedang kuwalahan karena Baby Valeria sakit, belum lagi Nayna aku titipkan di sana karena dia masih masuk sekolah," lanjut Sisil lagi.


Yona menaikkan alisnya. "Jadi?" tanya Yona penasaran.


"Aku ingin menitipkan Baby Zio di sini, kalian kan bisa jadi main peran orang tua sementara untuk Baby Zio," ucap Sisil terkekeh.


"What? Kamu mau menitipkan Baby Zio di sini? Bagaimana kalau dia rewel?" tanya Yona dengan bola matanya yang membulat sempurna.


"Baby Zio kan sudah tidak asing lagi denganmu Yona. Kalian tidak mau?" tanya Nata kini menatap Yona dan Regan silih berganti.

__ADS_1


Tatapan mata Nata yang menelisik membuat Regan dan Yona tidak bisa berkata-kata.


"Aku tidak mau," jawab Regan.


"Kalau kalian tidak mau ya sudah, bayar semua fasilitas keluarga kami yang kalian pakai secara ge-ra-tis!" jawab Sisil menyunggingkan senyumnya.


Astaga, Yona mengusap wajahnya frustasi. Kalau disuruh bayar, berapa uang yang harus mereka keluarkan untuk membayar semua fasilitas keluarga Sisil dan Nata yang telah mereka pakai secara cuma-cuma.


"Oke, satu hari," ucap Yona menyerah, daripada harus menggelontorkan uang untuk membayar Sisil dan Nata.


Sisil tersenyum penuh kemenangan, wanit itu memberikan kode kepada Nata untuk memberikan Baby Zio kepada Yona.


Benar kata Nata, Baby Zio memang tidak asing dengan Yona dan Regan. Mereka sering berinteraksi hingga Baby Zio sudah merasa akrab dengan pasangan kucluk itu.


Nata meletakkan satu tas jinjing berisi peralatan Baby Zio di samping Regan.


"Awas lu, kalau sampai anak gue lecet 1cm aja. Gue tuntut lu ke pengadilan anak," ucap Nata penuh peringatan.


"Astaga, kalian ini nitip anak secara gratis tapi masih mengancam segala? Lihat orang tuamu, Baby Zio. Mereka mulai sinting," ucap Regan mengajak Baby Zio untuk berbicara.


"Kita pamit dulu ya, lanjutkan deh kegiatan kalian tadi. Asalkan tidak mengganggu putraku," pamit Sisil mencium pipi putranya sekali lagi sebelum meninggalkan Baby Zio di asuhan Yona dan Regan.


Baby Zio bergumam, tidak jelas apa yang dia bicarakan. Sedangkan Yona melirik Regan dengan kesal.


"Kamu sih, selalu menggunakan fasilitas mereka. Makanya modal dong!" cibir Yona kesal setengah mati. Wanita itu beranjak keluar dari kamarnya, meninggalkan Regan yang kini menggaruk tengkuknya.


"Salahin terussss, terusss. Salah terussss," teriak Regan tidak kalah kesalnya.


------------


JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMEN DAN LIKE UNTUK MY SWEET DOSEN. BAGI YANG INGIN BERGABUNG KE GRUP CHAT AUTHOR, SILAHKAN BERGABUNG SAJA. AKU TUNGGU KEDATANGAN KALIAN YA..

__ADS_1


__ADS_2