
"Itu Yona AW bukan?" pekik para tamu undangan ketika melihat Yona dan Regan berjalan bergandengan tangan.
Regan menggenggam erat tangan Yona, lelaki itu seperti tengah menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa dia adalah lelaki beruntung yang bisa berdampingan dengan wanita seperti Yona.
Begitupun Yona, wanita itu menebar senyumnya ketika seluruh tamu menatapnya dengan takjub. Mereka tidak segan-segan memotret dan merekam Yona yang kini bergandengan dengan Regan.
"Yonaaa, bolehkah kami berfoto denganmu?" tanya salah satu tamu undangan.
"Tentu saja," jawab Yona membuat mereka tersenyum bahagia.
Baru saja para tamu undangan meminta Regan untuk memotret mereka bersama Yona, tapi suara Yona membuat mereka menoleh.
"Dia akan berfoto bersama kita," ucap Yona, menarik tangan Regan untuk berdiri di sampingnya bersama para tamu undangan yang kini sangat antusias berfoto bersamanya.
Kening Lili menyerngit saat melihat kerumunan berada didepan pintu masuk ballroom hotel tempat resepsi itu diadakan. Wanita itu tersenyum lembut, pantas saja di luar sangat gaduh rupanya ada Yona yang memang masih menjadi idola meskipun wajahnya sudah tidak lagi riwa riwi di majalah maupun televisi.
Regan dan Yona tersenyum, mereka memutuskan untuk segera masuk ke dalam ballroom hotel karena memang itulah tujuan utama mereka datang ke sana.
"Mereka masih menggandrungimu dirimu," ucap Regan membuat Yona menoleh ke arahnya.
"Why?" tanya Yona penasaran.
"Kamu tidak berniat kembali ke dunia yang telah membesarkan namamu?" tanya Regan.
Yona terkekeh, wanita itu menatap Regan sangat dalam.
__ADS_1
"Aku menemukan dunia baru yang lebih baik dan lebih menyenangkan," jawab Yona membuat Regan menautkan alisnya bingung dengan jawaban yang keluar dari mulut wanita itu.
"Dunia apa?"
"Dunia kita," jawab Yona tersenyum.
Regan tersenyum lembut, lelaki itu merasakan perasaan hangat saat Yona mengatakan kalimat itu. Benar, dunia kita adalah dunia Regan dan Yona. Dunia baru mereka, dunia yang penuh cinta dan juga suka cita bagi keduanya.
"Yona, Regan!" panggil Lili membuat keduanya menoleh.
Yona dan Regan segera menghampiri Lili di sana.
"Kamu cantik sekali malam ini Sayang," puji Lili menyentuh rambut Yona yang kini tergerai sempurna.
"Terimakasih, Bunda," jawab Yona tersenyum malu mendengar pujian dari calon ibu mertuanya.
"Ck, kamu pasti iri ya tidak ada yang memuji dirimu," ejek Yona mendengus.
Tiba-tiba saja seorang wanita berumur tidak jauh berbeda dari Lili menghampiri mereka.
"Lili, apa kabar?"
Lili menoleh, matanya melebar sempurna melihat teman bermainnya dulu sebelum dia menikah dengan Septian dan pindah di rumah baru mereka berdua.
"Astaga, Agustin. Bagaimana kabarmu?" tanya Lili memeluk teman lamanya.
__ADS_1
"Aku baik, kamu sendiri bagaimana?" tanya Agustin.
"Aku baik, ini putraku dan-"
Agustin tersenyum menatap Regan.
"Ya Tuhan, dia tampan sekali Lili. Kamu mau tante jodohin sama anak sulung tante? Sekarang semester tujuh, sebentar lagi lulus S1," tanya Agustin membuat Yona membelalakkan matanya.
Apa katanya? Mau dijodohkan dengan anak sulungnya yang baru saja semester tujuh? Oh yang benar saja, Regan sudah menjadi miliknya secara utuh.
"Apakah putri Tante cantik?" tanya Regan sengaja bertanya seperti itu kepada Agustin, lelaki itu melirik Yona yang kini merah padam karena menahan amarahnya.
"Tentu saja dia cantik seperti Tante." Wanita itu berbinar bahagia.
Yona sontak tertawa, wajah seperti itu cantik? Lalu bagaimana wajahnya? Sangat cantik begitukah?
Agustin menatap Yona, keningnya berkerut menatap wanita yang nampaknya tidak asing di indera penglihatannya.
"Siapa wanita cantik ini?" tanya Agustin kepada Lili dan Regan.
"Dia ini-" ucapan Lili terhenti,
"Saya calon istrinya Regan, Yona Anantasya William," jawab Yona dengan penuh kebanggaan menyalami wanita yang berani-beraninya meminta Regan untuk dijodohkan dengan putrinya.
------------------
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN GAISHHHH :)
HINDARI KOMENTAR ( UP, NEXT, LANJUT* ) !!!