My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Satu Bulan Lagi


__ADS_3

Semua orang menoleh ke arah Yona, baik Agustin yang baru mengenal wanita itu, maupun Regan dan Lili. Regan sangat terkejut mendengar Yona menyatakan dirinya sebagai calon istrinya.


Ahh, mungkin Yona selama ini malu-malu kucing makanya tidak mau menikah dengannya secepat mungkin.


"Benarkah? Selamat Lili kamu akan mendapatkan mantu secantik ini," kagum Agustin memberikan selamat kepada Lili yang kini turut bahagia mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Yona.


Akhirnya penantian dirinya dan keluarga William akan terwujud segera. Yona dan Regan menerima perjodohan mereka. Siapa sangka Yona yang sejak dulu menolak perjdoohan dengan berbagai cara kini menyatakan menjadi calon istri dari Regan.


"Tentu saja kami beruntung memiliki mantu seperti Yona dan juga berbesanan dengan keluarga William," ucap Lili tersenyum menatap Yona.


Kali ini Yona tersadar, dia mengucapkan kalimat bumerang yang akan membuatnya menikah dengan Regan. Sialan, kenapa juga Yona mudah sekali terbakar api cemburu dan mengucapkan kata-kata yang justru memberatkan dirinya.


"Dia putri bungsu keluarga William?" tanya Agustin diangguki Lili.


Agustin menatap Yona dengan takjub, wanita itu mendengar bahwa putri keluarga William menjadi model yang melebarkan sayapnya bersama agensi di Perancis.


"Kapan rencana baik ini akan terlaksana? Jangan lupa berikan aku undangannya, Lili."


"Kapan Re?" tanya Lili menoleh ke arah Regan.

__ADS_1


Yona menoleh cepat kearah Regan, awas saja jika lelaki itu mengatakan hal-hal yang berbahaya. Yona mencubit pinggang Regan hingga lelaki itu menoleh kearah dirinya.


Mata Yona melebar, wanita itu seperti berbicara lewat tatapan matanya. 'Awas saja jika kamu macam-macam', begitulah kiranya arti tatapan wanita itu.


"Satu bulan lagi, bukan begitu sayang?" tutur Regan tersenyum kepada Yona.


"Satu bulann?" pekik Yona dengan mata terbelalak.


"Benarkah? Ini kabar yang luar biasa membahagiakan," ucap Lili tidak bisa menutupi kebahagiaannya.


Lili memeluk Yona dengan erat, wanita itu benar-benar menaruh hati untuk Yona dan berharap jika Yona yang akan menjadi istri Regan menemani anaknya sampai maut memisahkan mereka berdua.


Lili mengajak Agustin untuk mengobrol secara pribadi, mereka sengaja meninggalkan Yona dan Regan berdua disana menikmati pesta itu berdua saja.


"Hei Regan, kamu cari mati ya?" tanya Yona memicingkan matanya, kini di sana ada dia dan Regan saja.


Semua orang tampak sibuk untuk memilih makanan ataupun berbincang dengan tamu undangan lainnya. Beberapa dari mereka juga naik ke pelaminan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


"Ngapain cari mati kalau di dunia ini ada wanita secantik dirimu," goda Regan menyentil hidung Yona.

__ADS_1


Yona mendengus, Regan memang suka sekali mengalihkan pembicaraan.


"Apa maksudmu kita menikah satu bulan lagi hahh?" tanya Yona kesal.


"Kamu yang memperkenalkan diri sebagai calon istriku," jawab Regan menghendikkan bahunya, bukankah Yona mengatakan itu tanpa ada paksaan dari siapapun? Bukankah itu berarti Yona sudah mempertimbangkan untuk menjadi istrinya?


"Aku hanya ... aku-" Yona bingung, wanita itu tidak tahu harus menjawab apa.


Tidak mungkin Yona mengatakan bahwa dirinya cemburu mendengar Regan akan dijodohkan dengan putri sulung teman Lili.


"Terima saja, bukankah pada akhirnya kita akan menikah juga?"


Yona mendesah panjang. "Aku mengatakan itu karena cemburu Regan," jawab Yona dengan semburat merah muncul diwajah wanita itu.


Regan menatap Yona, lelaki itu menyentuh bahu Yona hingga posisi mereka saling berhadapan.


"Sama halnya denganmu, aku tidak ingin kamu menjadi milik orang lain selain diriku," jawab Regan membuat dada Yona bergemuruh hebat.


--------

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA READERS SETIAKU 💚


__ADS_2